Sales Motoris Freelance

Teman-teman pembaca pasti sering melihat seseorang yang mengendarai motor, di belakangnya ada saddle bag kanan dan kiri, entah apa itu isinya yang pasti ia menjual barang ke warung warung itulah sales motoris secara freelance. bagaimana sih cara kerjanya? terus keuntungan-nya berapa kok mau rela berpanas-panasan di jalan bahkan kadang kehujanan.

Sales motoris freelance.

Singkatnya, sales motoris adalah tenaga penjual yang tugasnya mengkaver outlet-outlet kecil, warung-warung pengecer dan sejenisnya.

Nah, bekerjanya bisa di perusahaan distributor, bisa juga bekerja sendiri sebagai freelance (lepas dari perusahaan). Sebagaimana macam-macam tulisan saya soal freelance, kita fokuskan pembahasan hanya di ke-tenagalepas-annya saja ya.

Motoris Freelance

Secara penampilan umum, biasanya sales motoris bakal membawa barang pada bagian belakang jok motor. Mereka mengangkut banyak barang menggunakan saddle bag. Itu lho kantong yang berada di bagian samping kiri-kanan jok motor.

ilustrasi sales motoris freelance yang membawa banyak barang di samping dan belakang sepeda motornya.

Sebagaimana pekerjaan atau usaha freelance pada umumnya, ada fleksibilitas waktu yang didapatkan bagi pelakunya karena tidak ada aturan jam kerja dari perusahaan.

Sistem Kerja Sales Motoris Freelance

Cari harga beli yang paling murah untuk dijual kembali, sistem keuntungan-nya diambil dari selisih harga pasar dan grosir kalau harga pasarannya 1 pack Rp10.000; biasanya dari grosir itu Rp9000; nah yang Rp1000; ini adalah keuntungan sales motoris yang berhasil di jual ke warung untuk dijual secara eceran.

Mungkin teman-teman bertanya, Lalu warung untungnya berapa? hmm… begini;

  • 1 Pack itu isinya 24 bungkus
  • 1 bungkus dijual kepada konsumen Rp500;
  • Jadi Rp500; x 24 = Rp12.000;
  • Dengan harga beli Rp10.000; tadi maka warung akan mendaptkan untung Rp2.000; hmm.. sedikit ya untungnya? iya memang tapi kali berapa bungkus, kalau dia sanggup menjual berbungkus-bungkus tinggal mengalikan saja.

Modal Kerja Sales Motoris Freelance

  • Sepeda motor + bensin
  • Tas atau Saddle bag kanan kiri
  • Modal awal untuk belanja sekitar Rp300.000 – Rp1000.000; jika sudah berkembang bisa ditingkatkan

Risiko Kerja & Kerugian

Setiap pekerjaan memang ada risikonya, entah itu risiko di jalan ataupun kemungkinan megalami kerugian. Sales motoris harus siap dengan cuaca panas dan hujan, kalau hujan sebaiknya istirahat saja, pastikan hati hati di jalan karena kalau nggak ditabrak orang kadang kita yang menabrak.

  • Untuk risiko kerugian jika yang dijual adalah makanan pasti ada masa kadalursanya, maka usahakan terjual secara langsung karena nanti masih dijual secara eceran oleh warung. Pastikan jangan sampai dagangan anda jatuh di jalan, rata rata para sales motoris pernah kehilangan barang ketika di jalan karena muatan penuh.
  • Risiko modal uang tertahan dalam bentuk barang. Ketika yang dijual adalah produk slow-moving (lambat laku).
  • Harus siap mental. Karena akan banyak penolakan oleh warung dan toko. Tidak perlu malu ketika ditolak. Karena kita pun maklum kalau toko masih lengkap barangnya sehingga tidak mungkin beli barang baru. Segera saja berpindah ke warung yang lain.

Jika modal teman-teman kuat bolehlah menyimpan barang 1 – 3 hari di warung itu, nanti sambil mengambil uang, teman-teman masuk-kan barang lagi dan begitu seterusnya, ingat hanya warung yang dipercaya saja dan ramai pengunjungnya.

Ini cocok sekali jika anda terapkan di kantin sekolahan atau pesantren karena tidak sampai 2 hari barang sudah habis, sehingga perputarannya cepat.

Itulah cara kerja, sistem keuntungan yang didapat, modal kerja dan risiko kerja sebagai seorang sales motoris secara freelance. Yang pastinya kerjanya tidak terikat oleh waktu dan atasan, teman-teman pembaca bisa atur sendiri waktunya.

