Anxiety of Technical Writer

Setiap pekerjaan tentu saja ada dinamikanya ya. Naik dan turunnya. Plus dan minusnya. Keuntungan dan kerugian yang harus ditelan mentah-mentah. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, akan membantu kita mengelola harapan (setting expectation). Sehingga kita bisa lebih legowo dalam menerima peran dan fungsi profesi masing-masing serta bisa memberikan karya yang terbaik.

Demikian pula dengan profesi Technical Writer (TW) yang tidak luput dari advantages maupun disadvantages.

Reality Check from User Experience

Sebagai technical writer, saya ada perasaan bahwa dokumentasi teknis (technical document) yang saya buat itu tidak sepenuhnya dibaca oleh pengguna (user).

Apalagi seiring dengan berkembangnya ilmu dan praktik User Experience (UX) ya. Manual-manual penggunaan yang dulu dibaca oleh pengguna kini sudah “diatasi” lebih dulu oleh desain yang user-friendly. Dapat dikatakan UX ini “mencegah” user membaca manual yang saya buat.

Unik ya, hehe. Karena kita menuliskan sesuatu yang wajib ada, tetapi tidak dibaca oleh penggunanya. Hehe.

Jadi, instead of menjadi petunjuk/manual penggunaan, maka arah dokumentasi yang saya buat lebih kepada menyelesaikan masalah (problem) yang andaikata terjadi tatkala aplikasi digital tersebut digunakan. Misalnya lewat halaman Help dan Frequently Asked Questions (FAQ).

Sebenarnya, UX tidak seburuk yang saya ilustrasikan di atas. Justru menjadi bidang baru yang perlu kita kuasai juga. Minimal untuk mengklasifikan mana yang masuk ranah UX design sehingga mengarahkan desain yang kita berikan kepada user. Maupun memberikan petunjuk (clue) kepada kita mana saja dokumen pemecah masalah yang akan berperan seperti Help dan FAQ.

Articulating User Requirement

Di samping itu, pekerjaan saya adalah menuangkan kebutuhan pengguna (user requirement). Baik yang bersifat fungsional maupun teknikal menjadi Requirement Specification (Spesifikasi Kebutuhan) dan Technical Specification (Spesifikasi Teknikal). Yang kedua ini biasa juga disebut sebagai Design Specification atau Technical Design Specification.

Selain yang sudah disebut di atas, ada juga dokumen-dokumen terkait Manajemen Proyek/Produk. Product Management kalau perusahaannya lebih banyak mengandalkan produk untuk melayani penggunanya dan Project Management kalau layanannya didominasi mengerjakan proyek milik klien.

Kenyataannya, dokumen-dokumen tersebut memang bagian dari deliverables yang harus kami sediakan mengiringi aplikasi digital itu sendiri. Dan memang sudah satu paket dengan proses yang perusahaan janjikan sebelumnya. Benar adanya bahwa kami dibayar atas aktifitas dan barang jadi tersebut.

Kembali ke kenyataan pahit di atas. Dokumennya wajib ada, tetapi belum tentu akan dibaca.

Real Conflict

Konflik yang saya rasakan adalah itu semua “hanya”-lah pekerjaan. Bekerja demi menyambung nyawa. Atau, istilah zaman now “demi segenggam berlian”. Sehinnga pekerjaan di kantor bukan suatu aktifitas yang “menyenangkan”.

TW harus bisa memberikan batas ya. Bukan karena suka dan bisa menulis, lantas semua harus dituangkan ke dalam dokumen. Kapan harus meriset (dan berhenti meriset), kapan waktunya menulis, kapan waktunya untuk menyunting (dan membuang kata-kalimat-paragraf yang hanya membuat penuh sesak).

Blogging

Kontras bagi saya, yang menyenangkan adalah kegiatan yang memupuk rasa ingin tahu (curiosity) dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan (questions) tersebut. Semisal ya aktifitas blogging ini.

Yeah, harus diakui kenyataannya bahwa apa yang saya ingin tahu belum tentu sama dengan apa yang ingin pembaca tahu dari blog ini. Apalagi dengan aspirasi dari warganet (netizen) yang tercermin di mesin pencari seperti Google lewat queries dari “people also search” atau Latent Semantic Indexing (LSI).

Sebagai blogger kita harus bisa membaca maksud (intention) para pembaca. Apakah sekedar mendapat informasi, mencari perbandingan antara para penyedia, maupun user intention yang lain.

Jadi, mencari jawaban dari segala pertanyaan sudah menyenangkan bagi saya. Apalagi setelah menuangkannya ke dalam blog ini. Hal tersebut kadang-kadang berimbas kepada Pageview (PV) yang tinggi. Seringkali juga tidak.

Tiga Tipe Artikel yang Harus Ada di Blog Kamu.

Bagaimanapun juga, dalam blogging yang utama adalah menuliskannya, bukan? Instead of melihat PV-nya tinggi atau tidak.

Kacamata lain yang bisa kita gunakan adalah “dokumentasi”. Layak atau tidak, penting atau tidak untuk didokumentasikan.

Dokumentasi

Always Benchmark-ing

Pekerjaan saya di kantor terkait dengan mendokumentasikan proyek-proyek milik perusahaan yang sifatnya eksternal maupun proyek-proyek internal.

Keduanya ibarat dua roda berbeda yang saling terhubung lewat suatu rantai yang penggerak utamanya adalah roda “internal”. Jadi bagaimana menggerakkan roda internal (dengan usaha seminimum mungkin) agar roda eksternal ikut bergerak membawa kita mencapai tujuan. Dalam proses tersebut, roda eksternal wajib memberikan umpan balik (feedback) kepada roda internal mengenai masalah, hambatan atau tantangan yang dihadapi. Sehingga, roda internal bisa menyesuaikan diri. Misalnya dengan menyediakan cetakan (template), membuat standard, atau aktifitas lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa dokumentasi di perusahaan tuh sifatnya harus terus diperbaharui, khususnya dengan cara benchmarking ke praktik terbaik (best practices).

Make it Romantic

Hal yang sama juga saya lakukan sebagai blogger: merekam (to record) apa-apa yang saya pikirkan, lakukan, dan rasakan sendiri untuk dibaca oleh orang lain sebagai sesuatu yang bermanfaat.

Pun tatkala saya membaca tulisan saya sendiri akan berarti sebagai nostalgia bahwa oh ternyata saya pernah memikirkan hal-hal receh ini, oh ternyata pernah melakukan ini.

Sekedar perbandingan dengan khalayak kebanyakan, banyak juga lho yang menitipkan memori visualnya di Instagram (IG).

Karena penitipan memori baik berupa visual maupun teks di medium seperti IG maupun blog itu sifatnya seringkali personal dan privat serta minim maksud bisnis, maka tolok ukur (benchmark) ke luar seringkali salah sasaran.

Sama sederhananya dengan fakta bahwa perjalanan hidup tiap orang tidak sama dan tidak layak untuk membandingkan serta menentukan mana yang hidupnya lebih baik daripada orang lain.

Merekam dan memutarkembali memori kehidupan itu kan sifatnya manusia yang punya kepekaan ya. Alias romantisasi tersebut lebih karena manusia itu peka dan punya perasaan.

