Masalah kebanyakan dari kita –selaku orang tua– SlH tidak punya pilihan dalam menyekolahkan anak. Maka dari itu, tulisan ini sesungguhnya ditujukan untuk para orang tua yang punya pilihan.
Bicara memilih pendidikan untuk anak ada beberapa keterbatasan pilihan yang menjadi dilema para orang tua seperti saya.
Keterbatasan pertama: biaya pendidikan itu tinggi (sekali). Bukan hanya di masa awal anak-anak, seperti TK-SD. Tetapi juga akumulasinya nanti — hingga kuliah ke perguruan tinggi. Harus punya “nafas” keuangan yang panjang untuk bisa melihat anak-anak diwisuda di kampus. Demikian konsekuensi logis dari memilih sekolah swasta untuk anak.
Dari keterbatasan tersebut, orang tua bisa memilih sekolah negeri yang memiliki keterbatasan lain, yaitu:
Keterbatasan kedua: kualitas pendidikan. Kita tahu bahwa namanya “negeri”, yaitu pendidikan yang disediakan oleh pemerintah, sebenarnya lebih berfokus pada pemerataan. Memang sudah seharusnya seperti itu. Karena itu adalah bare minimum yang wajib dicapai oleh pemerintah. Sehingga, kualitas diprioritaskan belakangan daripada pemerataan.
Di sekolah negeri, di samping persoalan kualitas, “jamkos” alias jam kosong itu sering terjadi.
Orang tua bisa memilih untuk mendidik sendiri anaknya di rumah. Namun tidak semua punya kemewahan itu, karena keterbatasan berikutnya:
Keterbatasan ketiga: kemampuan dan waktu mengajar. Ketika kedua orang tua harus bekerja. Maka tidak cukup waktu dan tenaga untuk mengajar anak di rumah. Pikiran orang tua diperlukan untuk menyusun kurikulum di rumah. Yang tidak boleh dilupakan adalah mengajar itu perlu kesabaran — makanya mengajar itu perlu waktu. Dan tentu saja, bagi kebanyakan orang tua, tidak banyak energi yang tersisa setelah pulang dari bekerja — mencari nafkah.
Tiga keterbatasan di atas bisa diatasi dengan homeschool. Artinya, tentukan sendiri saja seperti apa kurikulumnya. Operasikan sendiri kurikulum tersebut. Biayanya jadi bisa kita atur sendiri. Demikian pula dengan kualitasnya yang bisa kita targetkan sendiri pula. Akan ada harga untuk tiap-tiap kualitas yang ditargetkan ya.
Di satu sisi, homeschool adalah solusi atas kualitas dan “jam kosong” di sekolah negeri serta mahalnya biaya di sekolah swasta. Namun ya, effort-nya murni dilakukan oleh kita sendiri selaku orang tua. Tentu saja itu tidak mudah membutuhkan nafas yang panjang.
Satu-satunya tantangan: partisipasi orang tua.
Semua jalur pendidikan yang saya sebut di atas tetap harus ada partisipasi orang tua. Namun saya melihat, orang tua paling wajib terlibat pada jalur homeschool lebih daripada jalur-jalur pendidikan yang lain.