Di Balik Rak Minimarket: Mengenal Peran Krusial Planogram Specialist

Setiap kali memasuki ritel minimarket seperti si merah atau si biru, saya selalu memperhatikan dan bertanya-tanya (wondering) mengapa kasir selalu berada kanan, setelah kita memasuki pintu.

Apapun penjelasannya, saya yakin itu semua demi memaksimalkan intent to buy dari tiap-tiap pengujung toko.

Mungkin kamu juga pernah curious akan hal yang sama? Misalnya kamu memperhatikan mengapa produk snack populer selalu berada di posisi yang mudah dijangkau mata (eye level), atau mengapa barang-barang kebutuhan pokok –misalnya beras– tertentu diletakkan di rak bagian bawah?

Di dunia ritel modern, penataan ini sama sekali tidak terjadi secara kebetulan. Ada strategi matematis dan psikologis yang dirancang secara detail oleh seorang profesional yang disebut Planogram Specialist (atau Planogram Maker).

Secara umum, panduan visual yang mereka buat disebut sebagai Planogram Display—sebuah diagram, skema, atau denah visual yang merinci secara tepat di mana dan bagaimana setiap produk harus ditempatkan di rak atau area pajang toko.

Panduan ini dirancang untuk memaksimalkan efisiensi ruang, meningkatkan kenyamanan belanja konsumen, dan ujung-ujungnya, mendorong angka penjualan ritel. Panduan ini menjadi pegangan bagi visual merchandiser yang mengunjungi toko — hingga 40 toko dalam sepekan.

Dalam operasional ritel modern, tugas seorang Planogram Specialist biasanya terbagi ke dalam dua fokus area utama: Planogram Rak Gudang dan Planogram Toko.

1. Dua Pilar Planogram: Rak Gudang vs. Area Toko

Untuk menciptakan efisiensi yang menyeluruh dari hulu ke hilir, manajemen ritel memisahkan strategi tata letak menjadi dua bagian:

A. Planogram Rak Gudang (Backroom Planogram)

Planogram rak gudang adalah aturan tata letak untuk item-item best seller toko yang disimpan di area gudang belakang (backroom).

Berbeda dengan area pajang toko yang berfokus pada visual, penataan di rak gudang berorientasi pada kecepatan restocking (pengisian ulang rak) dan profitabilitas.

Penyusunannya didasarkan pada laporan data analitik (report item) yang memiliki gross margin (margin keuntungan kotor) yang tinggi. Produk dengan profit tinggi dan perputaran cepat ini ditempatkan di titik yang paling mudah diakses oleh kru toko di gudang.

Tujuannya agar saat stok di rak toko habis, proses pengambilan barang di gudang bisa dilakukan secepat mungkin demi menghindari hilangnya potensi penjualan.

B. Planogram Toko (Store Front Planogram)

Ini adalah peta visual untuk area belanja yang dilihat langsung oleh konsumen. Di Indonesia, khususnya untuk skala minimarket, best practice atau rujukan terbaik dari implementasi planogram toko ini dapat kita lihat secara nyata pada jaringan Si Merah dan Si Biru.

Setiap jengkal rak (gondola) di Si Merah dan Si Biru diatur menggunakan perhitungan yang matang. Mulai dari pengelompokan produk (blocking kategori), penentuan jumlah baris produk ke belakang (facing), hingga pengaturan tinggi rendahnya papan rak disesuaikan dengan perilaku belanja masyarakat Indonesia.

2. Mengapa Posisi Planogram Specialist di Head Office Selalu Dibutuhkan?

Posisi Planogram Specialist merupakan peran strategis yang berbasis di kantor pusat (Head Office). Mereka bertindak sebagai jembatan antara tim Visual Merchandising (untuk toko yang bukan milik sendiri) dan tim Operasional Toko (untuk toko milik sendiri).

Satu pertanyaan yang sering muncul: Jika tata letak rak sudah dibuat, mengapa posisi ini harus ada terus-menerus?

Jawabannya terletak pada dinamika portofolio produk ritel yang sangat cair. Perusahaan raksasa seperti Si Merah dan Si Biru mengelola ribuan Stock Keeping Unit (SKU). Portofolio ini akan selalu berubah setiap bulan, bahkan setiap minggu, karena dua faktor utama:

  1. Produk Baru yang Masuk (New Product Launch): Produsen FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) terus berinovasi merilis produk baru. Ketika produk baru masuk, Planogram Specialist harus menghitung ulang ruang rak untuk memberikan tempat bagi produk tersebut tanpa mengorbankan performa produk yang sudah ada.
  2. Produk yang Keluar (Delisting): Produk yang tidak mencapai target penjualan atau sudah tidak diproduksi lagi oleh supplier harus dikeluarkan dari sistem ritel. Kekosongan ruang ini harus segera diatur kembali agar rak tidak terlihat bolong atau diisi secara sembarangan oleh kru toko.

Dinamika in-and-out barang inilah yang membuat pekerjaan seorang Planogram Maker tidak pernah berhenti. Mereka harus terus memperbarui, menguji, dan mendistribusikan denah planogram baru ke seluruh jaringan gerai yang jumlahnya mencapai belasan hingga puluhan ribu toko.

Kualifikasi Posisi

  • Bachelor’s Degree (S1) majoring in Mathematics or Statistics (open for fresh graduates).
  • Proficient in operating Microsoft Excel.
  • Strong knowledge of Python, RStudio, Looker Studio, and SQL for data processing and analysis.
  • FYI, ada guidance and practices yang disebut Spacemen Nielsen. Mahir dalam mengimplementasikan ini tentu menjadi nilai lebih bagi pelamar.

Tanggung Jawab

  • Menganalisa dan mengoptimalkan Planogram agar dapat mencapai target sales serta merancang planogram agar timoperasional toko dan tim audit dapat melakukan display dan Stock Opname (SO) dengan baik.
  • Berkomunikasi intensif dengan visual merchandiser demi mewujudkan planogram dan merchandise yang paling optimal

KPI

Persen ketercapaian realisasi sales dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan untuk quarter/tahun tersebut. Planogram Specialist yang well performed tentunya bisa mendongkrak seluruh category management dalam merealisasikan penjualan.

FYI, posisi ini ada per sekian jumlah category management. Contoh: category Tissue, Sanitary Adult, Miscleneous and Stationary, Pet Food.

Dapat disimpulkan bahwa seorang Planogram Specialist bukan sekadar “penata barang”, melainkan seorang strategis ritel yang menggabungkan analisis data penjualan dengan psikologi konsumen.

Melalui keahlian mereka dalam merancang Planogram Rak Gudang dan Planogram Toko, perusahaan ritel dapat memastikan bahwa setiap sentimeter ruang yang dimiliki mampu menghasilkan penjualan yang optimal, sekaligus memberikan pengalaman belanja yang nyaman bagi pelanggan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.