Strategi Pemasaran

Mengapa perlu strategi pemasaran.

Konsep Strategi Pemasaran

Kita berbisnis tidak boleh tubruk sana, tabrak sini, belajar kemudian. Harus ada strateginya. Alias rencana bisnis yang dieksekusi dengan cermat dan konsisten.

Berikut ini adalah beberapa Strategi Pemasaran yang jelas bisa Anda terapkan untuk bisnis Anda:

Branding

branding bukan soal identity, logo, ataupun desain. Branding adalah persepsi yang tertinggal tentang produk/layanan/perusahaan kita yang menjadi alasan pelanggan untuk kembali bertransaksi dengan kita. Brand adalah “jalan pintas” bagi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian.

4Ps atau 7Ps

Salah satu teori pemasaran paling sederhana yang selalu dipakai adalah 4Ps (product, price, place, promotion). Sementara untuk 7P adalah 4Ps yang ditambah People, Process, dan Physical Evidence. Ini adalah pendekatan untuk menajamkan penawaran (offering) kita kepada pasar yang kita targetkan.

Product. Dari sisi marketing, yang diurus adalah product lifecycle-nya. Bagaimana caranya supaya merek produk tersebut tetap tumbuh dan bertahan di dalam benak customer. Baik dari cara berkomunikasinya, maupun strategi distribusi dan ketersediaannya.

Eksekusi Strategi Pemasaran: Channel

Berikut ini adalah beberapa saluran pemasaran yang bisa digunakan untuk mempromosikan produk dan layanan dari bisnis Anda:

Social Media

Pertama, gunakan jenis Social Media yang tepat. Untuk para profesional atau perusahaan, pakai Linkedin. Yang banyak dipakai di seluruh dunia adalah Facebook dan Instagram. Twitter is okay tapi ada segmen pasarnya tersendiri. Yang bertumbuh signifikan dalam setahun terakhir adalah TikTok.

Pilih Channel Social Media yang sesuai dengan pasar yang ditargetkan

Influencer

Bekerja sama dengan para influencer.

Kita harus tahu terlebih dahulu bahwa influencer terdiri dari 4 macam menurut jumlah follower dan skala pengaruh.

  • Nano: 1.000 – 10.000
  • Micro: 10.001 – 100.000
  • Macro: 100.001 – 1.000.000
  • Mega: Lebih dari 1.000.000
Ilustrai Nano, Micro, Macro, dan Mega Influencers. https://sociabuzz.com/agency

Begini cara bekerja sama dengan influencer: klasifikasikan menjadi dua tujuan: awareness dan engagement yang berujung sales. Awal-awal bangun awareness, kalau sudah dapat perhatian pasar yang ditargetkan, lanjut dengan engagement supaya terjadi penjualan.

Google Bisnisku

Ini adalah layanan berbasis lokasi di peta oleh Google. Wajib juga dimanfaatkan, khususnya untuk tipe bisnis yang dikunjungi oleh customer-nya. Caranya relatif gampang. Pin titiknya di Google Map, lalu lengkapi profilnya. Selanjutnya secara berkala mengundang pelanggan untuk memberikan rating dan review. Bisa juga memancing pelanggan untuk menilai dan mengomentari dengan iming-iming bonus, hadiah atau diskon.

Content Marketing

Penggunaan content untuk pemasaran. Bisa berupa artikel atau post di social media. Terasa lebih organik serta lebih riil (bahkan mungkin bisa lebih murah) kalau kita berhasil mengajak para kontributor untuk terlibat. Ini namanya User Generated Content (UGC). Mungkin dengan iming-iming tertentu ya. Misalnya Give Away (GA).

Untuk tahun 2022, diprediksi bahwa short video akan lebih intensif dan booming. Persaingan dalam distribusinya akan terjadi di kanal-kanal YouTube Short, Instagram Reels, dan TikTok.

Baca juga: Video Marketing.

Search Engine

Bisnis yang Cocok Menggunakan SEO.

Paid Marketing

Yang saya klasifikan sebagai “berbayar” di sini adalah membayar platform search engine dan social media yang sudah disebut di atas. Di antaranya IG ads, FB ads, Twitter ads, Google AdWords. Jadi organic content yang sudah dibuat, diamplifikasi lebih lanjut lewat iklan.

Event Marketing

Menurut urutan lini masa, pemasaran berbasis internet (Internet Marketing) sebenarnya baru hadir baru-baru ini. Kurang lebih 15 tahun terakhir. Jauh sebelumnya, saluran pemasaran yang pertama hadir adalah membuat event di titik-titik keramaian.

Di masa yang sangat tradisional, memancing perhatian dilakukan di pasar (yaitu suatu titik keramaian). Sekarang, titik keramaian ada di mall, sekolah, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Jadi di sanalah kita perlu mengadakan event marketing berupa open table, buka booth, dan sebagainya. Tentu saja harus ada “pemanis” berupa potongan harga (diskon), bonus bila belanja hingga kuota tertentu, free product, dan lain sebagainya.

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Karena marketing itu tidak bisa hanya mengandalkan satu channel saja, dan harus menggunakan beberapa channel, maka meramu saluran-saluran tersebut menjadi satu strategi pemasaran yang terintegrasi adalah seni dari marketing itu sendiri.

Mana channel yang mau kita prioritaskan sumber daya kita di sana, mana channel yang frekuensinya perlu kita tingkatkan, mana channel yang paling sukses membuat konsumen memperhatikan produk kita, dan lain sebagainya.

Bisa lihat juga di Investopedia.

One thought on “Strategi Pemasaran”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.