Idratherbewriting: Avoiding Burnout as Technical Writer

Strategi Pemasaran

Konsep Strategi Pemasaran

Kita berbisnis tidak boleh tubruk sana, tabrak sini, belajar kemudian. Harus ada strateginya. Alias rencana bisnis yang dieksekusi dengan cermat dan konsisten.

Berikut ini adalah beberapa Strategi Pemasaran yang jelas bisa Anda terapkan untuk bisnis Anda:

Branding

branding bukan soal identity, logo, ataupun desain. Branding adalah persepsi yang tertinggal tentang produk/layanan/perusahaan kita yang menjadi alasan pelanggan untuk kembali bertransaksi dengan kita. Brand adalah “jalan pintas” bagi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian.

4Ps atau 7Ps

Salah satu teori pemasaran paling sederhana yang selalu dipakai adalah 4Ps (product, price, place, promotion). Sementara untuk 7P adalah 4Ps yang ditambah People, Process, dan Physical Evidence. Ini adalah pendekatan untuk menajamkan penawaran (offering) kita kepada pasar yang kita targetkan.

Product. Dari sisi marketing, yang diurus adalah product lifecycle-nya. Bagaimana caranya supaya merek produk tersebut tetap tumbuh dan bertahan di dalam benak customer. Baik dari cara berkomunikasinya, maupun strategi distribusi dan ketersediaannya.

Channel Marketing

Berikut ini adalah beberapa saluran pemasaran yang bisa digunakan untuk mempromosikan produk dan layanan dari bisnis Anda:

Social Media

Pertama, gunakan jenis Social Media yang tepat. Untuk para profesional atau perusahaan, pakai Linkedin. Yang banyak dipakai di seluruh dunia adalah Facebook dan Instagram. Twitter is okay tapi ada segmen pasarnya tersendiri. Yang bertumbuh signifikan dalam setahun terakhir adalah TikTok.

Pilih Channel Social Media yang sesuai dengan pasar yang ditargetkan

Influencer

Bekerja sama dengan para influencer.

Kita harus tahu terlebih dahulu bahwa influencer terdiri dari 4 macam menurut jumlah follower dan skala pengaruh.

  • Nano: 1.000 – 10.000
  • Micro: 10.001 – 100.000
  • Macro: 100.001 – 1.000.000
  • Mega: Lebih dari 1.000.000
Ilustrai Nano, Micro, Macro, dan Mega Influencers. https://sociabuzz.com/agency

Begini cara bekerja sama dengan influencer: klasifikasikan menjadi dua tujuan: awareness dan engagement yang berujung sales. Awal-awal bangun awareness, kalau sudah dapat perhatian pasar yang ditargetkan, lanjut dengan engagement supaya terjadi penjualan.

Google Bisnisku

Ini adalah layanan berbasis lokasi di peta oleh Google. Wajib juga dimanfaatkan, khususnya untuk tipe bisnis yang dikunjungi oleh customer-nya. Caranya relatif gampang. Pin titiknya di Google Map, lalu lengkapi profilnya. Selanjutnya secara berkala mengundang pelanggan untuk memberikan rating dan review. Bisa juga memancing pelanggan untuk menilai dan mengomentari dengan iming-iming bonus, hadiah atau diskon.

Content Marketing

Penggunaan content untuk pemasaran. Bisa berupa artikel atau post di social media. Terasa lebih organik serta lebih riil (bahkan mungkin bisa lebih murah) kalau kita berhasil mengajak para kontributor untuk terlibat. Ini namanya User Generated Content (UGC). Mungkin dengan iming-iming tertentu ya. Misalnya Give Away (GA).

Untuk tahun 2022, diprediksi bahwa short video akan lebih intensif dan booming. Persaingan dalam distribusinya akan terjadi di kanal-kanal YouTube Short, Instagram Reels, dan TikTok.

Baca juga: Video Marketing.

Search Engine

Bisnis yang Cocok Menggunakan SEO.

Paid Marketing

Yang saya klasifikan sebagai “berbayar” di sini adalah membayar platform search engine dan social media yang sudah disebut di atas. Di antaranya IG ads, FB ads, Twitter ads, Google AdWords. Jadi organic content yang sudah dibuat, diamplifikasi lebih lanjut lewat iklan.

Event Marketing

Menurut urutan lini masa, pemasaran berbasis internet (Internet Marketing) sebenarnya baru hadir baru-baru ini. Kurang lebih 15 tahun terakhir. Jauh sebelumnya, saluran pemasaran yang pertama hadir adalah membuat event di titik-titik keramaian.

Di masa yang sangat tradisional, memancing perhatian dilakukan di pasar (yaitu suatu titik keramaian). Sekarang, titik keramaian ada di mall, sekolah, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Jadi di sanalah kita perlu mengadakan event marketing berupa open table, buka booth, dan sebagainya. Tentu saja harus ada “pemanis” berupa potongan harga (diskon), bonus bila belanja hingga kuota tertentu, free product, dan lain sebagainya.

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Karena marketing itu tidak bisa hanya mengandalkan satu channel saja, dan harus menggunakan beberapa channel, maka meramu saluran-saluran tersebut menjadi satu strategi pemasaran yang terintegrasi adalah seni dari marketing itu sendiri.

Mana channel yang mau kita prioritaskan sumber daya kita di sana, mana channel yang frekuensinya perlu kita tingkatkan, mana channel yang paling sukses membuat konsumen memperhatikan produk kita, dan lain sebagainya.

Kilas Balik 2021

Bagi saya, tahun 2021 adalah tahun yang menukik tajam lalu mendaki sedikit secara perlahan.

Alhamdulillah masih hidup dan masih bertahan hingga akhir tahun 2021 ini.

Meski gak kayak roller coaster yang naik turun, tapi tahun ini memang banyak down-nya.

Pandemi tahun ini, masih sama seperti pandemi di tahun sebelumnya. Mengerikan dan kita harus berhati-hati.

Alhamdulillah masih punya pekerjaan. Selalu bersyukur kalau mengingat bahwa saya ini punya kerjaan. Karena masih banyak banget yang gak punya kerjaan dan membutuhkan pekerjaan.

Salah seorang rekan saya, Iqbal namanya, yang profesinya di industri pariwisata terhempas habis-habisan akibat pandemi, berpendapat,

Kerja itu memang capek, tapi lebih capek gak kerja.

Iqbal, 2021.

Matur suwun Iqbal, atas nasihatnya. Jadi bersyukur masih punya pekerjaan dan selalu bersabar atas tantangan apapun dalam pekerjaan. Termasuk di antaranya adalah mengikuti vaksinasi supaya bisa melanjutkan hidup.

Suntik Vaksin

Saya vaksin pertama dan kedua di Rukun Warga (RW) tempat tinggal kami. Saya di bulan Februari dan April. Istri pasca melahirkan alias dalam peran sebagai ibu menyusui. Vaksinnya jenis Sinovac. Tidak ada KIPI berarti yang kami rasakan.

Cacar Air

Seingat saya, gak pernah tuh saya Cacar Air. Tapi saya pernah Cacar Api. Berhubung istri belum pernah, maka dia terserang dari anak-anak. Jadi sempat ada tiga pasien cacar di rumah.

Diagnosisnya baru tegak hanya dua pekan sebelum lahiran dan itu mengubah semuanya. Dari berharap lahiran normal, menjadi terpaksa menjalani operasi caesar.

