11 Kesalahan Blogger Pemula

Anda yang membaca postingan ini pastinya beruntung sekali. Saya dulu meraba-raba bagaimana meningkatkan kemampuan saya dalam blogging. Saat itu referensinya belum banyak. Nah, harapan saya adalah tips menulis blog ini bermanfaat untuk kamu para blogger pemula.

  1. Kurang fokus pada tujuan blogging itu sendiri. Blogger pemula memposting segala yang ingin ditulis. Padahal konten perlu konsistensi topik. Apa jadinya kalau tidak konsisten? Brand dari blog jadi tidak terbangun. Kenapa saya harus baca blog anda untuk topik tersebut, dan bukannya membaca blog yang lain? So, tips menulis blog yang pertama adalah blogger pemula harus punya tujuan nge-blog supaya brand blognya terbangun.
  2. Bingung mentarget audiens. Audiens kan ada beragam ya. Expert banget ada, sampai level pemula juga ada. Tidak bisa semuanya dilayani. Jika tidak demikian, nantinya ada expert memandang rendah blog Anda karena masih ada konten untuk pemula. Sebaliknya, level pemula belum waktunya untuk diberikan konten yang “berat”. Tips menulis blog yang kedua adalah memperbanyak konten yang relatif sederhana, sehingga mudah ditemukan oleh mesin pencari. Kalau konten yang berat, cocoknya untuk “penikmat konten” alias pengunjung langganan.
  3. Lupa –atau malah terlalu sering– mengekspresikan diri. Penghadiran diri Anda dalam tulisan jelas penting. Setidaknya itulah ciri bahwa tulisan tersebut adalah Anda. Namun demikian, terlalu sering mengekspresikan diri berarti narsisme tingkat tinggi. Begini tips menulis blog yang terbaik dari saya: Tulislah seakan-akan kamu sedang bercakap-cakap dengan seseorang.
  4. Abai terhadap SEO — Search Engine Optimization. Entah terlalu fokus dengan konten, sehingga lupa si SEO. Atau terlalu SEO sehingga konten malah kurang menarik. Alias tidak memberi nilai manfaat ke pembaca — yang menemukan banyak teks tanpa hubungan satu sama lain. Tips menulis blog yang berikutnya adalah berikan perhatian yang cukup (tidak berlebihan) terhadap SEO.
  5. Tidak mengorganisasikan konten. Ini bukan konten tidak boleh mengalir ya — justru itu harus. Melainkan harus jelas yang mana pembuka — atau latar belakang mengapa konten tersebut ditulis, isi, hingga penutup — atau berisi tentang bagaimana mengaplikasikan poin-poin yang disarankan dalam kehidupan sehari-hari. Tips menulis blog: structure, structure, structure. Since structure is everything.
  6. Main tulis saja, tapi melupakan editing. Salah ketik (typo) itu akan menunjukkan ke-amatir-an Anda. Blogger pemula harus belajar menjadi profesional sejak awal, dong. Kesalahan-kesalahan tersebut juga mengganggu pembaca — karena mereka malah akan fokus pada kesalahan Anda. Ingat kembali proses penulisan: researchdraftpublishedit.
  7. Sering ingin sempurna (perfect). Akibatnya jarang merilis (publish) tulisan. Terlalu banyak riset. Jadi bingung menuangkan ide-ide ke dalam suatu tulisan utuh. Atau sudah mulai menulis draft. Sarannya adalah tidak usah sempurna. Ada quote yang menarik bahwa, “Tulisan yang sempurna adalah tulisan yang tidak pernah ditulis”. Namun, untuk menyempurnakan, silakan rilis tulisan tersebut. Dan lihat bagaimana para pembaca anda memberikan komentar. Seiring waktu, Anda bisa memperbaikinya. Atau bahkan menghasilkan ide tulisan utuh yang baru.
  8. Inkonsistensi. Ada dua yang harus konsisten: (1) konsisten menerbitkan konten, dan (2) konsisten pada kualitas konten. Untuk yang kedua, kata lainnya adalah standard kualitas. Proses kontrol harus dijalankan sebelum tulisan terbit. Di sinilah pentingnya proses editing sebagai sebuah bentuk kontrol kualitas tulisan.
  9. Tidak promosi konten. Di era internet –sekaligus social media–promotion is a must. Bahkan promosi telah menjadi proses ke-5 yang harus dilakukan setelah research-draft-publish-edit.
  10. Belum menghimpun leads. Asumsi dasarnya adalah tidak semua orang cocok dengan konten kita. Dengan kata lain, konten kita pasti ada target pasarnya. Nah untuk target pasar kita, kita bisa mengoptimalkan hubungan antara konten kita dengan target pasar tersebut. Caranya adalah melalui berlangganan konten dari kita. Para pelanggan inilah yang kita sebut sebagai leads. Jadi dia harus submit email sehingga dapat menjadi pelanggan tetap kita. Plugin SumoMe yang membantu saya dalam menghimpun leads.
  11. Belum paham tipografi. Konten di blog tidak bisa hanya teks saja. Full text hanya membuat kita sakit mata. Sehingga pengunjung jadi malas membaca. Harus ada pembagian paragraf. Di mesin WordPress, sekali enter saja sudah cukup memberikan jarak antar paragraf yang baik. Jumlah baris maksimal dalam paragraf adalah lima baris. Dan lain sebagainya.

Demikian 11 pelajaran yang harus kita kuasai sehingga kita dapat beranjak dari sekedar blogger pemula menjadi blogger yang lebih profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *