Kenapa Memilih Posisi Digital Marketing

Digital Marketing sedang tumbuh pesat. Ini bukan tren sesaat, melainkan sudah menjadi suatu gelombang marketing yang baru. Artikel kali akan membahas alasan memilih bidang ini, apa saja tugas dan jabatan di bidang ini, serta kisaran gaji digital marketer.

Digital Marketing adalah bagian dari aktifitas pemasaran (marketing) yang mengoptimalkan penggunaan internet dan teknologi digital berbasis online, seperti aplikasi mobile, peramban (browser) dan social media yang bisa dibuka di personal computer (desktop/laptop), tablet, atau smartphone guna mempromosikan produk dan layanan.

digital marketing

DM tidak sebatas digital business ya. Artinya, DM sangat mungkin terhubung dengan bisnis luring (offline). Istilah kerennya O2O (Online-To-Offline). Alias dengan teknik-teknik online (which is digital marketing) membuat keramaian di toko fisik yang ujung-ujungnya diharapkan dapat meningkatkan transaksi.

Baca juga: Mengapa Memilih Marketing

Channel Digital Marketing

Setidaknya saluran-saluran DM terdiri dari search engine marketing dan social media marketing, dan email marketing.

Baca juga: 6 Saluran Internet Marketing yang Harus Anda Ketahui.

Search engine marketing ada yang gratis, biasa disebut SEO (Search Engine Optimisation). Ada juga yang berbayar, yaitu Paid Search.

paid search

Baca juga: Search-Engine-friendly Content.

Sedangkan social media marketing, terbagi-bagi atas channel social media itu sendiri. Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin, hingga yang belakangan naik daun: TikTok. Di antara semuanya, ada yang dilakukan mengandalkan kreatifitas si digital marketer itu sendiri, ada juga yang menggunakan iklan, semisal Fb Ads dan IG Ads.

Baca juga: TikTok Marketing: It’s Just The Beginning.

Tugas Digital Marketer

Tugas digital marketer meliputi pengembangan brand agar lebih dikenal oleh netizen (warga internet), di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Melakukan riset kepada konsumen maupun kompetitor
  • Membaca data di dashboard, menganalisis dan membuat laporan
  • Membuat konten. Bisa dikerjakan sendiri, bersama agensi, atau mempekerjakan freelancer.
skill digital marketing

Tentu saja tugas-tugas harian yang sudah disebut di atas belum semuanya. Bagaimana perusahaan tersebut beroperasi dan struktur organisasi perusahaan akan ikut menentukan nama jabatan dan tugas-tugas digital marketer.

Jabatan Digital Marketing

Sangat mungkin juga, suatu perusahaan hanya berfokus ke saluran digital marketing tertentu. Misalnya, perusahaan yang bergerak di B2B (business-to-business) lebih fokus menggarap website dan SEO. Sementara, perusahaan yang bergerak di consumer lebih fokus di social media. Secara sekilas, berikut adalah beberapa jabatan digital marketer:

  • SEO specialist, hanya berfokus di SEO
  • Instagram specialist, garapannya terbatas di Instagram saja: membuat konten, menganalisis, dan melaporkan. Sangat mungkin bekerja sama dengan meida lain di social media, termasuk di antaranya adalah kolaborasi dengan influencer. Analog dengan Facebook Specialist, maupun Linkedin specialist.
  • Digital strategist, merancang strategi, membagikan tugas-tugas digital marketing, melakukan fungsi pemantauan (monitoring), menganalisis, dan membuat laporan
  • Social media strategist, sama seperti digital strategist, tetapi terbatas di social media, namun meliputi social media yang sangat banyak: YouTube, facebook, dan instagram.
social media strategist bekerja sama dengan influencer

Gaji Digital Marketer

Digital Marketing bisa berawal dari angka UMR di kota atau provinsi kamu. Namun, posisi tertinggi ‘hanya’ selevel manager dengan gaji puluhan juta rupiah. Posisi Head of Digital Marketing, atau Digital Marketing Manager biasanya melapor kepada pejabat Sales and Marketing yang lebih luas cakupannya. Yaitu yang meliputi sales, merchandise, advertising, dan bidang marketing lainnya.

  • Internship Rp3 juta
  • Content Marketing Rp5 juta
  • Customer Care Social Media Rp5 juta
  • Copy Writer Rp7 juta
  • Digital Marketing Manager Rp20-35 juta

Tentu saja angka-angka tersebut hanya sebagai gambaran saja. Kisaran gajinya bisa didapat dari penyelenggara survei gaji. Untuk angka pasti, ada di masing-masing perusahaan, dan sangat bergantung pada negosiasi oleh si calon tenaga kerja itu sendiri.

Related Post:
– Bisnis yang Cocok Menggunakan SEO

RajaKomen.com membantu menaikkan Engagement Rate (ER) Media Sosial Kamu

Algoritma Instagram telah menjebak para online marketer di masa lalu dan tren itu tampaknya akan berlanjut pada tahun 2021. Statistik Instagram terbaru memberi tahu kami bahwa organic engagement telah turun sebesar 1,60% dari tahun 2020.

Menurut sebuah studi tahunan oleh RivalIQ, tingkat keterlibatan standar industri 2021 (berdasarkan total pengikut) di Instagram adalah 0,92% dan ketika kami melihat lebih dekat hanya pada industri influencer, rata-ratanya adalah 1,42%.

Apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan keterlibatan follower di Instagram pada tahun 2021? Berikut ini adalah enam cara yang bisa kamu eksplorasi lebih lanjut, dan satu cara menguji dan menganalisis macam-macam konten instagram. sebelas cara

Delapan Cara Meningkatkan Keterlibatan Follower Instagram di Tahun 2021:

  1. Temukan waktu terbaik bagi kamu untuk memposting.
  2. Mulai percakapan dengan follower via stiker Instagram Stories.
  3. Buat konten yang “dapat disimpan” untuk feed kamu..
  4. Bagikan data yang akan disukai audiens kamu.
  5. Tulis teks deskripsi yang lebih panjang.
  6. Bersikap terbuka tentang merek dan bisnis kamu.
  7. Test dan analisis jenis konten baru secara teratur
  8. Menggunakan jasa komentar instagram

Test dan Analisis Jenis Konten Baru secara Teratur

Berikut adalah beberapa yang bisa dicoba: foto/gambar, behind the scene (BTS), repost konten lain, konten edukasi, konten milik influencer yang kita sajikan dengan perspektif kita, kalimat motivasi, mengikuti konten yang sedang tren, dan konten hasil kolaborasi dengan follower.

Menggunakan Jasa Komentar Instagram

Sekarang ini sudah ada jasa komentar di media sosial. Khusus Cara promosi di Instagram , ada website Rajakomen.com. Bisnis online ini adalah perusahaan periklanan untuk membantu pengusaha online di Indonesia. Kami telah mengeluarkan beberapa alat bantu untuk promosi produk/jasa dari pengusaha Indonesia yang ingin memperluas target market di dunia online.


Media sosial seperti Instagram memang berkembang terus. Strategi Instagram Marketing kita pun harus terus diperbaharui. Tidak ada salahnya mengalokasikan sebagian anggaran, selain untuk membuat konten, juga untuk mempromosikan suatu post.

Baca juga tulisan terkait ya:

Jenjang Karir Dunia Marketing

Semakin berkembangnya dunia digital membuat cakupan pekerjaan di dunia sales dan marketing sampai hari ini terus meluas, hingga ke ranah digital.

Sales dan marketing merupakan departemen andalan agar perusahaan bisa mendapat omzet yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan.

