Air merupakan kebutuhan yang tak terhindarkan dalam kehidupan kita. Untuk diminum saja, beberapa korporat consumer seperti Mayora (Le Minerale) maupun Wingsfood (Aquviva) juga ikut terjun ke pasar air mineral.. Air minum dalam kemasan (AMDK) tersebut memang paling cocok untuk dibawa bepergian.
Namun, jika di rumah tinggal, untuk kebutuhan sehari-hari kita bisa gunakan air dari PDAM atau dari sumur bor. Salah satu yang bisa dipakai untuk mengoptimalkan kualitasnya adalah filter air minum. Tulisan kali ini akan membahas apa saja yang perlu diperhatikan ketika mencari filter dan pada situasi seperti apa filter sudah waktunya diganti.
Daftar Isi
Pertimbangkan Sebelum Membeli
Berikut adalah kriteria penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih filter air minum:
Kualitas Air Sumber
Ketahui terlebih dahulu kualitas air yang akan disaring, apakah mengandung bahan kimia, partikel kasar, mikroorganisme, atau logam berat. Gunakan filter karbon aktif untuk menyaring klorin dan bau, atau filter reverse osmosis (RO) untuk memfilter bahan kimia dan logam berat.
Jenis Kontaminan yang Ingin Dihilangkan
Sesuaikan filter dengan kontaminan yang ada pada air, seperti pasir, lumut, karat, klorin, mikroorganisme, dan zat berbahaya lainnya. Filter harus mampu menyaring sampai ukuran partikel yang sangat kecil (di bawah 0,5 mikron) agar air benar-benar aman.
Kapasitas dan Kecepatan Aliran
Pilih filter dengan kapasitas filtrasi yang sesuai kebutuhan, terutama berdasarkan jumlah pengguna dan volume air yang digunakan sehari-hari. Debit aliran air juga penting agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama untuk keluarga besar. Ganti filter sesuai ketentuan, dikarenakan debit maupun tekanan aliran air tentu menyebabkan aus pada filter.
Lokasi dan Ruang Pemasangan
Sesuaikan tipe filter dengan lokasi pemasangan, apakah untuk seluruh rumah alias dipasang di titik awal air masuk rumah (point of entry) atau khusus di titik tertentu seperti dapur di mana air langsung digunakan (point of use). Perhatikan juga ketersediaan ruang agar filter bisa dipasang dengan nyaman.
Teknologi Filter yang Digunakan
Pilih teknologi filtrasi yang sesuai, contohnya karbon aktif, reverse osmosis (RO), ultraviolet (UV), dan ion exchange. Teknologi yang dipilih harus efektif untuk kebutuhan spesifik air yang akan disaring dan sesuai dengan anggaran energi juga.
Kemudahan Perawatan dan Ketersediaan Suku Cadang
Selain dengan penggantian, cara lain merawat filter adalah dengan membersihkan komponen filter secara berkala menggunakan air bersih (bukan bahan kimia keras). Periksa apakah ada jebol yang menyebabkan kebocoran, serta pastikan filter memang bekerja optimal sesuai dengan jenis filter dan kondisi air.
Suku cadang yang dimaksud sebenarnya terdiri dari bahan media filter itu sendiri (karbon aktif, pasir silika, dll) maupun komponen seperti housing filter dan cartridge filter.
Reputasi Merek dan Layanan Purna Jual
Pilih produk dari merek terpercaya dengan ulasan positif konsumen, layanan konsultasi teknis, garansi, dan customer support yang baik agar filter aman dan awet.
Sertifikasi Produk
Filter air yang baik biasanya memiliki sertifikat resmi seperti SNI (Standar Nasional Indonesia) dan ISO (International Standard Organization), yang menjamin kualitas filter tersebut sesuai dengan standard.
Kriteria-kriteria tersebut penting untuk memastikan filter yang dipilih menghasilkan air minum yang aman, sehat, dan sesuai kebutuhan. Memahami kondisi air dan kebutuhan pribadi sangat menentukan pilihan filter yang tepat.
Selain air bersih yang disaring dengan filter air minum, meningkatkan kualitas hidup bisa juga dengan membangun taman di rumah.
Kapan Filter Air Minum Diganti?
Pemakaian Terus-Menerus
Filter air minum memiliki masa pakai yang terbatas, sehingga perlu diganti secara rutin agar kualitas air tetap terjaga. Umumnya, filter karbon aktif dapat bertahan antara tiga hingga enam bulan, filter sedimen sekitar enam hingga dua belas bulan, sementara membran RO (Reverse Osmosis) bisa digunakan hingga dua atau tiga tahun, tergantung kondisi air baku. Namun, acuan terbaik tetap mengikuti rekomendasi dari pabrikan.
Rasa Air Mulai Berubah
Selain waktu, tanda-tanda lain juga bisa menjadi indikator kapan filter sudah harus diganti. Jika rasa air mulai berubah, muncul bau yang tidak biasa seperti amis, apek, atau berklorin kuat, atau air terlihat keruh dan meninggalkan sedimen halus, itu menandakan fungsi filter sudah menurun. Perubahan tekanan air juga perlu diperhatikan; aliran yang semakin lambat biasanya disebabkan oleh filter yang tersumbat kotoran.
Kualitas Air Sumber yang Rendah
Lingkungan pemakaian pun berpengaruh terhadap ketahanan filter. Air baku dengan kualitas rendah—misalnya banyak lumpur, kapur, atau kadar klorin tinggi—akan mempercepat penurunan fungsi filter. Begitu juga pada rumah tangga dengan pemakaian tinggi, filter cenderung lebih cepat habis masa pakainya. Karena itu, sebaiknya jangan menunggu sampai air terlihat kotor atau berbau, melainkan ganti filter secara rutin sesuai jadwal untuk memastikan air minum tetap aman dan layak konsumsi.