Kalau dengar kata media promosi, kebanyakan orang langsung kepikiran TV nasional, billboard di Jakarta, atau koran besar yang terbit se-Indonesia. Padahal, di tingkat kota atau kabupaten juga ada banyak media lokal yang bisa dipakai buat promosi. Istilah kerennya, ini disebut Above The Line (ATL) — saluran komunikasi menggunakan media massa yang bisa “teriak” ke publik secara serentak.
Nah, kalau kamu punya bisnis, event, atau program di daerah, pakai media lokal justru lebih pas. Kenapa? Karena lebih dekat dengan audiens setempat.
Yuk, kita bahas macam-macam media lokal ATL yang bisa kamu manfaatkan:
Daftar Isi
1. Koran Lokal
Masih ada lho pembaca setia koran daerah. Iklan di sini biasanya dipakai buat promosi bisnis, pengumuman resmi, sampai lowongan kerja.
Kini, mayoritas pelanggan koran cetak adalah institusi pemerintah dan institusi formal lain, perusahaan swasta, lembaga laba maupun nirlaba, organisasi kemasyarakatan dan komunitas. Sebagian lagi adalah pembaca milenial yang masih menjaga tradisi koran dan romantisme membaca halaman kertas. (Theconversation)
2. Radio Lokal
Siapa bilang radio udah ketinggalan zaman? Radio lokal punya pendengar setia, apalagi di jam-jam tertentu (misalnya pagi atau sore). Iklan radio juga bisa fleksibel, disesuaikan dengan bahasa atau gaya bicara khas daerah.
Siaran tak hanya mengudara melalui gelombang AM atau FM, tetapi juga dapat diakses melalui live streaming, podcast, dan platform digital lainnya. Karena radio tidak lagi bisa berjalan dengan pola-pola lama.
Ini lho cara-cara radio tetap relevan dan punya pendengar setia:
- Siaran berbahasa daerah
- Program yang mengangkat budaya lokal, dan
- Dialog interaktif dengan pendengar menjadikan radio sebagai media yang tetap relevan di tengah dominasi konten global di media sosial.
3. Baligo dan Billboard
Kalau lewat jalan utama kota, pasti sering lihat baligo atau billboard gede kan? Media luar ruang ini super efektif buat branding karena dilihat banyak orang setiap hari. Cocok banget buat kampanye event di daerah.
4. Majalah dan Tabloid Daerah
Nggak semua kota punya, tapi kalau ada, majalah lokal biasanya bahas hal-hal khas daerah: budaya, pariwisata, atau gaya hidup lokal. Iklannya pun jadi lebih fokus ke segmen tertentu.
Anak-anak skena (yang didominasi Gen z) ada kalanya menerbitkan majalah zine sendiri untuk anggota komunitasnya. Sifat penerbitannya masih suka-suka. Setidaknya, ini adalah harapan baru dalam konteks penerbitan media cetak. Jika menemukan komunitasnya, bisa juga brand tap-in melalui zine milik komunitas tersebut. (Theconversation)
5. Televisi Lokal
Di beberapa kota besar, TV lokal masih eksis. Iklannya bisa lebih hemat dibanding TV nasional. Masalahnya terletak pada siaran lokal yang diselenggarakan TV nasional cenderung tidak menarik bagi pengiklan lokal karena daya jangkau terbatas — tayang di jam-jam tertentu saja.
Yang lebih tepat memang TV lokal yang bersiaran benar-benar dengan konten lokal setempat. Dalam hal ini TV lokal seperti ini lebih memiliki kapasitas dan pengalaman akan ke-lokal-an supply and demand.
Baca Juga: Review Layanan Reklame Jakarta.
Jadi, Mana yang Cocok Buat Kamu?
Pakai media lokal ATL itu ibaratnya main “dekat rumah”. Pesanmu bisa sampai ke orang yang benar-benar kamu tuju, dengan cara yang lebih personal tapi tetap massal. Jadi, kalau mau promosi di daerah, cobain juga deh saluran-saluran lokal yang sudah disebut di atas .
Referensi
- https://theconversation.com/gen-z-skena-dan-harapan-baru-di-balik-redupnya-koran-cetak-266018
- https://www.liputan6.com/news/read/6031990/opini-meninjau-kembali-kewajiban-siaran-lokal-bagi-tv-nasional-di-era-multiplatform?page=2