Objektif di sales dan marketing ada banyak dan tidak terbatas pada membangun basis pelanggan serta memperoleh pendapatan saja. Tidak heran banyak perusahaan terus mengembangkan departemen sales dan marketing mereka. Yang tidak terkecuali, merupakan kantor cabang dan/atau saluran (channel) penjualan.

Tidak heran, sales dan marketing punya peran yang signifikan bagi perusahaan. Tetapi seperti apa tahapan pekerjaan/jenjang karir di departemen sales dan marketing? Seperti apa pula tanggung jawabnya?

Tahap 1 – Entry-level job di industri marketing

Bagi seorang mahasiswa yang baru lulus kuliah, atau bagi mereka yang belum pernah punya pengalaman di industri marketing sebelumnya, untuk tahap awalnya mungkin bisa mencari posisi di tahap entry-level ini. Menariknya, ketika berada di tahap entry-level, kita bisa memilih pekerjaan yang sesuai dengan passion, karena bidangnya cukup luas. Beragamnya bidang di industri marketing bisa memudahkan kita untuk mengakomodir apa yang menjadi ketertarikan kita.

Baca Juga: Beberapa Posisi/Jabatan Pekerjaan Marketing

Misalnya, kalau senang menulis, kita bisa memilih pekerjaan sebagai Content Writer, atau kalau memang senang bekerja di lapangan, kita bisa mencoba bekerja sebagai koordinator event di suatu perusahaan. Kalau menyukai aktifitas mendesain visual promosi, bisa juga kita bergabung dengan departemen sales dan marketing sebagai Visual Designer.

Selain ketiga pekerjaan tersebut, berikut beberapa pekerjaan lain yang bisa dijalankan dalam industri marketing ini, di antaranya.

  • Account Executive
  • Social Media Coordinator
  • Project Coordinator
  • Marketing Coordinator
  • Public Relation Associate
  • Event Marketing Coordinator
  • Event Marketing Specialist
  • Marketing Specialist

Mungkin tugas-tugas yang dilakukan oleh pekerja di entry-level ini cukup beragam, tetapi biasanya lebih berhubungan untuk membantu dalam mengerjakan riset, customer service, dan tugas-tugas administratif.

Pekerjaan pada tahap entry-level ini mungkin masih terbilang mendasar dan lebih pada memahami bisnis yang dijalani, di mana bisa dijalani sambil mengasah soft skill yang penting bagi perkembangan karier jangka panjang mereka.

Tahap 2 – Marketing manager

Jenjang karier di dunia marketing selanjutnya lebih berkutat seputar manajemen. Tugas seorang Marketing Manager lebih pada membentuk, memelihara, dan mengevaluasi strategi marketing yang sedang atau akan dijalankan oleh brand. Karakter penting yang perlu dimiliki Marketing Manager yakni nilai kepemimpian, karena mereka perlu untuk memimpin eksekusi dari strategi marketing dan mempertahankan prosesnya, sambil tetap membina perkembangan para pekerja yang berada di tahap entry level.

Beberapa jabatan pada tahap ini antara lain,

  • Advertising Manager
  • Public Relations Manager
  • Promotions Manager
  • Brand Manager
  • Sales Manager
  • Social Media Manager
  • Community Manager
  • Product Marketing Manager
  • Content Manager
  • Media Planner

Sales Manager

Tergantung besaran tim dan produk/layanan yang dijual, Sales Manager biasanya mengelola suatu wilayah penjualan tertentu. Mulai dari daftar pembeli/pelanggan, total penjualan, total pembayaran –untuk barang-barang yang dijual secara mencicil, misalnya, jumlah barang di gudang, dan lain sebagainya.

Karena berbasis wilayah, Sales Manager ini bisa jadi diberi nama jabatan “Area Manager”.

Tahap 3- GM of Marketing

Tugas utama seorang Marketing Director biasanya terfokus pada strategi marketing. Setelah seorang director menerima riset dan report dari Marketing Manager mengenai kondisi pasar, data pelanggan dan aktivitas yang dilakukan para kompetitor, seorang Marketing Director nantinya akan menyesuaikan beragam kondisi tersebut dengan strategi yang dibangunnya, agar tujuan bisnis dapat diraih perusahaan. 

Dan tujuan dari strategi tersebut biasanya untuk meningkatkan ketertarikan pelanggan sehingga membuat mereka memiliki keinginan untuk menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.

Jabatan yang umumnya bisa diraih pada tahap ini adalah,

  • GM of Marketing Research
  • GM of Consumer
  • GM of Corporate
  • GM of Public Relation

Tahap 4 – VP of Marketing

Peranan seorang Director Marketing membutuhkan gabungan kemampuan kepemimpinan, teknis dan juga bisnis. Director Marketing juga seringkali bertindak sebagai juru bicara dari perusahaan. Selain itu tugas lain dari Director of Marketing, mereka juga butuh bekerja dengan orang-orang dari departemen lain untuk mengikis jarak antar departemen serta memperkuat ikatannya. Seorang Director juga perlu mencari tahu bagaimana caranya supaya produk atau jasa yang ditawarkan brand bisa menjadi lebih baik lagi. 

Biasanya ada dua jabatan penting yang dipegang seseorang yang berada di tahap ini,

  • VP of Marketing
  • VP of Sales

Tahap 5 – Chief Marketing Officer

Chief Marketing Officer merupakan posisi puncak di departemen sales and marketing. Ketika seseorang sudah berada di posisi ini, tanggung jawab mereka mencakup pada semua lini marketing perusahaan, termasuk mengembangkan dan merencakan strategi, serta mengawasi setiap eksekusi dari inisiatif sales and marketing yang berjalan.

CMO itu ekuivalen dengan Sales and Marketing Director (Direktur Pemasaran dan Penjualan).

CMO akan melaporkan semua pekerjaannya pada Chief Executive Officer (CEO) dan bertanggung jawab pada ROI dari seluruh kegiatan marketing yang dijalankan perusahaan.

Beberapa tahapan di atas mungkin merupakan jenjang karier di dunia marketing yang umum diketahui. Namun, masih banyak pula bidang marketing lain yang sebenarnya bisa ditekuni seperti Strategic Marketing Consultant (fokus di riset, konsultasi, dan pelatihan) serta Marketing Agency (produksi iklan, event, public relation, dsb).

Sales Pipeline

Sales Pipeline membantu rekan-rekan yang bergerak di bidang penjualan guna mengelola target konsumen secara efisien. Tidak membuang sumber daya penjualan dengan sia-sia. Bahkan tidak berlama-lama dengan konsumen yang belum akan membeli dalam waktu dekat.

Saya pernah mengulang soal Cara Membuat Sales Plan sebelumnya.

Setelah Sales Plan, yuk kita lebih detail membahas Sales Pipeline. Berikut ini adalah diagramnya:

sales pipeline
source: activecampaign.com

Diagram Sales Pipeline membantu pekerjaan para penjaja (salesman) kita menjadi lebih efektif. Lewat diagram tersebut, kita jadi memahami status target konsumen kita dan upaya apa yang bisa kita lakukan berikutnya. Ada hal-hal yang bisa kita lakukan guna menaikkan (upgrade) statusnya. Namun, bisa jadi kita juga tidak perlu melakukan apa-apa selain memberikan jeda dulu sebelum menghubungi target konsumen tersebut lagi.

Contact

Contact adalah kontak yang bisa dihubungi.

Qualification

adalah proses kita dalam mengklasifikasikan contact berdasar kriteria kita. Alat filter yang bisa kita gunakan di antaranya adalah BANT framework. Budget (anggaran), Authority (autoritas), Need (kebutuhan), dan Time (waktu). Kapan-kapan kita akan membahas ini lebih detail ya. Sementara itu, bisa ke SalesOdyssey dulu.

Meeting

Bagi target konsumen yang paling potensial, bisa kita ajukan pertemuan. Bertemu langsung tentu paling baik, tetapi bisa juga kita melakukan pembicaraan via telepon terlebih dahulu. Tujuan pertemuan yang paling hakiki adalah mengetahui kebutuhan/masalah yang ingin target konsumen solusikan. Tapi bila belum sampai ke sana, tidak ada salahnya membangun silaturahmi.

Proposal

Kalau sudah dapat needs atau problem yang ingin disolusikan, barulah kita datang dengan dokumen penawaran yang biasa disebut proposal. Ada proposal teknis, ada proposal (penawaran) harga.

Closing

Di sinilah moment of truth dalam berjualan. Setelah pendekatan dan penawaran dari kita, apakah kebenarannya akan terungkap: sudikah dia membeli dari kita.

Retention

Tahap mempertahankan konsumen yang sudah beli, untuk membeli lagi dari kita. Bisa dengan diskon, hadiah yang menarik, atau upaya-upaya retensi yang lain. Paling utama adalah memberikan pelayanan (service) yang paling optimal.

Pembagian waktu bagi Salesman

Mengapa harus direncanakan dan diatur sedemikian rupa? Karena pekerjaan salesman tidak hanya menjual, tetapi juga mengelola hal-hal yang berkaitan dengan proses inti tersebut. Di antaranya ada administrasi, perjalanan, pembahasan strategi via meeting, dll.

Pembagian waktu berikut ini tidak saklek, tetapi sudah cukup general untuk menjadi panduan bagi teman-teman penjaja.

  • Administrasi pagi (sekitar 5%, sekitar 24 menit)
  • Perjalanan (10%-20%, tergantung jarak, kurang lebih 1,5 jam)
  • Penjualan (25%-50%, in total 2-4 jam)
  • Makan siang (10%, 48 menit, biasanya alokasi ishoma adalah 1jam ya)
  • Internal meeting (10%, 48 menit, sekitar30-60 menit internal meeting, biasanya di pagi hari)
  • Administrasi sore (15%, sekitar 72 menit, alias 1 jam lebih, untuk pencatatan, pelaporan, dan sebagainya)

Ada juga industri yang salesman-nya tidak harus keluar meninggalkan kantor setiap hari. Namun aktifitasnya relatif seputar customer relationship. Di antaranya adalah menelepon calon pembeli maupun pelanggan tetap.


Referensi Gambar dari ActiveCampaign, sebuah penyedia jasa marketing automation. Pemain lokal jasa ini ada Qontak.

Video Marketing

Video marketing semakin marak. Penggunaannya juga di berbagai platform social media. Harus masuk dari sekarang supaya tidak ketinggalan.

Mestinya video marketing itu dibahas dengan video ya. Namun, saya itu penggemar berat teks. Saya suka bermain dengan kata-kata.

Although I believe in SEO dan long content, gak ada salahnya juga kita bahas pemasaran via gambar gerak bersuara.

Kenyataannya, setelah era gambar dan teks, kini audiens memilih untuk menonton lebih banyak video saja.

Kombinasi gambar bergerak dan audio menghemat waktu para audiens; yang untuk teks saja, sekarang ini lebih suka skimming daripada membaca seksama.

video marketing
Gambar berasal dari https://www.askmedigi.com/video-marketing-statistics-2020/

Data dan Fakta

Menurut majalah Forbes tahun 2017:

  • Menambahkan video dalam email marketing terbukti bisa menaikkan CTR hingga 300%.
  • Menyematkan video pada lading page bisa menaikkan konversi sebanyak 80%.
  • 64% konsumen menjadi semakin tertarik membeli produk secara online setelah menonton video.
  • Konsumsi YouTube lewat mobile berkembang hingga 100% setiap tahun.

Menurut riset yang dilakukan oleh HubSpot Research,

  • 54% konsumen ingin melihat video dari brand yang mereka dukung dibandingkan dengan bentuk konten email newsletter (46%) atau gambar (41%),
  • konten video adalah yang paling berkesan bagi pasar (43%) dibandingkan dengan teks (18%) dan gambar (36%).
  • konsumen dan pelanggan sebenarnya lebih memilih video yang “autentik” (meskipun kualitasnya lebih rendah) daripada video berkualitas tinggi yang kelewat artifisial dan tidak autentik.

Video marketing tuh bisa dilakukan via YouTube, Tiktok, maupun Instagram (Stories, IGTV), dan berbagai social media lainnya.

YouTube

Seiring dengan bertumbuhnya penonton YouTube, maka men-drive user ke website kita juga membutuhkan video sebagai konten iklan. Selain itu, membesarnya porsi video yang ditonton, maka engagement pun bergeser ke bentuk-bentuk video. Sepengamatan saya, Facebook pun memberikan atensi berbeda terhadap video yang diiklankan. Makin mantap lha engagement-nya.

Bila Anda membuat website, hostingnya bisa diakali supaya tidak berat dengan cara menaruh link (embedded) di web Anda. Videonya sendiri tetap di-hosted di Youtube.

Selain yang benar-benar disimpan di Youtube, ada juga video marketing yang sifatnya temporer. Di IG, kita kenal sebagai Stories. Lucunya, kini semua juga punya ya. Facebook ada, WhatsApp, Twitter, bahkan Linkedin juga ada.

Salah satu yang menyebabkan video marketing makin marak adalah attention span yang sekarang ini sudah pendek banget. Membaca teks terasa lama, makanya skimming saja. Nonton video, kalau tidak menarik banget, akhirnya di-skip-skip juga.

Video dalam Buyer Journey

Berikut beberapa contoh bagaimana video bisa berperan dalam perjalanan seorang pembeli, dari tidak tahu, membeli, sampai dengan berlangganan:

  • Advertising Video
  • Marketing Campaign Video (e.g. customer stories)
  • Company Profile Video
  • Documentation Video (e.g. onboarding, knowledge management, how to)
  • Events Video
  • Infographics Video
  • Product Knowledge Video
  • Short Films
  • Social Media Teaser Video
  • TVC
  • YouTube Advertising Video

Terdapat berbagai pilihan untuk merilis video marketing Anda. Platform dipilih berdasar riset, lho. Yaitu riset yang menyatakan di social media yang manakah, target audiens kita paling banyak berada. Dengan merilis video di platform yang tepat, kemungkinan untuk mendapatkan konsumen lebih besar.

87% online marketer kekinian pun sudah jamak mengggunakan konten video dalam strategi pemasaran digitalnya, lho.

Produksi Video Marketing

Sudah beberapa kali saya jadi “otak” dalam pembuatan video marketing. Sama seperti produksi konten yang lain, kita wajib start dari riset. Baik riset mempelajari kontennya, maupun riset terhadap fase buyer journey yang dikehendaki (fase perkenalankah, fase berlangganankah, dst).

Script dan Storyboard

Bikin naskah (script) dan storyboard, supaya proses produksinya efisien dan hasilnya enggak kacau. Di script, semua teks harus lengkap. Baik yang diucapkan oleh pemerannya, yang dinarasikan oleh naratornya (yaitu voice over), maupun teks-teks pendukung semisal terjemahannya (subtitle).

Sedangkan storyboard adalah naskah dalam versi yang lebih visual. Jadi detil-detilnya kelihatan jelas. Ini penting juga untuk tim logistik menyiapkan segala perlengkapan terkait (pakaian, furnitur, dan set-set lainnya).

Baik script maupun storyboard harus mencirikan adanya tokoh/karakter, masalah yang ditemui, lalu plot (alur cerita) hingga solusinya berhasil membantu si tokoh menuntaskan masalah tersebut atau mencapai tujuannya.

Produksi tidak perlu dijelaskan ya. Intinya lebih ke pengambilan gambar. Durasi pengambilan gambar sebaiknya diperpanjang. Jadi ada jeda yang lega untuk memudahkan penyuntingan. Baik pemotongan maupun penyambungannya.

Penyuntingan Video Marketing

Lalu masuk ke tahap penyuntingan (editing). Tidak hanya menjahit gambar bergerak dan audio (baik human maupun non human) menjadi satu. Namun juga memastikan kerapihannya. Kerapihan ini yang pekerjaan ‘tukang’ banget. Dan biasanya hanya yang sehari-hari mengerjakannya yang hasilnya bagus, a.k.a Video Editor.

FYI, Peralatannya Makin Terjangkau

Pembuatan video, sebenarnya tidak pernah semudah ini. Teknologi serendah smartphone di tahun 2021 pun sudah menghasilkan video resolusi tinggi. Setidaknya, tetap akan tajam bila dilihat di smartphone juga.

Pencahayaan (lighting) juga semakin terjangkau peralatannya. Bukan standardnya yang menurun. Tetapi spesifikasinya pun semakin beragam. Studio berukuran kecil makin mudah dibuat. Yang mahal-mahal dan canggih pastinya tetap ada.

Aplikasi digital untuk menyunting video juga sudah tersedia secara online. Tidak perlu mengunduh dan menginstal. Semua bisa dikerjakan dari peramban. Salah satu contohnya adalah animoto.com.

Simpulan

Yang belum, coba segera dimulai.

Yang sudah, coba pertajam skill-mu.

Yang sudah tajam, rutinkan rilis di social media.


Baca juga tulisan lain saya soal DIGITAL MARKETING.

TikTok Marketing

Mobile app terbanyak ke-2 yang diunduh selama 2019. Dan no.1 untuk Juli 2020. Sudah waktunya menimbang kapan mulai melakukan TikTok Marketing.

Sewaktu mengumpulkan bahan untuk rilisan ini, saya cukup kaget. Rupanya, Indonesia adalah negara pengguna TikTok terbesar keempat di dunia. Persisnya, terdapat sekitar 30,7 juta pengguna TikTok di Indonesia.

Menurut pendirinya, TikTok dikembangkan untuk merekam dan menyajikan kreativitas serta momen berharga dari seluruh penjuru dunia melalui ponsel. TikTok memungkinkan setiap orang untuk menjadi kreator dan mendorong pengguna untuk membagikan ekspresi kreatif melalui video berdurasi 15 detik.

TikTok sendiri memosisikan dirinya lebih sebagai content distribution network, daripada sebuah platform social media. Instead of menyampaikan konten milik user kepada para followers-nya, algoritma TikTok justru menyebarkan konten yang relevan dengan riwayat engagement si user.

TikTok Marketing adalah bagaimana memanfaatkan medium TikTok untuk melakukan pemasaran digital. Meliputi branding, edukasi konsumen, kampanye kesadaran, dll.

Fakta TikTok Indonesia

  • Rata-rata durasi penggunaan 29 menit/hari
  • Rata-rata konten yang ditonton 100 video/hari
  • Variasi konten di TikTok: komedi, beauty, fashion, food, dll.(wartakota.tribunnews). Yang paling sering dikonsumsi adalah konten komedi.
  • Pendapatan TikTok didasarkan pada pembelian dalam aplikasi pengguna, seperti hadiah digital dan emoji.
  • 66% pengguna berusia di bawah 30 tahun (seluruh dunia); 14-24 tahun di Indonesia. Konten-konten semacam quarter-life crises, maupun lamaran kerja (tips pembuatan CV/resume, interview) kayaknya ya akan cocok untuk rentang usia tersebut.
  • TikTok telah menjadi kata kerja (verb). Contohnya: Yuk TikTok-an dulu. Artinya, TikTok telah populer sedemikian rupa.

Tiktok Marketing Strategy

  • Melihat rentang usia para penggunanya yang didominasi oleh Gen Z, platform ini sangat tepat untuk brand-brand yang menyasar/mengedukasi Gen Z.
  • Gunakan hashtag yang representatif
    • Popular hashtag utk dapat jangkauan luas
    • Niche hashtag utk tampil beda
  • Gunakan hashtag yang challenging untuk kampanye merek
  • Libatkan influencer (sebagaimana socmed pada umumnya). Ketatnya kompetisi menyebabkan tumbuh organik semakin sulit.
  • Berikan deskripsi singkat yang ‘menggigit’ (short snappy description)
  • Gunakan fitur filter agar menjadi penampil yang unik di antara kerumunan TikTok: Trending, New, Interactive, Editing, Beauty, Funny, World, and Animal categories.
  • Ada lagi fitur green screen effect, untuk mengganti warna/motif latar belakang konten. Sebagaimana yang biasa kita lihat di behind-the-scene produksi film layar lebar.
  • Konten TikTok berdurasi hingga 1 menit. Manfaatkan kesempatan yang sempit tersebut untuk menyampaikan pesan kita.
  • 8 dari 10 pengguna TikTok mengunakan app ini beberapa kali dalam sehari. Kontras dengan 75% apps yang diunduh, dipakai sekali, lalu dilupakan.
  • Omni Traffic: organic traffic, paid (ads) traffic, traffic from influencer, etc.
  • Traffic berbayar sendiri bisa diarahkan ke tujuan-tujuan berikut:
    • Kunjungan ke situs web
    • Penginstalan aplikasi
    • Penjualan online

Studi Kasus

Setidaknya, saya akan membahas bagaimana sebuah toko ponsel dan seorang HR Vlogger memanfaatkan TikTok dan melaksanakan TikTok Marketing.

GoodPonsel

GoodPonsel adalah sebuah toko ponsel di Gianyar, Bali.

Hits karena kreasi rilisnya berupa ekspresi dan gerakan tari kreatif. Tidak hanya di TikTok, konten yang sama juga dirilis di Instagram (Post dan Stories).

Reshare oleh IG user lain di story masing-masing, menyebabkan peningkatan follower dan engagement di IG, YouTube dan tentunya TikTok milik GoodPonsel.

Eksekusinya bagaimana? Saya perhatikan di antara sekian video GoodPonsel, ada satu karyawati yang selalu tampil. Rekan-rekannya bisa berganti, tapi dia selalu hadir. Saya kira, dialah yang berperan sebagai koreografer.

Eza Hazami

Eza saat ini sudah ada di YouTube, Instagram, dan Twitter.

Saya amati, strategi Eza sebenarnya hanya menambah channel baru via TikTok. Gak tahu ya, apakah benar-benar ada user baru di TikTok ini. Kan bisa jadi, mereka sudah punya Twitter/IG/YouTube duluan.

Konsep kontennya juga tidak berbeda. Materi yang sama, masih masuk kok, ketika dirilis di ketiga jenis socmed yang lebih dulu ada. Dengan kata lain, tidak menambah rumit proses produksi.

Tantangan TikTok

TikTok ini menambah pusing tim yang berkutat dengan manajemen produk/brand. Kerepotan mengelola social media yang sudah ada, ditambah lagi dengan platform yang baru ini.

Adaptasi terhadap platform yang baru, membutuhkan waktu, sumberdaya, dan energi untuk mempelajari dan menguasainya.

Ada plus-minus ya, antara benar-benar digarap sendiri, atau diserahkan kepada vendor.

Digarap sendiri butuh waktu untuk mencapai kompetensi. Realisasi sukses yang instant, jelas semakin berat. Sebagai tambahan, temuan dari riset/pengalaman masih sangat terbatas.

