Samudera Manfaat Bermain Lego

Meski harganya tidak murah, tapi setidaknya ada 3 (tiga) manfaat bermain lego yang menunjang perkembangan anak-anak.

Impian Masa Kecil

Lego (akronim dr Leg Logd; Let’s Play) tuh impian masa kecil saya. yang sekarang ini, saya agak gak punya waktu untuk mengakomodasinya 😀

Jadi saya beli tuh lego di usia dewasa sekarang ini, karena waktu kecil dulu, gak punya dana untuk memilikinya.

Hanya bisa melambai-lambai dari luar toko mainan kalau melihat lego di rak-rak 😀

Dulu siy, hanya main bongkar pasang ya. Yang variasinya hanya satu macam (alias gak variatif). Itu lho, modelnya hanya 2 titik x 4 titik saja. If you can imagine what I mean.

Kenapa hanya punya yang satu macam begitu, jelas karena lego tuh mahal.

Tidak mungkin rasanya beli lego terus untuk menambal part-part yang kurang. Yah, kami hobi lego enggak segitunya mampu keluar duit.

Kedalaman dompet kami gak sedalam Palung Mariana 😀

Manfaat Bermain Lego

Meski termasuk mainan mahal, tapi saya yakin lego itu bermanfaat. Dari pengagum, saya berubah jadi pembeli. Nah, saya lihat, manfaat bermain lego setidaknya ada di 3 aspek: kognitif, motorik, dan sosial.

Kognitif – Seeing things differently

Sering membongkar pasang lego, melatih anak untuk trial and error. Di sinilah mereka membiasakan diri (baca: belajar) untuk melihat sesuatu secara berbeda (seeing things differently). Dengan kata lain, bermain lego melatih kreatifitas.

BACA JUGA:  Memosisikan Anak sebagai Pribadi Dewasa

Motorik Halus

Manfaat bermain lego di antaranya adalah melatih syaraf dan otot di jari-jemari untuk bisa familiar dan sinkron bekerja sama. Otak berimajinasi; perintah dikirim via syaraf ke otot; lalu otot yang melaksanakannya. Dari konsep imajiner sampai ke tataran eksekusi semuanya aktif ketika bermain lego.

Sosial – Memaksa Berkomunikasi

Bermain lego tuh, ada aspek kerja samanya. Yakni kalau sedang menyusun sesuatu bersama-sama.

Di sisi lain, ada aspek penyelesaian masalah (problem solving) yaitu ketika masing-masing pemain sedang menyusun dan ‘terpaksa’ bersaing memperebutkan sumber daya (resources) lego yang terbatas jumlahnya itu.

Dukungan Ortu

Yang perlu kita ketahui, bermain lego itu tidak di ruang vakum, ya. Maksud saya, pra dan pasca bermain lego butuh dukungan orang di sekitar (salah satunya ya orang tua). Bukan sekedar dukungan uang untuk membeli, tapi juga support berupa diskusi tentang:

  • Rencana
    • Apa rencana esok hari kamu ketika bermain lego?
    • Apa yang mau kamu buat?
  • Desain/Rekayasa
    • Bagaimana/mengapa kamu mendesainnya seperti itu?
    • Fitur ini tujuannya apa?

Dengan bertanya, mengobrol soal karya mereka, akan timbul kepercayaan diri mereka. Terutama terhadap karya yang mereka buat dengan pikiran imajinatif dan tangan yang terampil.

manfaat bermain lego
Baru berapa hari lalu belanja ini. Harga Rp180ribu. Eh per hari ini sudah Rp210ribu aja. Alhamdulillah, kemarin lucky aja dapat yang diskon. Cek di sini.

Apa Harus Lego?

Sebagai pemimpin pasar, Lego lha yang menyetir harga. Dan mereka memilih posisi sebagai yang termahal. Harga tinggi tersebut diimbangi dengan variasi part-part yang sangat beragam.

BACA JUGA:  Mendudukkan Sekolah dan Homeschooling Pada Kursinya Masing-Masing

Lagipula, Lego tidak hanya bermain di pasar generik saja via Lego Classic. Tetapi sudah fokus ke tema-tema semisal konstruksi, perkotaan (via Lego City), Lego Technic, dan sebagainya maupun tema-tema berbasis film: Star Wars, Batman, dll.

Tidak heran ‘kan kenapa harganya melangit?

Kembali ke pertanyaan. Apa harus lego? Jawabannya: tentu tidak.

Kini sudah banyak beredar merek-merek lain di pasar, yang harganya lebih terjangkau serta sudah bisa memenuhi part-part yang sifatnya wajib.

Dan tetap bisa memberikan setidaknya tiga manfaat yang sudah disebut di atas.


Baca juga artikel saya yang lain terkait FATHERING ya.

Leave a Reply