Strategi Omnilytics selama Pandemi Covid-19

Omnilytics adalah platform data ritel, yang menggerakkan bisnis pengambilan keputusan dengan wawasan yang mendalam dan dapat ditindaklanjuti.

Introduksi

Omnilytics: Peritel busana di seluruh dunia sedang berebut bertahan.  Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengumumkan pada 21 Maret bahwa manufaktur untuk barang mewah harus dihentikan, sehingga mengganggu industri senilai $ 107,9 miliar dolar ini. Pada saat laporan ini dibuat oleh Omnilytics, pandemi ini telah menyebar di 167 negara, dengan kasus yang dilaporkan meningkat secara eksponensial di negara-negara seperti Italia, Iran dan Amerika Serikat (termasuk Cina, negara di mana pekerjaan alih daya –outsourcing—banyak diterima). Merek-merek seperti seperti Prada dan Ferragamo menurunkan skala produksi untuk mengurangi risiko. Di sisi sebaliknya, penjualan digital Nike mengalahkan prediksi, yaitu terjadi peningkatan sebesar 36%.

Dengan cepat, Zara -pemilik Inditex- mengumumkan turunnya penjualan sebesar 24%. Dikhawatirkan, ini baru puncak gunung es. Dengan pembatalan Musim NBA, penundaan Copa Amerika, dan toko-toko yang dipaksa-tutup di Kanada dan AS, para ahli memprediksi penjualan Under Armor dan Adidas akan suram. Karena kekurangan bahan baku bahan dari Cina, pabrik garmen di Bangladesh, Kamboja dan Vietnam telah ditutup – secara efektif menyisakan jutaan pekerja tanpa sumber penghasilan.

Menurut sebuah survei oleh komite desain Altagamma, perusahaan konsultan BCG dan firma manajemen aset Bernstein, merek-merek mewah akan kehilangan laba sebesar € 10 miliar. Dalam beberapa minggu terakhir, pasar produk-produk mewah telah merasakan dampak dari terlalu mengandalkan konsumen Cina. Rumah mode mewah Prada baru-baru ini mengumumkan bahwa wabah telah “menghentikan lintasan pertumbuhannya”.

Secara global, Cina mewakili 33% konsumen untuk pembelian barang mewah, dan menurut laporan Bain & Company,  proyek pertumbuhan 20% untuk barang-barang mewah di tahun 2018 dan 2019 di Cina. “Orang Cina telah menjadi pembalap tunggal terbesar dalam kemewahan dan mode dalam 10 tahun terakhir, ”kata Pauline Brown, mantan ketua LVMH regional Amerika Utara.

Pasar barang mewah kini harus memikirkan ulang strateginya. Layanan sangat personal –yang menjadi ciri khas– sekarang menjadi lapuk. Dalam pandemi, prioritas berubah. Pauline Brown menambahkan bahwa para konsumen kini semakin fokus pada kesehatan, dan mengurangi belanja barang mewah.

Untuk saat ini, pemain barang mewah mengambil tindakan pencegahan dalam rantai pasokan mereka. Louis Vuitton, Prada dan Ferragamo dilaporkan telah mengurangi produksi guna mengurangi dampak.

Ada 5 (lima) strategi besar dari Omnilytics dalam rangka menyelamatkan usaha, staf, dan pelanggan melewati pandemi Covid-19 yang berat ini:

  • Penstabilan Penjualan dan Pengurangan Inventori
  • Mitigasi Kejutan Suplai
  • Penguatan Operasional
  • Navigasi Pergeseran Pelanggan
  • Peninjuan Kembali Pemasaran

Penstabilan Penjualan dan Penurunan Inventori

Omnilytics:

  • Memaksimalkan peningkatan pengeluaran untuk aktifitas online. Karena toko ditutup atau boleh beroperasi untuk jam yang terbatas, sebagian besar konsumen beralih ke belanja online. Pengecer harus memanfaatkan peluang online ini untuk mengimbangi kemerosotan ritel fisik.
  • Uji distribusi omnichannel secara maksimal. Gunakan periode percobaan ini pada berbagai distribusi saluran. Tetap gesit, memastikan visibilitas penuh pada kinerja penjualan dan secara konstan memonitor penjualan. Tambah atau kurangi biaya pemasaran berdasarkan penjualan yang dihasilkan.
  • Stabilkan inventaris yang mudah berubah level. Banyak pengecer berisiko kekurangan stok karena gangguan rantai pasokan. Dalam situasi ini, pengecer harus menerapkan perlindungan terhadap persediaan yang semakin menipis.
  • Bersikap fleksibel dengan margin keuntungan. Penurunan harga mungkin diperlukan untuk mendorong selera konsumen dan belanja awal.
  • Amankan stok tambahan atau stok strategis melalui pemasok yang baru. Mempertahankan arus kas sangat penting saat ini. Tingkatkan persediaan pada produk-produk inti –seperti t-shirt dan jeans– yang dapat dengan mudah direproduksi bersama pemasok lain.

Mitigasi Kejutan Suplai

Di sisi sebaliknya, baju santai (loungewear) akan menjadi kategori yang potensial sejak mayoritas populasi diperintahkan untuk tinggal rumah. Hal yang sama berlaku untuk pakaian olahraga (active wear). Merek yang bermain di kategori ini, kemungkinan besar invetarisnya akan rendah karena orang akan cenderung berolahraga di rumah.

