Design System untuk Produk Digital

Design System mulai dibutuhkan ketika produk digital mulai menemukan traction. Kebutuhan bisnis dan jumlah anggota tim yang dibutuhkan semakin membengkak.

Design System adalah seperangkat desain yang saling berhubungan, berpraktik bersama dan terorganisir secara koheren sehingga dapat digunakan berulang kali (reusable) pada suatu aplikasi digital. Hubungan antar desain ini sifatnya ada karena adanya kesamaan di antara hasil-hasil desain tersebut. Ini intuitif, kok. Tanpa membiarkan pikiran kita memproses lama-lama, kita secara instingtif bisa menilai persamaan (maupun perbedaan)-nya.

Panduan komprehensif untuk desain proyek ini terdiri dari kumpulan aturan, prinsip, batasan, dan praktik terbaik. Perilaku (behaviour) suatu komponen sangat diperhatikan. Mengingat, perilaku ini akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perilaku manusia yang menggunakannya.

Dalam mendesain setiap komponen, saya di tim business analyst sangat memperhatikan aspek fungsionalitas sekaligus aspek teknikal yang menyertainya. Aspek teknikal ini utamanya meliputi pemrograman secara front-end maupun back-end.

Mengapa Design System?

Ketika suatu produk digital berhasil alias tumbuh, maka jumlah anggota tim akan bertambah, serta kebutuhan bisnis atas produk digital tersebut akan ikut berkembang. Maka pada titik itu, proses pengembangan akan menjadi lebih kompleks dari sebelumnya. Di tahap ini, perlu ada pedoman khusus agar tata kelola tim bisa berjalan mulus dan tetap produkti. Di sinilah peran sistem desain akan terasa sangat penting.

Manfaat Design System

Dengan membangun sistem desain berarti kita sudah membuat suatu standard yang reusable (dapat digunakan kembali) dan scalable (berlaku dalam skala kecil maupun besar). Standard juga membantu kita memangkas durasi pekerjaan menjadi lebih singkat.

Dan kita tidak perlu khawatir lagi terhadap dinamika berorganisasi yang mungkin mempengaruhi kualitas produk/proyek aplikasi digital. Sebab, masuk dan keluarnya talenta dari/ke perusahaan tidak akan terasa signifikan selama perusahaan membudayakan untuk berpegang pada sistem desain yang sudah ada serta berkomitmen untuk terus ‘menumbuhkannya’.

Sistem desain memungkinkan kita untuk berbicara dalam konvensi penamaan yang sama, sehingga komunikasi yang terbangun dengan developer team juga lebih baik.

Di Indonesia, sistem desain yang populer adalah yang dari Gojek dan Tokopedia. Keduanya saya sertakan ke dalam referensi-referensi sistem desain yang populer di seluruh dunia.

Baca Juga: Design Thinking untuk Pengembangan Produk.

Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Verified by MonsterInsights