Bagaimana jika diserahkan kepada vendor? Bedanya adalah studi kasus dan pengalaman mereka akan memudahkan kita untuk mengelola dan membangun followers di platform yang baru ini. Tentunya ada modal yang wajib dikeluarkan atas proses yang lebih ‘instant’ tersebut.

Referensi:

  • https://autotekno.sindonews.com/berita/1523692/207/pengguna-tiktok-di-indonesia-didominasi-generasi-z-dan-y
  • https://katadata.co.id/ariayudhistira/infografik/5e9a495b18002/demam-tiktok-melanda-dunia
  • https://wartakota.tribunnews.com/2020/03/09/update-perwakilan-tiktok-indonesia-umur-di-bawah-14-tahun-dilarang-main-tiktok?page=all
  • https://yooreka.id/levelup/instagram-vs-tiktok/
  • https://id.oberlo.com/blog/tiktok-statistics

Baca juga tulisan lain saya soal STRATEGIC MARKETING ya.

Sang Penghibur

Sang Penghibur: Inspirasi dalam Harmoni. Satu di antara sekian gebrakan pemasaran group band Padi Reborn.

Tiap Jumat malam, kini ada program di .NET TV, Sang Penghibur: Inspirasi dalam Harmoni yang di-host oleh Padi Reborn. Ini konsep baru ya.

Kalau seringnya individu/pasangan musisi yang membawakan program (David Naif di Berpacu dalam Melodi, Vincent-Desta di Tonight Show, dll), baru kali ini host-nya sebuah group band.

Konten program tersebut (selain talkshow) ada tiga: lagu dari Padi Reborn itu sendiri, lagu Padi Reborn yang di-cover oleh musisi tamu, serta lagu dari musisi tamu itu sendiri.

Gebrakan Pemasaran

Program ini, adalah gebrakan pemasaran yang ke-sekian dari Padi, ya. Di antaranya pernah ada: peluncuran (launching) album di lokasi yang unik: McDonald Sarinah (album Save My Soul), KRI Teluk Mandar 514 (album Tak Hanya Diam).

Pernah juga membuat mini series bertajuk “Menanti Sebuah Jawaban” yang tayang di SCTV, film pendek “Menanti Keajaiban” bersama sutradara Angga Dwimas Sasongko, dan lain sebagainya.


Sejak awal, Padi declare bahwa genre-nya adalah Pop-Rock.

Yang saya pribadi tidak suka, industri musik komersil di Indonesia sangat fokus di percintaan yang menye-menye (melankolis, galau, sedih).

Daripada bermain di samudera merah macam begitu, Padi melakukan zoom out pada pasar yang digarap: tidak hanya percintaan, tapi juga persahabatan, perjalanan hidup, dan tema-tema lain yang tidak termasuk arus utama (mainstream).

Menurut saya, lagu-lagunya Padi itu menerapkan konsep positioning yang tepat.

Maksudnya, tidak merilis jenis lagu yang banyak dibuat oleh band-band lain. Lagu semacam “Sang Penghibur”, “Sobat”, “Harmoni”, itu lagu-lagu yang jelas jarang atau bahkan tidak pernah dibuat oleh musisi-musisi tanah air.

As you may already know, Sang Penghibur berkisah soal profesi seniman, Sobat soal teman yang menikung kita dan merebut pasangan, hehehe.

Di sisi lain, lagu semacam “Kasih Tak Sampai” tuh sebenarnya banyak banget dirilis oleh musisi tanah air.

Ingat Jikustik? Populer kok, pada masanya. Popularitasnya terutama disebabkan lagu-lagu patah hati.

“Kasih Tak Sampai” yang merupakan judul novel karya Marah Rusli dengan lakon utama Sitti Nurbaya, sebenarnya kisah klasik yang terjadi di mana-mana, ‘kan?

Yang membedakan hanyalah eksekusi dari Mas Piyu dkk memang ciamik.

Dari Padi sendiri, “Kasih Tak Sampai”-nya Padi bisa dianalogikan dengan “Love of My Life”-nya Queen.

Yakni lagu yang diposisikan khusus untuk memberikan ciri yang khas pada band tersebut.

Jualan Dulu, Baru Berkarya

Sedikit lebih beda, lebih baik daripada sedikit lebih baik.

Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo

Maksudnya Mas Pandji tuh, sebagai pemasar, tidak harus membuat karya yang lebih baik.

Namun, membuat karya yang sedikit berbeda, akan lebih menolong kita dalam memasarkan sekaligus menjualnya.

Padi tuh setau saya, lebih sering membuat musiknya dulu baru lirik. Konsep musiknya dimatangkan dulu, baru dicarikan lirik yang tepat.

Seperti peran teks dalam aplikasi digital: flow/experience/message untuk si user harus clear dan dapat konteksnya dulu, baru diberikan teks yang pas dan representatif.

Tanpa teks, terasa bingung tanpa arah.

Dengan teks, menguatkan maksud dan tujuan konsep musik yang sudah dibangun.

Peran Orisinalitas

Musik itu kan salah satu cara berekspresi ya. Menyuarakan hati para penikmat musik, adalah salah satu strategi berkarya para musisi.

Which is, sengaja tidak sengaja, by design or not, arah industri musik komersil kita saat ini seakan-akan hanya pada tema percintaan semata — sempat saya sebutkan di atas.

Di tengah-tengah samudera yang semakin memerah –kompetisi semakin ketat–, tampil beda adalah kewajiban. Dan ini semakin tidak mudah. Sebab, asal beda belum tentu laku.

Akhirnya, satu-satunya jawaban adalah menjadi diri sendiri. Bagaimana mengeksplorasi ke dalam diri untuk menghasilkan karya yang orisinil.

Jadi, daripada sekedar membuat karya musik yang disukai dan dinyanyikan, serta menjadi sarana berekspresi para penikmat musik secara umum dan fans secara khusus, jelas tidak salah menjadi egois dalam berkarya.

Inilah yang tampaknya dilakukan oleh Padi, di album Save My Soul.

Album ketiga tersebut, menjadi “ujian” sekaligus filter bagi mereka yang mentasbihkan diri sebagai “Sobat Padi”. Apakah benar-benar fans, atau sekedar penikmat musik secara umum.

Kenyataannya memang, bagi kebanyakan Label Mayor, album ketiga adalah titik kritis apakah sebuah group band akan terbang tinggi atau tetap biasa-biasa saja.

Kita semua tahu, Padi Reborn masuk kelompok yang mana.

Tantangan Pasca Vakum

Tujuh tahun waktu yang cukup panjang.

Ibarat terakhir ketemu pas kelas 6 SD, tau-tau sekarang sudah tingkat 1 kuliah saja.

Pasca vakum, ada dua tantangan yang dihadapi oleh Padi Reborn.

Besar atau kecilnya tantangan tersebut tentu relatif, tetapi ada 2 yang jelas signifikan: (1) Pendekatan berkomunikasi dan pemasaran yang serba digital: vlog, IG stories, twitter, dan sebagainya.

Kedua adalah pasar (yang tadinya masih balita, TK, atau SD) menghendaki jenis musik yang lebih “santai” daripada pop-rock Padi yang dulu.

Tantangan kedua ini, setidaknya dihadapi dengan re-aransemen yang lebih akustik dan penggunaan warna string pada musik pada album “Indra Keenam”.


Dari uraian di atas, Sang Penghibur benar-benar mentasbihkan diri sebagai “Sang Penghibur”.

Bukan sekedar bermusik, menunjukkan orisinalitas karya, tetapi juga menghibur (to entertain) dengan konten dan medium yang berbeda-beda.