Lahir

Paruh pertama tahun ini kami isi dengan ‘menunggu’ lahiran kedua. Periksa kandungan sebulan sekali bersama Anak Dua ke dokter Okky Haribudiman di RS Melinda 2.

Tetapi kami lahiran di RS yang berbeda. Baca: Pengalaman Melahirkan di RS Grha Bunda. Bersukacita karena ada yang datang dan berdukacita tatkala ada yang pergi.

Meninggal Dunia

Sebulan lebih pasca kedatangan anak bayi, rupanya ada yang “kontrak”-nya sudah habis. Dan kami harus merelakan kepergian beliau. Hebatnya, beliau rasanya masih hadir di tengah-tengah kami ini. Omong-omong, beliau suka dengan sembilan karena angka tersebut memiliki keberuntungan (hoki) tersendiri. Baca: Jumlah Sembilan.

Baca juga: Pengalaman Mengurus Akta Kematian dan Pengalaman Sidang Penetapan Ahli Waris.

Saya merasa kurang sering dan kurang banyak mengobrol dengan beliau (baca: Call Your Parents). Meskipun tidak bisa mengajari saya dengan baik, namun tetap saja saya banyak mengambil hikmah dari beliau. Khususnya pasca saya menikah, pasca punya anak, bahkan pasca beliau meninggal pun, selalu ada hikmah yang saya petik.

Saya bertekad, supaya saya juga menjadi pengajar yang baik bagi anak-anak di rumah.

Cerita hidup saya pun dilanjutkan dengan pulang kampung dahulu selama satu pekan disebabkan peristiwa besar tersebut. Rupanya, setelah cacar-lahir-meninggal, masih ada satu lagi.

Demam Berdarah

Hari Senin tersebut saya sudah tidak nyaman bekerja. Akhirnya minta izin supaya bisa istirahat sehari esoknya. Di Hari Selasa, tidak tahan dengan gejala demam dan sakit kepala, saya memaksakan diri ke dokter. Kata dokter, istirahat tiga hari ya: Rabu, Kami, Jumat. Namun, pengambilan sampel harus dilakukan Hari Rabu demi menegakkan diagnosis.

Kamis bertemu dokter lagi, ditanyakan masih bisa lanjut istirahat di rumah atau mau opname saja? Rupanya si penyakit belum mencapai puncaknya. Kalau di rumah akan ramai sekali dan sulit beristirahat. Kalau di RS maka sendirian tidak ada yang bisa menemani.

Akhirnya rawat inap selama empat malam. Kamis sore periksa darah untuk penegakan diagnosis: apakah demam typhoid (tipes) atau demam berdarah. Kamis malam ada rontgen untuk pengecekan covid atau tidak.

Jumat dan Sabtu saya ada mengkonsumsi Psidii Syrup 60 mL. Selain sudah bisa beristirahat panjang dengan nyaman dan menu bergizi dari RS, saya kira ekstrak tersebut juga membantu menaikkan trombosit saya.

Alhamdulillah Senin pagi saya bisa meninggalkan RS. Total 5 hari 4 malam di RS. Yang paling saya syukuri adalah, saya lebih dahulu menginap di RS bahkan sebelum penyakit mencapai puncaknya.

Mudik

Hampir dua tahun tidak pulang kampung karena pandemi, kali ini kami memaksakan mudik. Tidak dengan kereta api karena masih banyak kekhawatiran, khususnya karena membawa bayi, maka kami memutuskan lewat jalur tol saja. Baca: Pengalaman Menempuh Tol Trans Jawa.

Selain melepas rindu, si “anak baru” juga diperkenalkan dengan Yangti (eyang putri) dan Yangkung (eyang kakung). Selanjutnya saya mudik sendiri untuk menemani seorang janda yang baru saja ditinggalkan oleh suaminya. Ini harus saya lakukan, karena surga-nya saya di bawah telapak kaki beliau.

Mudik yang ini direncanakan 2-3 bulan ke depan hingga melewati pergantian tahun.

Kesimpulan saya tentang tahun 2021 adalah tahun yang menukik tajam lalu mendaki sedikit secara perlahan. Mudah-mudahan badai lekas berlalu. Karena tidak ada kesulitan yang tidak diikuti dengan kemudahan.

Dan di penghujung tahun inilah, kita sama-sama menanti pergantian ke tahun yang baru. Sampai jumpa di 2022!

Tertipu Dulu Belajar Kemudian

Bagaimana saya menjadi lebih bijak dalam berinvestasi, pasca terjerat skema ponzi.

Peristiwa ini terjadi hampir 10 tahun lalu. Zaman masih bodoh dan naif. Hahaha.

Waktu itu baru memulai bekerja di perusahaan. Masih meraba sana-sini soal bisnis. Industri apa, produknya apa, kira-kira berapa marjin keuntungannya.

Jadi, sudahlah masih belajar (baca: bodoh), naif (baca: serakah) pula.

Uangnya banyak banget sampai gak masuk koper ya? Tunggu dulu, apa benar itu semua uang dia?

Ceritanya, saya dapat kenalan dari seseorang yang saya juga belum terlalu kenal, sebetulnya.

Orang ini butuh modal untuk membiayai proyeknya. Produknya pesanan/orderan busana muslim. Kalimat andalannya,

“Ada PO nih, kang. Mau ikutan, tidak?”

Dia menjanjikan laba 10%. Jadi kalau setor modal Rp2juta, baliknya Rp2,1juta. Kalau Rp5juta, kembalinya Rp5,5juta. Komitmennya dia dalam sebulan hasil sudah dibagikan.

Saya bertemu si beliau ini di warung ramen miliknya di lokasi kost-kostan yang dekat dengan suatu universitas swasta di Bandung. Dia bercerita tentang proyek fesyen yang digelutinya.

Singkat cerita, saya tandatangani kontrak lalu saya transfer ke rekening bank miliknya.

Sesuai komitmen, sebulan kemudian dia mengontak saya untuk pengembalian modal berikut bagi hasilnya. Dan seperti janjinya, hasilnya menggiurkan. Sepuluh persen dalam 30 hari saja. Tetapi diikuti dengan tawaran lain,

“Mau dilanjut gak, kang?”

atau,

“Mau tambah modalnya gak, kang? Sama. 10% per bulan”

Kalau belum waktunya si duit dipakai, saya setuju untuk diputar lagi.

Sesekali, jika ada dana menganggur, saya memasukkan tambahan modal ke “usaha”-nya dia.

Tapi jika sedang ada kebutuhan, saya menarik modal berikut hasilnya tersebut. Lebih sering via transfer, tapi 2-3 kali saya terima kontan (cash). Salah satu tempat saya bertransaksi adalah warung ramen miliknya. Bukan di tempat yang pertama, tapi di dekat kampus swasta yang lain. Jadi, hanya dalam 2-3 bulan saja, rupanya dia sudah membuka cabang yang baru.

Pada suatu malam, saya masih di kantor, tiba-tiba saya dapat kabar mengejutkan. Bahwa, si beliau ini mulai tidak bisa membayar. Alias “mengembalikan” modal berikut hasil yang dijanjikan.

Memang sih, belakangan itu mulai telat. Dari beberapa hari menjadi 1 pekan, lalu menjadi 2 pekan.

