Kalkulator Biaya Pendidikan Anak dari Prudential membuat rencana pendidikan menjadi lebih SMART

SMART adalah Specific, Measurable, Achievable, Relevant and Time-bounded. Dalam bahasa Indonesia, artinya adalah spesifik, terukur, bisa dicapai, relevan, dan terikat-waktu.

Orang tua yang baik itu memberikan dukungan dan dorongan kepada anak-anak yang dititipkan kepada mereka dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Bagi para orang tua, tentu saja akan sangat membahagiakan melihat anak-anak bertumbuh untuk meraih cita-citanya.

Pendidikan hari ini adalah investasi bagi masa depan anak-anak kita. Mencapai edukasi yang baik hari ini hendaknya wajib dimulai sejak dini. Tidak hanya persiapan dari rumah yang perlu kita lakukan, melainkan juga biaya pendidikan perlu kita alokasikan sejak dini.

Bahkan idealnya, sudah sejak anak tersebut lahir ke dunia, sudah waktunya kita mengambil ancang-ancang investasi pendidikan.

Karena 4 tahun sejak lahir saja, anak tersebut sudah TK. Dua tahun kemudian SD, 6 tahun berikutnya SMP, 3 tahun selanjutnya SMA, tidak terasa 3 tahun kemudian tiba saatnya datang masa-masa berkuliah.

Kita sebagai orang tua pastinya akan lebih lega sekaligus bangga jika memiliki kesiapan finansial yang baik untuk mendukung potensi dan minat anak. Tiga langkah berikut ini adalah persiapan-persiapan yang harus dilakukan demi masa depan yang lebih cerah untuk si anak:

(1) Persiapan Biaya Pendidikan Anak

Persiapan pertama adalah visi atau tujuan pendidikan anak. Apakah divisikan sebagai seniman (artist) yang notebene sekolahnya di bidang seni, atau menjadi dokter yang setidaknya harus menempuh 4 tahun pendidikan sarjana, 2 tahun co-as, dan 1 tahun magang (internship). Atau kuliah di fakultas teknik untuk menjadi seorang tukang insinyur (engineer).

BACA JUGA:  Meramal Masa Depan Pengasuhan Kita

Untuk jangka yang lebih pendek, berikut adalah beberapa karakteristik dari lembaga pendidikan hal yang kita sebagai orang tua, harus pertimbangkan dan pilih, di antaranya adalah:

  • Pilih pendidikan formal di sekolah atau homeschooling,
  • Bila pendidikan formal, menghendaki sekolah negeri atau sekolah swasta, –sebagaimana kita tahu, sekolah negeri relatif terjangkau biayanya. Jaraknya juga relatif dekat dengan rumah.
  • Terkait pendidikan agama, ingin sekolah dengan kurikulum agama yang kental dalam lingkungan asrama, atau mengambil pelajaran agama di luar sekolah formal, misalnya TPA (Taman Pendidikan Al-qur’an)
  • Jika sekolah swasta, mengikuti standard kurikulum nasional atau internasional (semisal: International Baacalaureate (IB), Cambridge International, atau lainnya)

(2) Mengenali Arah Pendidikan yang akan Ditempuh oleh Anak

Dari karakteristik lembaga-lembaga pendidikan yang telah disebut di atas, kita dapat mengenali bahwa masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak hanya soal strength dan weakness, tiap-tiap jenis pendidikan juga memiliki struktur biayanya masing-masing. Ada pembayaran yang hanya sekali di awal berupa uang pangkal dan uang pembangunan. Ada yang rutin setiap bulan/semester yaitu uang SPP, uang ekstrakurikuler, dan sebagainya. Demikian pula dengan besaran biaya dari masing-masing sekolah yang angkanya sangat mungkin bervariasi satu sama lain.

Orang tua bisa mulai menyusun perkiraan biaya sekolah dari TK sampai kuliah. Bisa juga memasukkan kursus-kursus tambahan seperti kursus bahasa asing, kursus matematika, bimbingan belajar, kursus musik, kursus olahraga, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:  Memosisikan Anak sebagai Pribadi Dewasa

Namun, perlu diketahui bahwa biaya pendidikan terus naik setiap tahunnya. Inflasi biaya pendidikan menyebabkan biaya pendidikan cenderung naik 10% – 15% per tahun. Yang lebih ekstrim bahkan menggunakan inflasi pendidikan sebesar 20%.

Saat ini uang pangkal SD swasta favorit di kota-kota besar di Indonesia berkisar pada angka 30 juta rupiah. Jika anak akan masuk SD tersebut 2 tahun lagi, maka uang pangkalnya sudah di kisaran 36 juta.

Perguruan tinggi negeri seperti ITB (Institut Teknologi Bandung) tahun 2020 saja, per semester sudah Rp12,5 juta.

(3) Menyusun Perencanaan Keuangan dan Estimasi Biaya yang akan Dikeluarkan

Langkah ketiga, yaitu dari target biaya pendidikan yang sudah diperoleh, baru disusun langkah mencapainya. Perlu distrategikan dengan baik, karena pendidikan anak adalah perjalanan yang cukup panjang. Semakin awal orang tua mempersiapkan maka akan semakin baik.

Berikut ini adalah karakteristik produk keuangan dalam membantu kita mencapai biaya pendidikan anak:

  • Produk tabungan tentu saja bisa membantu. Akan tetapi, tidak mampu mengejar inflasi yang berkisar 10%-20% tersebut.
  • Adanya asuransi akan menjamin pencairan dana ketika anak sudah masuk ke jenjang pendidikan tertentu. Asuransi pendidikan bisa menjadi alternatif, meskipun belum terlalu populer.
  • Produk investasi seperti reksadana atau saham bisa juga untuk mewujudkan rencana pendidikan anak. Namun, keduanya baru berkinerja optimal bila dilakukan dalam jangka panjang (>5 tahun).
BACA JUGA:  Anak Ketiga

Kesamaan di antara ketiganya adalah para orang tua wajib mengetahui berapa banyak uang yang harus disimpan setiap bulan untuk mengejar kesiapan biaya pendidikan anak.

Opsi terakhir manakala target biaya pendidikan anak belum tercapai adalah dengan mengandalkan produk jasa finansial seperti pinjaman pendidikan. Namanya juga pinjaman, pengembaliannya bisa dimulai secepat mungkin, bisa juga ketika siswa/mahasiswa yang bersangkutan sudah menyelesaikan pendidikannya dan telah bekerja.

Kalkulator Biaya Pendidikan Anak

Kini sudah ada kalkulator biaya pendidikan anak dari Prudential. Dengan kalkulator digital ini, para orang tua tidak perlu kebingungan atau kerepotan dalam menghitung biaya pendidikan anak di masa depan.

Yang membuat kalkulator ini lebih powerful dibanding alat sejenis adalah sudah memasukkan faktor negara dalam menghitung biaya pendidikan anak. Ada beberapa negara yang bisa dipilih, yaitu: Amerika Serikat, Inggris, Australia, Malaysia, Singapura, dan tidak terkecuali Indonesia.

Kalkulator dari Prudential ini tidak hanya menghitung biaya pendidikannya saja. Namun juga sekaligus biaya hidupnya.

Demikian tulisan ini kami akhiri, mudah-mudahan kita semua dimampukan menjadi orang tua yang mampu membiayai pendidikan anak-anak hingga mereka menjadi sarjana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.