Ada kawan saya yang share di post linkedin-nya mengenai betapa efisien-nya service pengadaan air bersih di negara kita, ketika performance layanan PDAM –ada frase “air minum” di dalamnya– kita masih begitu-begitu saja.
Kalian tahu kan, ada beberapa negara yang airnya bahkan bisa langsung diminum begitu mengucur dari keran, seperti:
- Singapura: Air kerannya telah memenuhi standar ketat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO – World Health Organization, badan PBB yang mengurusi kesehatan masyarakat).
- Jepang: Memiliki teknologi penyaringan air yang sangat canggih dan terjaga kebersihannya.
- Jerman & Swiss: Menggunakan sumber air pegunungan yang jernih serta sistem pemurnian modern.
- Kanada & Amerika Serikat: Memiliki regulasi kualitas air minum yang sangat ketat.
- Negara Nordik (Islandia, Norwegia, Finlandia): Mempunyai sumber daya alam air murni dari lelehan gletser dan danau terlindungi.
- Australia & Selandia Baru: Menyediakan pasokan air bersih yang aman dari keran berkat penjagaan ekologi yang baik.
Di sebanyak 187 negara, air keran tidak sepenuhnya aman untuk langsung diminum? Air keran mungkin bisa diminum, tapi tubuh setiap orang akan bereaksi berbeda karena tidak terbiasa.
Kawan saya menyebutnya efisien, karena tanpa mengandalkan air bersih dari keran PDAM pun, kita bisa menggunakan air dari jalur-jalur lain untuk memasak, makan, minum, mencuci, dlsb. Berikut ini adalah beberapa rantai yang memenuhi kebutuhan air kita:
Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK)
Sesuai namanya, AMDK memang menyajikan banyak sekalian varian kemasan: mulai dari galon (19 liter dan 10 liter), botol 1,5 liter, botol 600mL, hingga gelas 240 mL. Kita semua tahu bahwa AMDK ini kemudian didistribusikan seperti produk consumer pada umumnya, yaitu menggunakan truk, mobil box, dan kendaraan pengangkut lainnya.
Di pulau Kalimantan, pernah ada sebuah merek nasional, namun karena kualitas airnya berbeda, mereka menutup “pabrik” mereka di sana karena khawatir akan berdampak pada ekuitas merek mereka yang memang sudah dibangun lama di Pulau Jawa. Saat ini, merek tersebut bisa seharga Rp55ribu untuk satu galonnya saja di kota besar seperti Balikpapan — meanwhile di Bandung sekitar Rp24ribu.
AMDK ini ada macam-macam teknik penyediaannya ya. Ada yang Reverse Osmosis (RO), ada yang didestilasi (dipanaskan hingga menguap lalu dikondensasikan menjadi air kembali), ada yang pH-nya dinaikkan sehingga menjadi air alkasi, ada yang murni dari pegunungan namun dengan penambahan mineral-mineral tertentu, seperti kalsium dan magnesium.
Lihat preferensi masyarakat terhadap merek-merek AMDK di Indonesia.
FYI, ini ada PDAM Kota Malang yang turut merilis produk AMDK.
Air Pegunungan
Air dari pegunungan ini literally memang diambil dari mata air di perbukitan, misal di Bandung Raya ada Gunung Manglayang. Peruntukannya ke rumah-rumah tangga, maupun ke penyedia layanan air isi ulang –yang kemudian dikemas ke dalam galon. Fenomena ini saya yakin tidak hanya terjadi pada Gunung Manglayang ya, karena layanan air isi ulang dengan sumber air perbukitan pun ada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Yang dikirim ke rumah tangga, tentu saja harus ditampung di tandon (torrent). Jika satu KK tidak cukup, maka pelanggan bisa mengajak tetangganya untuk sharing cost. Volumenya lumayan, soalnya. Bisa di kisaran 1.500 liter sekali jalan dengan truk tangki. Ada juga yang distribusinya memakai jerigen; sekitar 20-an jerigen dalam satu pickup.
Water Treatment Plant
Sudah saya bahas sebelumnya di post yg ini https://ikhwanalim.com/solusi-air-bersih-untuk-perumahan/
[…] Air Bersih pada Berbagai Skala Bisnis […]