Nah dari sanalah mulai terkuak bahwa saya dan seorang teman (yang saya ajak sendiri) mengetahui bahwa “korban” yang seperti kami ada banyak. Ada puluhan orang dengan kumulatif outstanding (yaitu total rupiah yang harus dikembalikan) sebesar 2-3 milyar rupiah. Ada yang berani meminjam saudara/keluarga hingga menyetor lebih dari Rp100juta. Saya sendiri terjerat di kisaran puluhan juta.

Pada suatu weekend, rekan-rekan “investor” yang sudah tidak sabar lagi datang menyerbu rumah beliau yang notabene masih tinggal bersama orang tua. Rekan-rekan yang kalut tersebut menyerang dengan kata-kata dan mencaci orang tua si pengelola dana ini.

Saya lebih banyak diam. Saya lebih banyak merenungi sikap dan tindakan saya sendiri terhadap dana yang menjadi kelolaan saya. Yang seharusnya bisa saya pertanggung-jawabkan dengan lebih baik untuk saya, keluarga, dan rekan-rekan yang menitipkan modal dan kepercayaannya.

Teman-teman yang paham situasinya akhirnya memilih untuk merelakan. Lain halnya dengan yang tidak menerima penjelasan saya, memilih agar saya menggantikan uang yang hilang tersebut. Saya berusaha menyelesaikan tanggung jawab tersebut. Alhamdulillah lunas semua tidak lama kemudian.

Sebenarnya, saya sudah punya feeling sejak bertamu ke warung ramen cabang kedua. Tetapi, saya terlalu positive thinking untuk mempertanyakan kenapa bisa secepat itu membuka cabang kedua. Seharusnya saya bisa lebih kritis dalam mencari tahu duitnya dipakai untuk belanja apa dan berapa sebenarnya hasil dari semua perputaran tersebut.

Pelajaran yang Bisa Diambil

Berikut adalah beberapa pelajaran keuangan, khususnya mata pelajaran investasi yang bisa dipetik:

Kenali apa itu Ponzi

Apa itu skema Ponzi, siapa itu Charles Ponzi, dan skema apa yang dilakukannya. Referensi tentang Ponzi sudah terlampau banyak sehingga teman-teman bisa membacanya sendiri.

Sekedar contoh, ini juga termasuk skema Ponzi:

Hal ini berangkat dari Jiwasraya yang menjanjikan fixed return kepada nasabah dengan rate sampai dengan 14 persen dan memberikan garansi jangka panjang untuk nasabahnya yang membeli produk JS Saving Plan. Menurut Hexana, skema ini membuat perusahaan harus menggunakan setoran premi dari anggota untuk membayarkan klaim yang jatuh tempo setiap hari.

https://www.republika.co.id/berita/qrs83n318/generasi-instan-dan-fenomena-ponzinomics-di-indonesia

Belajar Sabar

Seperti saya sudah bilang di atas, referensinya sudah banyak banget. Baik tentang Ponzi maupun skema-skema penipuan lainnya. Namun, yang gak bisa dipelajari tetapi harus dipraktikkan adalah belajar sabar.

Ini tantangan berat sebenarnya ya. Mengingat internet dan generasi milennial sudah pula lahir bersama, tumbuh-besarnya juga bersama-sama. Dan salah satu ciri khasnya adalah suka yang instant-instant. Alias, tidak mau bersabar.

Padahal, kunci dari investasi adalah sabar. Sebagaimana Warren Buffet bilang, bunga yang berbunga-bunga (compound interest) adalah teman baiknya investor. Tetapi, investor butuh waktu. Alias investor harus belajar sabar.

Mengelola Harapan

Sabar itu bukan hanya sabar menunggu dan menjalani waktunya ya. Tetapi yang termasuk dalam sabar adalah dalam mengelola harapan (set the expectation).

Bahasa keuangannya adalah “kenali instrumen investasi yang anda pilih“. Maksudnya adalah ketahui segala keuntungan, stabilitas, dan risiko dari produk investasi tersebut.

Dari sisi pemberi dana, kita bisa membagi dua ya. Ada kreditur (pemberi hutang) dan ada investor. Pemberi hutang, seperti bank, biasanya meminta pengembalian yang pasti jumlah dan pasti (terjadwal) waktunya.

Sementara itu, apa yang seharusnya diterima oleh investor? Yaitu kenaikan harga saham (ketika dijual kembali) dan dividen (sisa hasil usaha setelah dikurangi dengan laba ditahan).

Itulah mengapa saya berikan tanda kutip pada salah satu kata “investor” di atas. Karena menyebut dirinya investor, tetapi menghendaki hasil yang tetap dan diterima sesuai jadwal.

Bagaimana Saya Sekarang?

Lama sudah sejak peristiwa yang saya ceritakan di atas, yang terjadi saat ini adalah:

  • Saya yang sekarang lebih santai, alias lebih sabar, dan tentu saja tidak bersikap instant dalam menunggu dan menjalani investasi.
  • Dan semakin saya mengenal profil risiko saya pribadi, saya akhirnya lebih banyak memilih instrumen investasi yang lebih aman. Ada kriteria aman yang puluhan tahun digunakan, yaitu 5C: Charater, Capacity, Capital, Condition, dan Collatera.
  • Seiring dengan semakin paham dan bijaknya saya melihat suatu peluang bisnis, saya jadi lebih “egois” juga untuk tidak berbagi risiko dengan orang lain. Iya, donk. Kalau berkolaborasi dalam investasi, hendaknya rugi sama-sama dan untung juga bersama-sama. Kalau hanya mau untungnya saja, tapi tidak mau ruginya, itu namanya serakah.

Demikian cerita saya kali ini, semoga ada hikmah yang bisa diambil ya.

Oiya, di bawah ini ada beberapa insight soal financial planning. Mudahan-mudahan bisa bermanfaat juga.


Pengalaman Sidang Penetapan Ahli Waris

Meskipun tidak sebanyak sidang perceraian, tetapi saya coba bagikan pengalaman saya menjalani sidang penetapan ahli waris.

Di Pengadilan Agama (PA) ada beberapa jenis sidang, tiga di antaranya adalah sidang perceraian (cerai), sidang hak asuh anak, dan sidang penetapan ahli waris.

Dua yang pertama, ada “lawan”-nya. Sementara yang terakhir saya sebut, bisa jadi “tanpa lawan” ketika semua ahli waris bersepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan/damai alias tanpa sengketa.

Ilustrasinya pakai timbangan dan palu. Kita mengharapkan ketetapan sidang yang seadil-adilnya menurut ajaran Agama Islam.

Pengadilan Agama yang berlokasi di tingkat kota/kabupaten, hanya menangani perkara-perkara dalam lingkup Agama Islam saja. Di luar itu, dilakukan di Pengadilan Negeri (PN).

Secara umum, proses sidang penetapan ahli waris hanya terbagi 3 tahap:

  1. Pendaftaran/Pengajuan Sidang
  2. Sidang Pertama
  3. Sidang Kedua (bersama saksi) sekaligus pembacaan ketetapan.

Jadi, keluaran (output) dari suatu sidang adalah dokumen tertulis yang selanjutnya kita sebut “ketetapan”.

