Copywriting

Copywriting adalah teknik penulisan (kata, kalimat, paragraf) untuk mempengaruhi konsumen agar mau membeli dari kita.

Copywriting

1 Karakteristik Konsumen

Pelajari karakteristik hadirin konsumen (para pembaca, atau yang menjadi target iklan) tersebut. Framework-nya bisa terdiri dari demografi, psikografi, dan (yang lebih membumi) kebiasaan (behavior).

  • Demografi: usia, tempat tinggal, jenis kelamin, dst.
  • Psikografi: ingin tampil keren, ingin menekuni passion, peran sebagai sandwich generation, dll.
  • Kebiasaan: menggunakan mobile app, aktif di social media, ikut komunitas, dll.

Setelah karakteristik konsumen, kenali dahulu beberapa jenis manfaat yang bisa ditransfer dari seller kepada buyer.

2 Hierarki Manfaat

Manfaat Fungsional, Emosional (termasuk self-expression), Spiritual.

  • Manfaat fungsional adalah manfaat yang didasarkan pada atribut produk yang menyediakan penggunaan fungsional pada pelanggan.
  • Manfaat emosional memberi pelanggan perasaan positif ketika mereka membeli atau menggunakan merek tertentu. Manfaat yang satu ini membuat pembeli/pengguna merasakan pengalaman yang lebih kaya atau lebih dalam tatkala membeli atau menggunakan merek tersebut.
    • Ada satu lagi yang disebut self-expression benefit, yaitu manfaat yang memberikan kesempatan pada penggunanya untuk mengkomunikasikan citra dirinya. Self-expression benefit meningkatkan hubungan antara merek dan pelanggan dengan berfokus pada sesuatu yang terkait dengan kepribadiannya. Manfaat mengekspresikan diri fokus pada tindakan menggunakan produk.
  • Manfaat spiritual adalah perasaan lebih dekat kepada Tuhan (termasuk perasaan mendapat pahala) tatkala membeli, menggunakan, atau berinteraksi dengan suatu merek tertentu.
BACA JUGA:  Lebaran ala Covid-19

Ibarat belanja bahan pokok di pasar tradisional, semua menawarkan manfaat fungsional yang relatif sama. Namun beberapa pedagang di pasar, membangun hubungan personal yang lebih akrab dengan pelanggan. Ini adalah salah satu teknik memberikan manfaat emosional.

Contoh manfaat spiritual: perasaan lebih dekat kepada Tuhan yang dirasakan ketika membayar zakat. Dalam hal lembaga zakat, manfaat semacam ini yang wajib dikomunikasikan.

Copywriting harus melibatkan EMOSI. Karena 80% penjualan, melibatkan emosi. Sudah terlalu umum (generic) bila hanya menawarkan manfaat fungsional semata. Harus dikombinasikan dengan manfaat emosional.

3 AIDA Copywriting

Ada teknik menulis dan struktur tulisan yang mempengaruhi konsumen, yang salah satu metodenya adalah AIDA (marketing). AIDA adalah kependekan dari Attention, Interest, Desire, dan Action.

Attention

Target kita adalah mendapatkan perhatian (attention) mereka. Kalau mereka sudah memperhatikan, pilihannya antara 2: berminat atau tidak.

Interest

Berminat (interested) berarti ingin mengetahui lebih lanjut. Jadi dari kita, memang sudah harus melakukan klasifikasi: konten mana untuk mendapatkan perhatian, konten mana untuk menjelaskan lebih lanjut (hanya kepada yang berminat). Kepada yang sudah menerima penjelasan kita, terbagi lagi menjadi 2: berkehendak atau tidak.

Desire

Yang sudah berkehendak (desire) membeli, akan mengecek kembali kemampuan mereka. Hal-hal yang akan dipertimbangkan: berapa harganya (termasuk apakah worth it atau tidak), bagaimana cara membayarnya, dan bagaimana memperoleh produk/layanan tersebut (diambil di tempat, di antar ke rumah, mendapat link download, dan sebagainya).

BACA JUGA:  Fakultas Ambil Hikmahnya

Action

Action adalah tahap terakhir yang dipikirkan dan dilakukan oleh konsumen. Yakni mengeksekusi (to act) pembelanjaan tersebut. Bentuknya bisa mengisi formulir Purchase Order (PO), membawa barang ke kasir, add to cart kalau di e-commerce, dan lain sebagainya.

4 Hypno Copywriting

Tanpa perlu menuliskan ulang, karena saya sudah setuju dengan apa yang didefinisikan oleh maxmanroe.com mengenai hypno copywriting, berikut ini:

Kata hipnotis mungkin terkadang didefinisikan sebagai suatu perilaku persuasif yang membuat seseorang atau sekelompok orang menjadi tidak sadar dan berada di bawah pengaruh pihak-pihak tertentu. Pun hampir serupa konsep hypnotic writing sebenarnya mengadopsi maksud yang sama, namun dilakukan secara bertanggung jawab daripada teknik hipnotis yang sering dilakukan sebagai metode kejahatan.

Hypnotic writing adalah suatu teknik pemilihan kata-kata yang sengaja digunakan untuk mengarahkan pembaca kepada maksud tertentu. Biasanya teknik hypnotic writing ini digunakan dalam dunia bisnis untuk mengarahkan ketertarikan dan keinginan seseorang akan produk atau jasa tertentu. Hasilnya, penjualan suatu produk atau jasa memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi bila salah satu teknik pemasarannya mengandalkan hypnotic writing.

Pemilihan kata dalam teknik hypnotic writing harus dilakukan secara seksama untuk mengarahkan seseorang ke dalam situasi ingin membeli atau mencoba suatu produk atau jasa yang kita tawarkan. Secara ilmiah, hypnotic writing bisa dijelaskan sebagai pemilihan kata-kata yang mampu memicu sekresi hormon endorfin dan serotonin dalam tubuh.

Sekresi kedua jenis hormon ini kemudian memberikan efek perasaan senang pada seseorang. Sehingga rasa senang dan tertarik tersebut membuat seseorang jadi tergerak untuk melakukan atau mencoba apa yang dijelaskan pada sebuah tulisan.

Kalau maxmanroe bilang soal dua hormon, Darmawan Aji bilang ada FILTER KRITIS pada manusia. Hpyno writing harus bisa menembus filter tersebut. Sesuai latar belakangnya, konsumen akan kritis terhadap informasi yang diberikan. Jadi dengan memahami karakteristik audience, akan membantu kita memilih dan menentukan kata yang tepat.

BACA JUGA:  Quarter-Life Crisis

Mudah-mudahan semua informasi tersebut bisa dimanfaatkan ya oleh teman-teman pembaca sekalian. Kalau ada pertanyaan atau pendapat, sangat ditunggu partisipasinya di kolom komentar.

Terima kasih.


Omong-omong, saya masih mempromosikan buku Freelance 101. Berikut ini informasinya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *