Biar kita start dengan pemahaman yang sama, mari pahami bahwa produk digital = eBook (PDF atau format lain), template, online event, kursus.
Landing Page
Semuanya bisa dipakai sebagai landing page (LP). Jadi, kita bisa menyebarluaskan link landing page tersebut ke mana-mana agar kemudian usernya mendarat di LP kita. Misal, punya saya: lynk.id/ikhwanalim, di dalamnya kita bisa taruh macam-macam: link ke whatsapp, social media, produk digital berbayar, dll.
Seorang influencer atau content creator yang dapet penghasilan dari YouTube, afiliasi, dan sponsorship lebih cocok pakai Lynk.id buat nampilin semua link tersebut dalam satu halaman LP.
Freelancer seperti desainer grafis, coach, atau konsultan bisnis bisa pakai Mayar.id buat bikin sistem pembayaran simpel. Jadi ada price tag-nya gitu. Cocok untuk produk digital. Jelas tidak cocok untuk jasa seperti consulting yang settingan harganya tergantung scope-ing.
Dengan Lynk produk digital akan otomatis dikirim ke alamat email pembeli setelah menuntaskan pembayaran. Jadi, pembeli download buku PDF-nya melalui e-mail.
Berikut kutipan dari threads.net/@bapakkerjaremote
Withdrawal, Settlement, Dashboard
Biaya withdrawal, informasi saldo settled, dan dashboard yang asik (buat saya). Di luar 3 hal ini, saya nggak begitu terlalu pertimbangkan, ya.
Withdrawal Cost
Ini ternyata cukup penting setelah kurang lebih sebulan saya berkecimpung di dunia produk digitail. Pasalnya, tiap withdraw kalau kena biaya yang lumayan, kan kurang asyik aja gitu ~ Ini komparasinya Mayar: 2.775 Lynk: 5% dari nominal Clicky: 5.000
Ini seperti saya dengan dua backlink marketplace. Ada yang baru withdraw berdasar tanggal, yang kedua hanya bisa withdraw setelah mencapai jumlah minimum.
Fund Settlement
Ternyata, ga semua saldo/pendapatan yang diterima bisa langsung ditarik. Tergantung payment method yang digunakan, ada waktu tunggu sampai saldo akhirnya settled dan bisa ditarik. Buat saya, penting untuk bisa tahu mana yang sudah settled & yang masih belum. Di poin ini, Mayar jadi juaranya (lagi). Karena di Mayar ada keterangan mana saldo yang udah bisa ditarik, mana yang belum.
Dashboard
Tapi kali saya langsung jatuh cinta sama tampilan dashboard-nya Mayar. Bersih, simple, kece gitu. Dipakainya juga cukup gampang, karena hampir semua menu cukup jelas navigasi dan fungsinya.
UI-nya Lynk bisa diutak-atik. Namun, dashboard Mayar –tidak bisa diutak-atik– lebih nyaman, menurut saya.
Mayar
Fokus: Super Platform untuk jualan produk digital dan pembayaran.
Kelebihan: Fitur lengkap (kelola anggota, checkout, invoicing, pembayaran), cocok untuk skala usaha mikro-menengah.
Cocok untuk: UMKM, penjual e-course/kelas online.
Dua komunitas digital marketing yang saya ikuti pakai Mayar karena keduanya membutuhkan modul Membership Management.
Lynk
Fokus: Link-in-bio, monetisasi bisa cepat (karena alatnya paling simpel), produk digital.
Kelebihan: Sangat mudah digunakan — ramah untuk pemula, gratis (ada versi Pro Rp 99rb/bln).
Cocok untuk: Influencer, Content Creator, penjual e-book/preset, kursus online.
Scalev
Scalev ini yang UX-nya sudah ramah untuk di-scale dengan Meta Ads. Jadi user akan keluar duit untuk dua hal: bayar untuk fitur yang lebih lengkap — karena bisa untuk skala UMKM– dan bayar Meta Ads itu sendiri. Setahu saya, Scalev belum support para affiliator.
Sama seperti Lynk, Scalev akan mengirim produk digitalnya langsung ke email buyer.
Clicky
Klaimnya: tanpa komisi kepada Clicky untuk tiap produk digital yang terjual, bisa menarik dana kapanpun dan semua fitur bisa digunakan tanpa biaya langganan. Sebagaimana sudah disebut di atas, per transaksi penarikan ada biaya Rp5.000,-.
Sejauh saya lihat, kelebihan Clicky –selain bisa iklan– juga membuka kesempatan bagi affiliator untuk menjualkan produk digital milik kita.
Jadi, bagaimana algoritma untuk memilih satu di antara sekian banyak platform tersebut?
- Jika kamu adalah individu pemula, maka mulai dengan Lynk
- Kalau kamu adalah bisnis atau komunitas, gunakan Mayar
- Kalau kamu pake meta ads untuk scaling, Scalev oke banget