1 Pendaftaran Sidang

Pada prinsipnya, sebelum berkas dinyatakan “diterima” oleh pihak PA, kita lengkapi sedetil-detilnya berkas yang dibutuhkan yang di antaranya adalah:

  • Akta kematian dari kelurahan-kecamatan. Surat ini dibuat berdasar surat kematian dari rumah sakit atau lembaga yang berwenang.
  • Identitas terakhir dari almarhum(ah), yaitu Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Akta Kelahiran almarhum(ah).
  • Bila almarhum(ah) meninggal dalam keadaan menikah, maka buktikan dengan Buku Nikah. Sebaliknya dalam keadaan sudah cerai, dibuktikan dengan Akta Perceraian.
  • Fotokopi KTP dan KK dari para ahli waris. Ingat, ahli waris belum tentu anak-anak dari yang meninggal saja ya. Bisa saja ada saudara kandung dari almarhum(ah) yang ternyata merupakan ahli waris.
  • Kalau almarhum(ah) sebelumnya pernah menikah (alias menikah dua kali atau lebih), maka lampirkan juga Buku Nikah dan Akta Cerai atas pernikahan-pernikahan yang sebelumnya. Kalau mantan pasangannya sudah meninggal juga, dibuktikan dengan Akta Kematian dari mantan pasangan tersebut.
  • Banyak materai Rp10.000,-

Biaya sidang ditentukan dari jarak pemanggilan oleh PA kepada para ahli waris. Jika Ahli Waris ada sepuluh orang, maka ada 10 pemanggilan/undangan. Lalu ditambah biaya administrasi. Bisa gunakan alamat surat-menyurat bila alamat domisili merepotkan dan menyebabkan pembengkakan biaya sidang.

Di PA Balikpapan, ada kok lembar yang memuat apa saja komponen biaya sidang itu (termasuk berapa biaya pemanggilan yang dibagi tiga menurut radius jaraknya). Lembar tersebut ‘kan ibarat “daftar menu” kalau di restoran. Terus terang, berkat lembar ini kami tidak ada mengeluarkan “dana siluman” yang se-ikhlas-nya itu sepeserpun. Malah, karena sidang hanya dua kali, ada sebagian dana yang dikembalikan. Kami mengambilnya di loket kasir.

2 Sidang Pertama

Sidang pertama berisi pengecekan oleh majelis hakim, yang terdiri dari dua hakim, satu panitera, dan dipimpin oleh hakim ketua mengenai data dan informasi yang diberikan secara tertulis maupun tanya-jawab secara lisan.

Yang perlu saya garis bawahi adalah adanya pertanyaan-pertanyaan seputar orang tua dari almarhum. Standard saja: nama, masih ada atau tidak, kalau sudah meninggal, tahun berapa meninggalnya. Informasi ini tentu diperiksa kesesuaiannya dengan Akta Kelahiran almarhum.

Apakah semua ahli waris harus hadir? Secara teori, iya. Tetapi pada praktiknya tidak mudah ‘kan. Di era internet ini, apalagi dalam situasi pandemi, sangat mungkin ahli waris “dihadirkan” via whatsapp atau zoom. Makanya, cantumkan alamat surat-menyurat saja, jangan alamat sesuai KTP. Sehingga di hari-h sidang, apabila diperlukan, bisa video call saja dengan ahli waris yang nun jauh di sana.

Pada prinsipnya, persiapkan diri saja apabila majelis hakim ingin mendalami lewat pertanyaan-pertanyaan yang lebih detil. Namun, mengingat terbatasnya waktu (di sidang kedua kami, ada 31 sidang yang harus diselesaikan oleh majelis hakim di hari tersebut), sangat mungkin majelis hakim melewati hal-hal yang dirasa tidak perlu tetapi kita sudah siapkan dokumennya.

3 Sidang Kedua

Secara konten, sidang kedua sama dengan sidang pertama.

Hanya saja kesesuaian dokumen tertulis dan pernyataan lisan di sidang pertama, diperiksakan kepada 2 (dua) orang saksi yang sudah dihadirkan oleh para ahli waris. Majelis hakim menghendaki sebisa mungkin, kedua saksi tersebut merupakan keluarga dan satu generasi dengan almarhum(ah). Tentu saja syarat tersebut tidak wajib. Dan pastinya, saksi disumpah terlebih dahulu –secara agama islam– sebelum memberikan kesaksian.

Saran: lakukan briefing kepada para saksi sebelum sidang kedua. Terkait dengan kebenaran data dan informasi yang dikumpulkan secara tertulis maupun lisan. Tidak ada salahnya menyiapkan sedikit corat-coret untuk memudahkan para saksi mengingat tahun-tahun penting. Iya, sidang ini sedikit mirip dengan ujian.

4 Ketetapan Sidang

Sidang pertama hanya berjarak 1-2 pekan dari pengumpulan berkas. Kami sempat bolak-balik tiga kali perihal menanyakan kelengkapan berkas. Di kesempatan keempat, baru kami berhasil mengumpulkan sesuai persyaratan.

Sidang kedua berjarak satu pekan saja dari sidang pertama. Kedua sidang sama-sama di hari kami.

Kami mengambil ketetapan sidang (yang sudah dibacakan dan diketuk palu di sidang kedua), pada hari Senin berikutnya.


Demikian sharing dari saya perihal Sidang Penetapan Ahli Waris. Seperti saya bilang, kalau tidak ada “lawan”-nya maka dua kali sidang sudah cukup.

Tetapi berbeda jika pihak “lawan” tidak menghendaki alias menolak tuntutan dari penuntut. Semisal sidang gugatan cerai, atau perebutan hak asuh anak yang sangat mungkin berbuntut panjang. Di hari kami sidang kedua tersebut, ada satu sidang talak yang akan bersidang untuk ke-8 kalinya.

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat. Bila ada pertanyaan atau hal lain ingin dibagikan, boleh banget mengisi kolom komentar.

Daftar Payment Gateway Termurah dan Terbaik

Masalah bagi toko online pemula adalah toko tersebut belum memiliki mekanisme pembayaran yang menyebabkan pembayaran oleh pelanggan menjadi lebih murah. Pembei enggan membayar biaya tambahan untuk transfer pembayaran berbeda bank. Dengan payment gateway maka tidak ada lagi biaya tambahan untuk pembeli, meski berbeda bank.

Definisi Payment Gateway

Payment gateway merupakan gerbang perantara untuk transaksi jual beli secara online menggunakan aplikasi yang bisa melakukan otorisasi proses pembayaran melalui:

  • kartu kredit
  • pembayaran langsung
  • dompet elektronik (e-wallet)
  • transfer antar bank
Payment Gateway
Proses pembayaran (payment) saat ini bisa dilakukan di antaranya adalah melalui smartphone dan EDC (Electronic Data Capture).

Kelebihan Payment Gateway

  • Pembeli tidak lagi membayarkan uang dengan cara cash melainkan melalui aplikasi baik dari bank maupun akun virtual.
  • Payment Gateway dapat memberikan kemudahan serta jaminan kepercayaan untuk sistem pembayaran online.
  • Sistem payment tersebut juga membuat sistem enskripsi dengan kode khusus sebagai upaya meningkatkan keamanan transaksi e-commerce.
  • Adapun kelebihan tersebut yaitu sebuah toko online semakin dipercaya oleh para pelanggan.