Baca juga: Padi Reborn, Piyu, dan Jualan Musik Zaman Now.

Bisnis yang cocok menggunakan SEO

Lima kriteria produk/usaha yang cocok dipasarkan dengan teknik-teknik SEO

SEO (Search Engine Optimisation) adalah salah satu tools dalam digital marketing. Sebagaimana tools lainnya, tidak semua produk atau bisnis, cocok dengan metode pemasaran ini. Sebab, tidak ada satu peluru (atau senjata) marketing yang sukses di semua pasar, produk/jasa, atau tipe usaha.

Berikut ini, saya sarikan 5 (lima) kriteria dari produk atau usaha yang cocok menggunakan teknik-teknik SEO.

Ada yang mencari di mesin pencari.

Bukan sekedar mencari untuk lebih tahu, sebenarnya. Tapi cenderung untuk membeli.

Kalau untuk tahu, ada yang mencari di internet untuk mendapatkan letak toko terdekat, menemukan kelebihan-kekurangan produknya (mencari konten review produk), membuat produknya sendiri (DIY – Do It Yourself), dan lain sebagainya.

Yang perlu kita temukan adalah pembeli-pembeli yang sudah melalui fase di atas, ingin merasakan solusi, serta bersedia membayar.

Jadi, yang mencari pasti ada. Namun, validasi adalah aktifitas lanjutan yang wajib kita lakukan untuk menyaring para pencari sehingga kita mendapatkan para calon pembeli.

Ada dua tools yang saya gunakan. Yaitu perangkat yang bisa merekomendasikan kata kunci (keyword) untuk dibidik, serta perangkat trends.google.com untuk memahami tren penggunaan keyword tersebut oleh para calon pembeli.

Produknya tidak identik dengan marketplace.

Apa saja produk yang bisa dijual di marketplace seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Shopee, Blibli, dan sejenisnya?

Makanan, pakaian, perlengkapan, dan sebagainya yang pembeli dan penggunaanya adalah orang yang sama. Kemungkinan besar, dia yang membeli, dia yang membayar, dan dia juga yang menggunakan.

Ada cara kedua untuk mengidentifikasi. Yaitu, bagaimana pengiriman produk akan dilakukan. Apa mungkin produk tersebut dikirim melalui jasa kurir seperti JNE, JNT, Paxel, SiCepat, dan sejenisnya?

Bila ya, itu artinya produk tersebut cukup kecil atau ringkas untuk dikirim menggunakan sepeda motor, dan bisa sampai ke pengguna dalam waktu singkat (2-3 hari). Bukan barang yang berat, sehingga harus kurir dengan volume besar (mobil box antar kota, kapal antar pulau).

Produk/layanan masih baru

Karena kalau sudah agak lama, dia akan berada di marketplace. Mengapa?

Kalau market sudah memahami spesifikasi dan harga produk tersebut, maka akan ada produsen yang membuatnya secara massal. Ini berjalan dua arah, sebenarnya. Market paham, permintaan meningkat. Suplier paham, penawaran produk ikut meningkat. Jadi sama-sama mempengaruhi, sebenarnya.

Produk atau jasa yang bisa di-SEO-kan adalah produk dengan pengguna relatif terbatas (belum tentu nilai market-nya kecil, ya) atau produk yang sulit disediakan karena kerumitan spesifikasinya. “Terbatas” juga bisa berarti produk tersebut sulit/mahal untuk dikirim jarak jauh.

Siap menunggu 6-12 bulan

SEO tidak menghasilkan secara instant. Harus bersedia keluar uang dulu untuk “mengedukasi” pasar. Hasil berupa leads, apalagi omzet tidak datang dalam seminggu, apalagi sehari. Kita wajib menunggu 6-12 bulan hingga calon pembeli yang bertanya, atau bahkan hingga benar-benar mengeksekusi pembelian. Paling cepat pun sekitar 4 bulan.

Marjin laba (profit margin) lebih dari cukup

Karena harus investasi dulu 4-6 bulan sebelum menemukan pembeli, maka keuntungan dari lini produk tersebut harus cukup untuk membiayai jasa SEO.

Kalau di marketplace, harga sudah terbentuk. Persaingan bukan lagi sekedar harga terendah. Yes, laba dan marjinnya tergerus tajam. Melainkan di layanan (service) apa yang diberikan oleh toko (termasuk diskon atau bentuk potongan harga yang lain), dan efisiensi rantai suplai (supply chain).


Lima kriteria di atas mulai menunjukkan titik terang menuju jalan yang lurus dalam menggunakan teknik SEO.

Yaitu, produk atau usaha Anda merupakan usaha bisnis yang sifatnya business-to-business (B2B). Atau, merupakan jasa yang dicari dalam radius tertentu (skala kecamata, kota, atau jarak tertentu).

Anda sudah paham apa itu B2B. Seringkali, pengguna produk/jasanya tidak sama dengan yang membayar (alias bagian keuangan). Demikian pula yang menghendaki/memutuskan pembelian; dia bukan technical user, bukan pula finance. Minimum, kita harus mengedukasi ketiga pihak tersebut lewat konten-konten kita.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.

Segmentasi Masjid di Indonesia

Pahami segmennya. Analisis targetnya. Petakan strateginya. Demi kemakmuran masjid bersama.

Sudah lama ingin berutak-atik-gathuk soal analisis STP terhadap masjid-masjid di negeri ini. Selama ini, sok sibuk kejar tenggat waktu (deadline) pekerjaan. Nge-blog seadanya seminggu sekali.

Nah, Mumpung lagi Ramadhan 1441 Hijriyah, lagi ingin menindaklanjuti konten lama di blog lama juga: https://ikhwanalim.wordpress.com/2015/07/16/masjidpreneurship/

Dilihat dari perspektif strategic marketing, ada beberapa segmen bangunan ibadah tersebut di Indonesia. Pendekatan primer dalam kategorisasi berikut ini adalah berdasar demografi dan perilaku (behaviour) para jama’ahnya.

Masjid Perumahan

Tentu saja jamaah utamanya warga setempat. Demografinya mengikuti usia perumahan tersebut. Saya lihat, ada dua subkategori. Masing-masing subkategori membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Perumahan Baru.

Isinya keluarga-keluarga muda. Dengan anak-anak yang masih kecil.

Materi Islamic Parenting cocok untuk lingkungan tersebut.

Perumahan Lama

Perumahan yang sudah berusia 3-4 dekade. Penghuni utamanya didominasi pensiunan. Banyak kakek-nenek. Anak-anak kecil adalah cucu-cucu mereka. Sedikit sekali keluarga muda.

Masjid Perkantoran

Menurut JK, kantor-kantor boleh membangunnya sendiri. Karena ibadah Jumat masih dilakukan di hari kerja. Untuk mempersingkat jarak dan waktu, kantor boleh menyediakan masjid dan menyelenggarakan shalat Jumat.

Jama’ah segmen kantor nyaris tidak ada anak kecil. Paling tua di usia sekitar pensiun (sebelum maupun sesudahnya, karena masih ada yang dikontrak kerja pasca pensiun). Pemuda-pemudi yang baru bergabung di perusahaan, bisa ditarget dengan materi seputar persiapan pernikahan. Contoh materinya: memilih dan mendidik pasangan menuju keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Masjid Perkantoran
An-Nuur, Masjid Kantor Bio Farma di Kota Bandung

Masjid Pusat Perbelanjaan

Pusat belanja, baik modern atau semi modern, buka di empat (4) waktu sholat. Dhuhur sampai Isya. Tidak heran ‘kan pusat perbelanjaan harus ada tempat ibadah yang cukup secara kapasitas, nyaman digunakan oleh banyak orang secara bergantian, dan buka di rentang waktu yang panjang.