  • Analisis implikasi jangka pendek dan panjang. Kemungkinan jangka pendek implikasinya termasuk tenggat waktu yang terlewat, tingkat produk yang tidak memadai untuk meluncurkan tantangan baru atau logistik. Implikasi jangka panjang bisa berdampak pada biaya atau masalah dalam perencanaan permintaan. Nilai semua pro dan kontra sebelum mengambil keputusan.
  • Nilai polis asuransi untuk memastikan perlindungan keterlambatan produksi. Ini dapat menghilangkan biaya tambahan terjadi karena logistik dan tarif yang dialihkan.
  • Jelajahi peluang pemasok atau manufaktur yang berlokasi dekat pantai. Meskipun strategi ini dapat berisiko peningkatan HPP, produksi lokal memungkinkan respon yang lebih cepat.

Penguatan Operasional

Dengan masalah saat ini, pengecer akan menghadapi masalah understocking dan overstocking. “Penguatan Operasional” berupaya mengejar posisi di tengah-tengah kedua ekstrim tersebut.

  • Mempersiapkan rantai pasok dan merencanakan “Plan B” yang tepat.
  • Perluas saluran e-commerce segera. Pada saat ini, sumber daya harus diarahkan memperluas kemampuan e-commerce, memastikan platform e-commerce berfungsi penuh, stabil dan dilengkapi dengan alat dan pelacakan yang diperlukan untuk pemantauan kinerja.
  • Mengurangi jam operasi dan menutup toko di daerah pejalan kaki yang kurang ramai.

Navigasi Pergeseran Pelanggan

Pengecer, tergantung pada level mereka melakukan digitalisasi, masing-masing akan memiliki satu set tantangan untuk dipecahkan. Untuk toko pinggir-jalan tradisional, mereka akan memasuki pasar online; untuk pengecer omnichannel, berupaya untuk tetap kompetitif secara online. Merek-merek E-commerce, di sisi lain, akan menghadapi masuknya pesaing lama di lanskap digital.

Acara-acara Run Way banyak yang dibatalkan atau ditunda, sehingga para pemain kehilangan peluang penjualan. Di Asia Tenggara dan Timur Tengah, penyebaran Virus mengganggu Idul Fitri, sebuah pesta yang meriah dirayakan oleh umat Islam di wilayah tersebut. Di Indonesia, para pemain mempersiapkan idul Fitri bahkan sejak setahun sebelumnya.

  • Antisipasi bagaimana konsumen akan bereaksi selama dan sesudah krisis ini. Krisis ini kemungkinan akan menyebabkan resesi global. Sehingga para pemain harus melakukan penilaian ulang terhadap motivasi pelanggan, menyelaraskan diri dengan nilai-nilai pelanggan yang baru, serta membangun ulang loyalitas pelanggan.
  • Antisipasi perubahan nilai. Penelitian dari pemulihan di Cina menunjukkan kesehatan sekarang menjadi prioritas utama. Ini menunjukkan penjualan kelas atas (barang mewah) akan menurun. Sebagaimana fokus akan bergeser ke kesehatan dan kebugaran, maka  kategori active wear adalah peluang paling cemerlang.

Pertimbangkan Ulang Pemasaran

Perubahan yang paling jelas adalah konsentrasi pada digitalisasi, karena semua orang ada di dunia kini bekerja, berbelanja, beraktifitas seputar kesehatan dan kebugaran dengan bantuan online.

Masalah yang lebih besar lagi adalah terbaharuinya selera konsumen. Jika situasi ini bertambah buruk, maka ritel fesyen mungkin tidak lagi menjadi yang paling penting. Terutama untuk individu dan keluarga yang kekurangan uang; mereka akan lebih memprioritaskan pada barang-barang yang lebih esensial untuk bertahan hidup.

Bertahun-tahun ini, kategori barang mewah telah menjadi yang paling lambat mengadopsi e-commerce. Masalah paling mudah ditemukan di dunia online adalah barang palsu dari merek-merek mewah tersebut. Pemain barang mewah kini dilema; sebab berjualan secara online malah menginspirasi peniruan dan produksi barang palsu.

  • Menemukan cara baru untuk terhubung dengan audiens. Bukan hanya harus mereka memperhatikan pergeseran pelanggan dalam cara mereka berbelanja, tetapi juga bagaimana mereka mengkonsumsi konten. Sebagaimana kita ketahui, Run Way sedang minim sekali diselenggarakan.
  • Tampil berbeda di dunia online. Karena mayoritas populasi –dan kompetitor– akan menjadi online, maka tampil dan memberikan penglaman berbeda menjadi sangat penting saat ini.
  • Mengevaluasi anggaran pemasaran dan pengeluaran media. Hentikan pemasaran yang belum mendesak di saat pandemi ini, seperti kampanye dan acara offline.
  • Aktifkan strategi media sosial. Karena sosial distancing dan remote working “mengunci” orang-orang di rumah, maka meningkatkan aktifitas di media sosial menjadi penting. Investasikan kembali anggaran pemasaran offline ke upaya-upaya pemasaran digital.

Mengelola tenaga kerja

  • Kunci untuk selamat dari krisis ini adalah kelincahan dan fleksibilitas dalam organisasi perusahaan
  • Menerapkan kerja jarak jauh dan menghentikan perjalanan bisnis sesuai dengan kaidah-kidah physical distancing.
  • Tunjuk penanggung jawab untuk memberikan informasi dan menjawab pertanyaan staf. Salah satunya dengan membangun komunikasi dua arah langsung antara manajemen dan staf untuk menghindari kepanikan dan kebingungan di antara staf.
  • Temukan cara untuk meningkatkan moral staf. Pastikan kepentingan dan kesehatan karyawan adalah prioritas utama.

Demikian 5 (lima) strategi dari Omnilytics guna menghadapi dan melalui pandemi dan krisis global ini. Omnilytics adalah platform data ritel, yang menggerakkan bisnis pengambilan keputusan dengan wawasan yang mendalam dan dapat ditindaklanjuti.