Pemain Payment Gateway

Merek-merek Payment Gateway terbaik atau termurah di Indonesia:

perantara pembayaran yang aman dan nyaman sehingga dapat menghindarkan Anda dari penipuan.

Dalam list berikut ini, adalah beberapa fitur yang mungkin disediakan oleh Payment Gateway (PG). Saya katakan mungkin, karena tidak semua fitur ada dalam satu PG. Jadi selalu ada PG yang unggul dengan satu atau beberapa fitur, tapi tidak punya fitur yang lain.

  • Dashboard
  • Disbursement (pembayaran/pengeluaran)
  • Pembayaran gaji
  • Metode pembayaran lebih variatif (kartu kredit, e-wallet, gerai minimarket, virtual account, kartu debit, dll)
  • Instalasinya relatif mudah
  • Proses transaksi lebih cepat
  • Jangkauan hingga mancanegara

Aspek Keamanan (Security)

Standar keamanan PG sangat ketat kok, termasuk PG yang ada di Indonesia. Informasi penting dari customer, toko online dan bank akan dijaga dengan sangat baik agar tidak keluar dari lingkungan PG itu sendiri.

Standar keamanan yang harus dimiliki oleh sebuah PG:

  • Address Verification System. Dengan sistem ini, rincian tagihan customer akan diperiksa dan disesuaikan dengan alamat kartu yang sudah resmi terdaftar. Jadi, tidak perlu takut salah tagih.
  • Card Security Code. Setiap proses transaksi hanya akan diproses kalau memiliki tiga digit terakhir nomor kartu kredit/debit.
  • 3D Secure Password. Pengguna akan selalu menggunakan password yang aman ketika transaksi online dijalankan. 

Demikian informasi tentang PG ini. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Review Xfers, Wallet Payment yang Lengkap Banget Fiturnya

Kiat Memilih Nama Perusahaan yang Bagus dan Unik bersama Legistra

Nama adalah do’a. Jadi berikanlah nama sesuai dengan kebaikan yang dikehendaki akan terwujud oleh do’a. Selain itu, nama adalah identitas yang menjadikan pemilik nama menjadi berbeda dari lainnya. Pemberian nama yang baik itu berlaku tidak hanya untuk pribadi manusia saja. Tetapi juga berlaku dalam memberikan nama kepada sebuah perusahaan. 

nama perusahaan
PepsiCola adalah sebuah merek produk minuman berkarbonasi.

Berikut ini adalah beberapa tips umum dalam memilih kata yang akan digunakan untuk memilih nama perusahaan

  • Tidak apa memilih nama perusahaan dengan nama orang. Hal ini bertujuan membangun cerita (story) kepahlawanan akan kerja keras sang pendiri. Beberapa grup usaha di Indonesia menggunakan nama sang pendiri. Misalnya, “Bakrie” dari Achmad Bakrie, atau “Tanoto” dari Sukanto Tanoto. 
  • Singkat, mudah dieja, serta ejaan (pelafalan) sama dengan penulisan. Nama-nama seperti Komodo, Toyota, Yamaha

Bermakna dan Punya Harapan 

Kesejahteraan ekonomi

Nama-nama semisal “Sentosa”, “Sejahtera” memberikan harapan agar para pemilik dan karyawan perusahaan tersebut mengalami apa yang kesejahteraan, alias ekonomi yang cukup untuk menjalani kehidupan. 

Kestabilan ekonomi

Sementara nama-nama semisal “Jaya”, “Abadi” menggambarkan harapan agar perusahaan tempat pemilik dan karyawan berkarya tersebut, dapat memberikan kestabilan secara ekonomi. Pengharapan yang demikian muncul bisa jadi disebabkan oleh trauma masa lalu si pemilik yang mengalami ombang-ambing kehidupan karena pendapatan yang tidak stabil.

Berbeda dari yang sudah ada 

Maka dari itu, kita harus riset dengan layak (proper) untuk mendapatkan nama yang berbeda. Misalnya dengan riset di mesin pencari seperti Google, apakah nama tersebut sudah digunakan. Yang bisa jadi bermasalah adalah apabila nama yang sama digunakan oleh dua perusahaan yang bergerak di industri yang sama. Pengaturan lengkap tentang pemakaian nama PT diatur dalam PP 43/2011 tentang Tata Cara Pengajuan Dan Pemakaian Nama Perseroan Terbatas.

Syarat pengajuan nama PT di antaranya adalah: 

  • Minimal terdiri dari tiga kata 
  • Tidak boleh menggunakan bahasa asing; harus berbahasa Indonesia. Misalnya menggunakan tulisan arab. 
  • Tidak menggunakan nama PT yang sudah ada
  • Tidak Bertentangan dengan Ketertiban Umum dan/atau Kesusilaan. Misalnya nama-nama yang berbau SARA sehingga memungkinkan terjadinya keributan atau perpecahan. 
  • Tidak Sama atau Tidak Mirip dengan Nama Lembaga Negara, Pemerintah atau Internasional
  • Sesuai dengan Tujuan dan Bidang Usaha Perusahaan. Akan membingungkan banyak orang jika terdapat PT Sejahtera Abadi Medika yang seharusnya bergerak di bidang usaha medis, tapi ternyata berbisnis di bidang otomotif. 

Contoh Nama yang Terlalu Unik, tapi Tidak Mengapa 

  • PT Pendekar Bodoh (merek D’Cost) 
  • PT Bocuan Gapapa (merek D’Stupid Baker) 
  • PT Karya Anak Bangsa (merek Gojek) 
  • PT Ruang Guru Raya Indonesia (merek Ruang Guru)

Review Xfers, Wallet Payment yang lengkap banget fiturnya

Review Xfers, Wallet Payment yang lengkap banget fiturnya.

Seseorang sedang memasukkan kode di kartu debit/kredit-nya untuk melakukan pembayaran via aplikasi digital di smartphone-nya.

Apa Itu Wallet Payment?

E-Wallet (dompet digital) adalah aplikasi digital yang digunakan dalam transaksi jual-beli secara daring (online). Dengan dompet digital ini, penggunanya akan dimudahkan untuk menerima uang dan melakukan pembayaran secara digital.

Cara Kerja Wallet Payment

  • Secara teknis, Xfers (https://xfers.com) bekerja lewat API (Application Programming Interface) yang dikoneksikan dengan toko online milik kita selaku pedagang (seller).
  • Dari sisi jaringan dengan perbankan, Xfers telah terhubung dengan lebih dari 100 bank di Indonesia. Tentu ini akan memuluskan transaksi penjualan di bisnis Anda, karena pelanggan bisa membayar lewat bank yang biasa mereka gunakan. Tidak akan terjadi lagi, calon pembeli membatalkan pesanannya hanya karena cara pembayaran yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.
  • Berbagai pembayaran juga semakin mudah dilakukan. Di samping membantu Anda membayar para penyuplai (supplier) atau rekanan (vendor), Xfers juga bisa membayar gaji para karyawan Anda.
  • Bulk fund transfers. Yaitu melakukan transfer ke beberapa penerima sekaligus yang dicatat hanya dalam satu kali transaksi saja. Misal, pada pembayaran gaji, akun tercatat hanya “pembayaran gaji pegawai bulan xxx” tetapi penerima transfer tersebut ada yyy karyawan.