Masjid Pusat Perbelanjaan
Masjid Nurul Iman, di lantai 7 Blok M Square, Jakarta Selatan

Masjid Kampus

Diramaikan oleh mahasiswa, civitas akademika, hingga pedagang-pedagang di sekitar.

Sebelum kehadiran Masjid Salman (1972), warga ITB memanfaatkan Aula Barat untuk melaksanakan Shalat Jumat. Masjid Salman ITB kini memosisikan diri (“positioning“) sebagai “pembina” bagi masjid-masjid lainnya. Infografis berikut menyajikan pembinaan tersebut dalam angka.

Masjid Agung

Selain kapasitasnya yang memang besar, yang biasanya masuk ke dalam klasifikasi ini juga menjadi simbol suatu kota/kabupaten.

Terletak di pusat keramaian dan belanja kota Bandung: Jalan Asia Afrika. http://humas.bandung.go.id/humas/profil/riwayat-denyut-kota-bandung

Pemberian Nama

Nama adalah do’a. Jadi berikanlah nama sesuai dengan kebaikan yang dikehendaki akan terwujud oleh do’a. Selain itu, nama adalah identitas yang menjadikan pemilik nama (termasuk bangunan ibadah umat muslim) menjadi berbeda dari lainnya.

Tidak apa memberi nama dengan nama orang. Maksudnya bukan untuk mengkultuskan orang tersebut. Termasuk ketika dibangun dari wakafnya seseorang. Cek link ini untuk lebih paham https://konsultasisyariah.com/33421-memberi-nama-masjid-dengan-nama-orang.html

Atau beri nama sesuai data-fakta/karakter masjid tersebut. Misalnya, Al-Muhajirin, karena memang menjadi persinggahan sementara oleh orang-orang yang tidak tinggal atau bekerja di wilayah tersebut. Kebetulan, di perumahan saya maupun perumahan ortu saya, nama masjidnya sama-sama Al-Muhajirin.

Cara ketiga adalah memberi nama sesuai dengan nama daerah,seperti misalnya Masjid Jogokariyan. Jogokariyan adalah nama kampung. Bukan ofisial nama kelurahan atau kecamatan. CMIIW.

Yang disebut terakhir ini unik, karena selalu berupaya agar pada tiap pengumuman, saldo infaq hanya setara nol rupiah. Alasannya sederhana, saldo yang sangat besar akan menyakiti saat ada sebagian warga yang sakit namun tak bisa ke rumah sakit karena tak punya biaya, atau ada warga miskin yang tidak bisa bersekolah, dan dan sebagainya.

Ramah Anak

Reposisi dari “masjid yang menganggap anak-anak sebagai pengganggu kekhusyukan beribadah” menjadi “masjid sayang anak”

Selain itu, anggapan bahwa anak-anak tidak boleh berada di shaf depan. Padahal hak ada di shaf depan adalah yang datang duluan, bukan berdasarkan usia.

Pusat Ekonomi

Pencipta keramaian (crowd). Di mana ada crowd, saya yakin di sana ada pasar. Dengan sendirinya, masjid yang ramai adalah pusat perputaran ekonomi. Manajemen wajib berbuat adil dengan tidak mengusahakan suatu kegiatan ekonomi yang sudah dilakukan oleh salah satu jama’ahnya. Contohnya adalah warung makan, minimarket, printing/photocopy, konter HP dan pulsa, busana muslim, percetakan, penerbit, atau kios buku merupakan salah satu usaha riil yang bisa ditempuh dalam rangka membangun kewirausahaan.

Menuju Kemakmuran

Yang utama bukanlah kemegahan bangunan fisiknya. Melainkan kemakmuran di dalam dan luarnya. Segmentasi yang sudah disusun di atas, hanyalah salah satu strategi “pemasaran” menuju kemakmuran masjid yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Strategi Omnilytics selama Pandemi Covid-19

Omnilytics adalah platform data ritel, yang menggerakkan bisnis pengambilan keputusan dengan wawasan yang mendalam dan dapat ditindaklanjuti.

Introduksi

Omnilytics: Peritel busana di seluruh dunia sedang berebut bertahan.  Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengumumkan pada 21 Maret bahwa manufaktur untuk barang mewah harus dihentikan, sehingga mengganggu industri senilai $ 107,9 miliar dolar ini. Pada saat laporan ini dibuat oleh Omnilytics, pandemi ini telah menyebar di 167 negara, dengan kasus yang dilaporkan meningkat secara eksponensial di negara-negara seperti Italia, Iran dan Amerika Serikat (termasuk Cina, negara di mana pekerjaan alih daya –outsourcing—banyak diterima). Merek-merek seperti seperti Prada dan Ferragamo menurunkan skala produksi untuk mengurangi risiko. Di sisi sebaliknya, penjualan digital Nike mengalahkan prediksi, yaitu terjadi peningkatan sebesar 36%.

Dengan cepat, Zara -pemilik Inditex- mengumumkan turunnya penjualan sebesar 24%. Dikhawatirkan, ini baru puncak gunung es. Dengan pembatalan Musim NBA, penundaan Copa Amerika, dan toko-toko yang dipaksa-tutup di Kanada dan AS, para ahli memprediksi penjualan Under Armor dan Adidas akan suram. Karena kekurangan bahan baku bahan dari Cina, pabrik garmen di Bangladesh, Kamboja dan Vietnam telah ditutup – secara efektif menyisakan jutaan pekerja tanpa sumber penghasilan.

Menurut sebuah survei oleh komite desain Altagamma, perusahaan konsultan BCG dan firma manajemen aset Bernstein, merek-merek mewah akan kehilangan laba sebesar € 10 miliar. Dalam beberapa minggu terakhir, pasar produk-produk mewah telah merasakan dampak dari terlalu mengandalkan konsumen Cina. Rumah mode mewah Prada baru-baru ini mengumumkan bahwa wabah telah “menghentikan lintasan pertumbuhannya”.

Secara global, Cina mewakili 33% konsumen untuk pembelian barang mewah, dan menurut laporan Bain & Company,  proyek pertumbuhan 20% untuk barang-barang mewah di tahun 2018 dan 2019 di Cina. “Orang Cina telah menjadi pembalap tunggal terbesar dalam kemewahan dan mode dalam 10 tahun terakhir, ”kata Pauline Brown, mantan ketua LVMH regional Amerika Utara.

Pasar barang mewah kini harus memikirkan ulang strateginya. Layanan sangat personal –yang menjadi ciri khas– sekarang menjadi lapuk. Dalam pandemi, prioritas berubah. Pauline Brown menambahkan bahwa para konsumen kini semakin fokus pada kesehatan, dan mengurangi belanja barang mewah.

Untuk saat ini, pemain barang mewah mengambil tindakan pencegahan dalam rantai pasokan mereka. Louis Vuitton, Prada dan Ferragamo dilaporkan telah mengurangi produksi guna mengurangi dampak.