Wallet Payment seperti Xfers sangat membantu para seller dalam beberapa aktifitas bisnis sebagai berikut:

Mencatat transaksi penjualan dan pembelian

Tidak hanya membayar maupun menerima uang, Xfers juga mencatat transaksi-transaksi tersebut dengan rapi.

Transaksi yang tercatat dengan rapi bila divisualisasikan lebih lanjut ke dashboard digital atau laporan keuangan, akan memberikan gambaran yang lebih terang-benderang mengenai jalannya usaha bisnis Anda.

Menerima berbagai metode pembayaran

Menerima berbagai metode pembayaran, salah satunya adalah dompet digital seperti shopee pay, OVO, dan GoPay. Dompet elektronik jenis ini berguna untuk menyimpan uang yang digunakan untuk transaksi secara online maupun offline dengan menggunakan QR code

Tiga jenis Xfers 

  • Xfers Accept mengkoneksikan bisnis anda dengan jaringan perbankan yang berjumlah lebih dari 100 bank. 
  • Xfers Send mengirim uang secara instan melalui API pencairan dana
  • Xfers Dash mentransfer dana secara individu atau massal langsung dari dashboard Xfers.

Untuk dapat menerima berbagai manfaat yang telah disebutkan di atas, para seller wajib terlebih dahulu mendaftarkan tokonya (atau usaha bisnisnya) di Xfers.com.


Baca juga tulisan lain saya tentang Bisnis Online.

Demikian review singkat mengenai sebuah Wallet Payment yang bernama Xrefs ini. Mudah-mudahan memberikan manfaat. Bila ada pertanyaan atau pendapat, silahkan dibagikan di kolom komentar, ya 😊

Parenting Islami

Saya tidak ingin memberikan batasan yang kaku banget. Selama parenting dan pengasuhan yang dilakukan berdasar pada kaidah maupun petunjuk yang bila ditelusuri sampai ke hulunya ternyata berasal dari Al-Qur’an dan hadits, maka itulah ‘ruang’ itulah yang saya sebut sebagai ‘parenting islami’.

Tentunya koridor parenting islami ini hanya ditujukan untuk orang tua yang muslim saja. Namun demikian, bila ada hal-hal yang dirasa baik untuk diikuti oleh non-muslim, maka silakan diikuti. Toh, tidak ada paksaan untuk mengikuti karena yang termaktub dalam tulisan ini bukanlah kebenaran mutlak bagi yang tidak meyakini.

islamic parenting
Potret keluarga islami

Sembari mengingatkan diri saya sendiri, saya memahfumi bahwa segala perilaku anak selama di dunia adalah tanggung jawab orang tuanya. Selama masih anak dan belum akil baligh ya.

Secara bahasa, akil memiliki arti berakal, memahami, atau mengetahui. Sementara itu, baligh didefinisikan sebagai seseorang yang sudah mencapai usia tertentu dan dianggap sudah dewasa, atau sudah mengalami perubahan biologis yang menjadi tanda-tanda kedewasaannya (Rasjid, 2010: 83).

Termasuk mendidik, dan mengasihi seorang anak itu adalah tanggung jawab orang tuanya. Pengetahuan agama termasuk ke dalam domain pendidikan yang wajib diberikan oleh orang tua kepada anak. Berikut adalah cara-cara mendidik anak:


15 Cara Mendidik Anak Menurut Ajaran Islam

  1. Memperdengarkan Alquran secara rutin.
  2. Mengajarkan bacaan dan gerakan shalat dan rukun islam lainnya
    1. Dua kalimat syahadat (belasan kali dibaca dalam sehari)
    2. Puasa Ramadhan (wajib bisa sehari penuh selama 30 hari)
    3. Zakat (tambahannya adalah infak, sedekah, dan wakaf)
    4. Naik haji bila mampu)
  3. Mengajarkan tauhid pada anak (sebagaimana tertuang dalam surat al-ikhlas) dan rukun iman lainnya
    1. Iman kepada para malaikat
    2. Iman kepada kitab-kitab (Islam mengakui kitab-kitab terdahulu, termasuk yang terakhir dan terlengkap: Al-Qur’an)
    3. Iman kepada para rasul (jumlah rasul ada 25, masing-masing punya kisah dan lokasi perjuangannya. Yang utama adalah nabi umat terakhir: Muhammad SAW).
    4. Iman kepada hari akhir (bahwa kiamat pasti terjadi, beserta konsekuensi yang mengikutinya)
    5. Qada’ qadar (qada adalah ketetapan, ketentuan, ukuran, atau takaran dari Allah SWT. Sementara qadar adalah perwujudan dari qada)
  4. Membacakan kisah nabi sebagai konsep akhlak yang baik. Namun, konsep ini harus diikuti dengan praktik yang menjadi kebiasaan sehari-hari. Saat ini sudah banyak komik-komik islami yang memberikan pelajaran tentang akhlak dan perilaku.
  5. Membiasakan untuk berdoa dalam aktifitas sehari-hari serta ucapan Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh dan wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Hak anak dalam islam

  • Memperoleh nasab (identitas diri) yang lengkap. Siapa ayah-ibu, kakek-nenek, saudara-saudara kandung, sepupu, dll.
  • Diberikan nama yang baik. Nama yang baik adalah nama yang di dalamnya berisi doa dan harapan yang baik kepada sang pemilik nama. Seiring dengan berulangnya panggilan kepada nama tersebut, harapannya adalah kebaikan juga datang kepadanya.
  • Menutup aurat (pakaian yang menutup aurat dan mengajarkan apa itu malu dan dalam keadaan apa harus malu).
  • Istinja (bersuci). Bahwa dirinya bersih dan harus membersihkan diri tatkala mengalami suatu keadaan yang kotor.
  • Mendapat pendidikan dan pengasuhan sesuai dengan gender yang diterimanya. Yaitu sebagai berikut:

Psikologi Mendidik Anak Cara Islam

Yang Wajib Diajarkan Kepada Anak Laki-Laki dan Perempuan

Mandiri dan Bertanggung Jawab

Anak-anak wajib diajarkan untuk mandiri dan bertanggung jawab, karena tidak selamanya anak-anak bersama para orang tua. Ada masanya mereka akan menjalani kehidupan mereka sendiri sebagai manusia dewasa.

Bersyukur

Merasa kekurangan itu tidak ada habisnya. Jadi harus diimbangi dengan rasa bersyukur atas apa yang diterima dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Rezeki itu seperti pohon mangga.

Ada yang buahnya tinggal kita petik tanpa usaha sedikit pun. Cukup mengangkat tangan.

Ada yang harus dengan peralatan tertentu yang panjang seperti galah dengan “penangkap” yang terbuat dari bambu. (Rupanya alat seperti ini sudah ready dan bisa di-checkout dari e-commerce kesayangan kamu).

Ada yang effort-nya cukup berat karena pohonnya pun harus dipanjat. Dalam hal ini, keterampilan memanjat sangat diperlukan.

Ada pula yang harus bekerja sama dengan orang lain demi memperoleh rezeki/mangga yang lebih banyak. Sebelum “menaiki pohon”, harus bikin “kontrak” dulu dengan rekan yang diajak bekerja sama.

Perlu diingat bahwa konteks rezeki tentu tidak berupa uang saja ya.

Intinya adalah rezeki itu selalu bisa kita usahakan. Sebagai upaya lebih lanjut dari rezeki yang “tinggal dipetik”.

Cara Mendidik Anak Laki-Laki

Sebagai pemimpin dalam shalat

Apabila ada laki-laki dan perempuan dalam satu jamaah shalat, maka diajarkan bahwa laki-laki sebagai imam, sementara perempuan sebagai makmum.

Di antara laki-laki yang akan menjadi imam, sebaik-baiknya adalah yang bacaan al-qur’an-nya paling baik.

Ajarkan pula, bahwa anak laki-laki kelak akan menjadi pemimpin dan menjadi seorang imam yang baik pula untuk keluarganya.

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita).” QS. An-Nisaa’: 34.

Membaca Al-Qur’an

Rutin membaca, menghafalkan, dan melafalkan Al-Quran adalah modal besar bagi anak laki-laki untuk berkeluarga. Minimal, modal tersebut dapat digunakan untuk memimpin shalat tarawih di rumah.

Al qur’an adalah modal memimpin shalat

Menundukkan Pandangan

Sebab lelaki adalah makhluk visual (sekaligus pemburu), maka dia akan fokus ‘mengejar’ apa yang dapat dilihat oleh matanya. Untuk hal-hal yang baik semisal nafkah, tentu wajib hukumnya ‘dikejar’. Kecuali terhadap hal-hal buruk, maka anak-anak lelaku harus diajarkan untuk menundukkan pandangannya.

Cara Mendidik Anak Perempuan

Menutup Aurat

Kalau anak lelaki menundukkan pandangan, maka anak perempuan diajarkan untuk sedini mungkin mengenali mana aurat yang harus ditutup di ruang publik. Jadi, inti dari berhijab adalah menutupi aurat, bukan sekedar menutup kepala. Kata hijab sendiri berasal dari bahasa arab yang artinya kira-kira menghalangi atau menutupi.


Baca juga tulisan lain saya seputar Parenting ya.

Pengalaman Mendaftar Haji Tahun 2020 di Bandung

Proses pendaftaran haji tidak ribet. Cukup siapkan dana Rp25 juta per calon jamaah untuk tabungan haji dan beberapa dokumen saja. Lengkapnya ada di artikel berikut ini.

Ayah dan Ibu saya naik haji di usia sekitar 37 dan 35 tahun. Sementara saya dan istri, in shaa Allah akan berangkat di usia hampir 50 tahun. Tidak heran karena semakin tahun, pendaftar haji semakin banyak. Sementara kuotanya hanya sekitar 1% dari jumlah penduduk setiap negara.

Pendaftaran haji itu berarti kita mendaftar untuk mendapat kursi. Nah, kursi ini bisa didapat dengan memiliki tabungan haji senilai Rp25juta/nasabah. Jadi, harus membuat tabungan haji dulu, lalu diisi hingga tercapai nominal tersebut.

Saya dan istri membuka tabungan haji di Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Dago, Bandung. Kebetulan bank tersebut sudah merger dengan bank-bank syariah negara lainnya dan berganti nama menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

Syarat di Bank

  1. KTP dan NPWP (bagi yang memiliki).
  2. Setoran awal buka rekening Tabungan Mabrur sebesar Rp100.000.
  3. Setoran awal BPIH sebesar Rp25.000.000.
  4. Meterai Rp10.000 sebanyak 3 lembar.
  5. Pas foto haji dengan latar belakang putih (ukuran 3×4 6 lembar dan ukuran 4×6 3 lembar).

Ketentuan Pas Foto untuk Pendaftaran Haji

Pas foto untuk haji ternyata sedikit berbeda dari pas foto biasa. Dari lembar info yang dikasih BSI, ketentuan pas foto untuk haji yaitu:

  • Warna baju/kerudung harus kontras dengan latar belakang.
  • Tidak memakai pakaian dinas.
  • Tidak menggunakan kacamata.
  • Tampak wajah minimal 80%.
  • Bagi jamaah haji wanita menggunakan busana muslim.

Memiliki Tabungan Haji

Setidaknya, ada dua keuntungan dengan memiliki tabungan haji:

Dari bank, selanjutnya kita akan mendaftar di Kemenag dengan membawa dokumen-dokumen berikut yang diberikan oleh pihak bank:

  1. Surat Kuasa/Wakalah, isinya pemberian kuasa dari kita kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk mengelola seluruh dana BPIH yang kita setorkan.
  2. Surat Pernyataan Calon Jamaah Haji, isinya pernyataan bahwa sudah memenuhi persyaratan haji, dkk.
  3. Tanda Bukti Setoran Awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, isinya bukti bahwa bank sudah menerima setoran kita, dan di situ juga tertera nomor validasi.

Pendaftaran di Kemenag Kota Bandung

Di Kemenag Kota Bandung yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta No.498, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40212.

  • Berusia minimal 12 tahun pada saat mendaftar.
  • KTP yang masih berlaku sesuai domisili.
  • Kartu Keluarga.
  • Akta Kelahiran atau Surat Kenal Lahir atau Kutipan Akta Nikah atau Ijazah (salah satu).
  • Buku Tabungan Mabrur atas nama jamaah yang bersangkutan.
  • Nomor Validasi Pembayaran Setoran Awal BPIH.

Seingat saya, ada kekurangan dalam jumlah pas foto. Jadilah di salah satu kios di Kemenag tersebut, yaitu kios untuk print dan fotocopy, saya cetak beberapa lembar pas foto lagi.

Kios satu lagi adalah warung makan, hehe. Kami makan soto di sana. Hahaha.

Biaya Naik Haji

Uang Rp25juta yang menjadi syarat, bukanlah nilai akhir Ongkos Naik Haji (ONH) yang berbeda-beda di tiap embarkasi. Embarkasi adalah istilah untuk pelatihan bagi calon jamaah haji yang sekaligus menjadi titik keberangkatan/penerbangan dari Indonesia.

Kota Bandung, sepertinya akan berangkat dari Jakarta (Rp34.772.602,-) untuk tahun 2021. Jadi kekurangan inilah yang harus dilunasi menjelang keberangkatan ke tanah suci.

Beberapa Catatan:

  • Ada perasaan menyesal karena baru mendaftar haji. Antara 17-19 tahun kami harus menunggu. Tapi ya memang sudah begitulah jalan ceritanya. Karena menikah dulu baru memutuskan daftar haji, ‘kan. Haha. Gak seru kali ya kalau masih single sudah mendaftar haji
  • Karena haji bersifat “wajib bagi yang mampu” dan antrean haji itu panjang serta lama, maka saya sarankan daftar haji dulu saja. Nanti kalau ada rezeki, baru berangkat Umroh. Kisaran Rp30 juta bisa dapat akomodasi yang cukup. Yes, nilai segitu relatif mirip lha ya sama minimal isi tabungan untuk mendapat porsi haji.
  • Semua proses pendaftaran di bank dan kemenag sebenarnya bisa selesai dalam satu hari. Namun, saya kemarin bolak-balik ke bank. Karena miskomunikasi perihal pasfoto yang 80% berisi wajah tersebut.

Demikian singkat cerita saya tentang mendaftar haji di Kota Bandung. Barangkali ada pertanyaan atau tanggapan, silakan berbagi di kolom komentar ya.