Ada 5 (lima) strategi besar dari Omnilytics dalam rangka menyelamatkan usaha, staf, dan pelanggan melewati pandemi Covid-19 yang berat ini:

  • Penstabilan Penjualan dan Pengurangan Inventori
  • Mitigasi Kejutan Suplai
  • Penguatan Operasional
  • Navigasi Pergeseran Pelanggan
  • Peninjuan Kembali Pemasaran

Penstabilan Penjualan dan Penurunan Inventori

Omnilytics:

  • Memaksimalkan peningkatan pengeluaran untuk aktifitas online. Karena toko ditutup atau boleh beroperasi untuk jam yang terbatas, sebagian besar konsumen beralih ke belanja online. Pengecer harus memanfaatkan peluang online ini untuk mengimbangi kemerosotan ritel fisik.
  • Uji distribusi omnichannel secara maksimal. Gunakan periode percobaan ini pada berbagai distribusi saluran. Tetap gesit, memastikan visibilitas penuh pada kinerja penjualan dan secara konstan memonitor penjualan. Tambah atau kurangi biaya pemasaran berdasarkan penjualan yang dihasilkan.
  • Stabilkan inventaris yang mudah berubah level. Banyak pengecer berisiko kekurangan stok karena gangguan rantai pasokan. Dalam situasi ini, pengecer harus menerapkan perlindungan terhadap persediaan yang semakin menipis.
  • Bersikap fleksibel dengan margin keuntungan. Penurunan harga mungkin diperlukan untuk mendorong selera konsumen dan belanja awal.
  • Amankan stok tambahan atau stok strategis melalui pemasok yang baru. Mempertahankan arus kas sangat penting saat ini. Tingkatkan persediaan pada produk-produk inti –seperti t-shirt dan jeans– yang dapat dengan mudah direproduksi bersama pemasok lain.

Mitigasi Kejutan Suplai

Di sisi sebaliknya, baju santai (loungewear) akan menjadi kategori yang potensial sejak mayoritas populasi diperintahkan untuk tinggal rumah. Hal yang sama berlaku untuk pakaian olahraga (active wear). Merek yang bermain di kategori ini, kemungkinan besar invetarisnya akan rendah karena orang akan cenderung berolahraga di rumah.

  • Analisis implikasi jangka pendek dan panjang. Kemungkinan jangka pendek implikasinya termasuk tenggat waktu yang terlewat, tingkat produk yang tidak memadai untuk meluncurkan tantangan baru atau logistik. Implikasi jangka panjang bisa berdampak pada biaya atau masalah dalam perencanaan permintaan. Nilai semua pro dan kontra sebelum mengambil keputusan.
  • Nilai polis asuransi untuk memastikan perlindungan keterlambatan produksi. Ini dapat menghilangkan biaya tambahan terjadi karena logistik dan tarif yang dialihkan.
  • Jelajahi peluang pemasok atau manufaktur yang berlokasi dekat pantai. Meskipun strategi ini dapat berisiko peningkatan HPP, produksi lokal memungkinkan respon yang lebih cepat.

Penguatan Operasional

Dengan masalah saat ini, pengecer akan menghadapi masalah understocking dan overstocking. “Penguatan Operasional” berupaya mengejar posisi di tengah-tengah kedua ekstrim tersebut.

  • Mempersiapkan rantai pasok dan merencanakan “Plan B” yang tepat.
  • Perluas saluran e-commerce segera. Pada saat ini, sumber daya harus diarahkan memperluas kemampuan e-commerce, memastikan platform e-commerce berfungsi penuh, stabil dan dilengkapi dengan alat dan pelacakan yang diperlukan untuk pemantauan kinerja.
  • Mengurangi jam operasi dan menutup toko di daerah pejalan kaki yang kurang ramai.

Navigasi Pergeseran Pelanggan

Pengecer, tergantung pada level mereka melakukan digitalisasi, masing-masing akan memiliki satu set tantangan untuk dipecahkan. Untuk toko pinggir-jalan tradisional, mereka akan memasuki pasar online; untuk pengecer omnichannel, berupaya untuk tetap kompetitif secara online. Merek-merek E-commerce, di sisi lain, akan menghadapi masuknya pesaing lama di lanskap digital.

Acara-acara Run Way banyak yang dibatalkan atau ditunda, sehingga para pemain kehilangan peluang penjualan. Di Asia Tenggara dan Timur Tengah, penyebaran Virus mengganggu Idul Fitri, sebuah pesta yang meriah dirayakan oleh umat Islam di wilayah tersebut. Di Indonesia, para pemain mempersiapkan idul Fitri bahkan sejak setahun sebelumnya.

  • Antisipasi bagaimana konsumen akan bereaksi selama dan sesudah krisis ini. Krisis ini kemungkinan akan menyebabkan resesi global. Sehingga para pemain harus melakukan penilaian ulang terhadap motivasi pelanggan, menyelaraskan diri dengan nilai-nilai pelanggan yang baru, serta membangun ulang loyalitas pelanggan.
  • Antisipasi perubahan nilai. Penelitian dari pemulihan di Cina menunjukkan kesehatan sekarang menjadi prioritas utama. Ini menunjukkan penjualan kelas atas (barang mewah) akan menurun. Sebagaimana fokus akan bergeser ke kesehatan dan kebugaran, maka  kategori active wear adalah peluang paling cemerlang.

Pertimbangkan Ulang Pemasaran

Perubahan yang paling jelas adalah konsentrasi pada digitalisasi, karena semua orang ada di dunia kini bekerja, berbelanja, beraktifitas seputar kesehatan dan kebugaran dengan bantuan online.

Masalah yang lebih besar lagi adalah terbaharuinya selera konsumen. Jika situasi ini bertambah buruk, maka ritel fesyen mungkin tidak lagi menjadi yang paling penting. Terutama untuk individu dan keluarga yang kekurangan uang; mereka akan lebih memprioritaskan pada barang-barang yang lebih esensial untuk bertahan hidup.

Bertahun-tahun ini, kategori barang mewah telah menjadi yang paling lambat mengadopsi e-commerce. Masalah paling mudah ditemukan di dunia online adalah barang palsu dari merek-merek mewah tersebut. Pemain barang mewah kini dilema; sebab berjualan secara online malah menginspirasi peniruan dan produksi barang palsu.

  • Menemukan cara baru untuk terhubung dengan audiens. Bukan hanya harus mereka memperhatikan pergeseran pelanggan dalam cara mereka berbelanja, tetapi juga bagaimana mereka mengkonsumsi konten. Sebagaimana kita ketahui, Run Way sedang minim sekali diselenggarakan.
  • Tampil berbeda di dunia online. Karena mayoritas populasi –dan kompetitor– akan menjadi online, maka tampil dan memberikan penglaman berbeda menjadi sangat penting saat ini.
  • Mengevaluasi anggaran pemasaran dan pengeluaran media. Hentikan pemasaran yang belum mendesak di saat pandemi ini, seperti kampanye dan acara offline.
  • Aktifkan strategi media sosial. Karena sosial distancing dan remote working “mengunci” orang-orang di rumah, maka meningkatkan aktifitas di media sosial menjadi penting. Investasikan kembali anggaran pemasaran offline ke upaya-upaya pemasaran digital.

Mengelola tenaga kerja

  • Kunci untuk selamat dari krisis ini adalah kelincahan dan fleksibilitas dalam organisasi perusahaan
  • Menerapkan kerja jarak jauh dan menghentikan perjalanan bisnis sesuai dengan kaidah-kidah physical distancing.
  • Tunjuk penanggung jawab untuk memberikan informasi dan menjawab pertanyaan staf. Salah satunya dengan membangun komunikasi dua arah langsung antara manajemen dan staf untuk menghindari kepanikan dan kebingungan di antara staf.
  • Temukan cara untuk meningkatkan moral staf. Pastikan kepentingan dan kesehatan karyawan adalah prioritas utama.

Demikian 5 (lima) strategi dari Omnilytics guna menghadapi dan melalui pandemi dan krisis global ini. Omnilytics adalah platform data ritel, yang menggerakkan bisnis pengambilan keputusan dengan wawasan yang mendalam dan dapat ditindaklanjuti.