Kalau sudah punya langganan, bekerja dalam sehari bisa jadi hanya 4-5 jam saja. Tidak perlu 8-9 jam seperti di perusahaan.

Tantangan Motoris Freelance

Masalahnya tidak semua freelance mampu bertahan. Banyak juga freelance (khususnya motoris) yang akhirnya putus asa, gagal, dan berhenti dari profesinya sebagai motoris freelance.

Kenapa bisa begitu?

Penghasilan yang lumayan dari pekerjaan motoris tentu tidak datang dengan sendirinya.

Datangnya jelas dari kerja keras, pengalaman dan pengetahuan.

Berikut ini adalah tips dan trick dalam perencanaan dan pemilihan kategori produk yang sebaiknya dijual oleh sales motoris freelance. Sebenarnya, tips dan trick berlaku tidak hanya ke motoris saja tetapi juga canvasser roda 4 yang membawa barang.

Memilih Produk untuk Usaha Motoris Freelance

Dari sekian banyak produk yang beredar, tidak semuanya berpotensi untuk mendatangkan keuntungan yang bagus bagi sales freelance. Sebelum memulai, teman-teman harus tahu dulu apa saja produk yang akan dijual. Sebab menjadi sales bukan hanya soal jual tampang, tetapi soal produk yang dijual dan layanan (service) yang diberikan.

Berikut ini adalah beberapa jenis produk yang bagus untuk dijual lewat jalur sales motoris freelance.

Sandal / Sepatu / Pakaian Produk Home Industry

Potensi Keuntungan

Produk semacam ini memiliki potensi keuntungan 100% bahkan lebih. Potensi itu timbul karena barang-barang home industry jarang beredar melalui supermarket atau toko fashion.

Dengan jarangnya peredaran melalui pasar modern, maka kita jadi lebih leluasa untuk menentukan sendiri harga jualnya. Konsumen kita tidak akan tahu berapa harga modal kita sebenarnya.

Kalau kita mengincar pasar (alias lingkungan rumah tangga) yang tidak dikunjungi oleh sales motoris seperti kita, maka ke-tidaktahu-an konsumen akan produk home industry tersebut memudahkan kita untuk menentukan harga jual yang enak dan nyaman untuk kita.

Tentu saja harus memantau terus kisaran harga jual dari produk sejenis atau produk substitusinya.

Cara Memasarkan Produk Home Industry

Produk semacam ini termasuk dalam golongan slow moving product, yaitu barang-barang yang lambat terjual. Tidak seperti produk makanan dan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang harus terjual cepat karena cepat pula rusaknya.

Artinya untuk dapat mengolah pemasaran produk-produk seperti itu, teman-teman pembaca setidaknya harus punya 600 outlet langganan.

Dari mana asalnya? Yaitu 25 outlet perhari dengan asumsi 6 hari kerja setiap minggunya.

Artinya, tiap-tiap outlet kita kunjungi 4 minggu sekali atau kurang lebih sebulan sekali.

Kenapa harus seperti itu? Karena produk-produk seperti ini bukanlah barang konsumsi sehari-hari sehingga membutuhkan waktu lama (ya itu tadi, sekitar 4 pekan sekali) untuk terjual.

Alat Tulis Kantor (ATK) dan Alat-alat Listrik

ATK dan alat-alat listrik juga memiliki potensi keuntungan tinggi. Tapi seperti pula produk home industry, ATK dan alat listrik juga membutuhkan banyak rute dan outlet langganan.

Hal lain yang juga harus teman-teman perhatikan adalah jangan memilih produk-produk branded alias merk terkenal. Karena untuk merk terkenal, potensi keuntungannya justru malah tipis.

Barang yang punya potensi keuntungan tinggi adalah merk non-branded alias produk-produk yang tidak populer.

Contohnya:

  • Lampu motion
  • Lampu RDY
  • Baterai Dynamax
  • Korek gas M2000

Dan lain-lain.

Jajanan Anak

Misalnya permen, cokelat, wafer dan lain-lain. Berdasarkan jenisnya, produk-produk jajanan seperti inilah yang paling cepat terjual karena mereka merupakan barang konsumsi sehari-hari.

Untuk menjual produk-produk konsumsi seperti ini, teman-teman hanya membutuhkan 6 rute dengan 25-30 outlet kunjungan per hari. Artinya, kunjungan ke outlet langganan dilakukan cukup seminggu sekali.

Tapi ini bukan berarti mudah dan lancar begitu saja ya. Setiap kategori produk, pasti ada saja kendala dan tantangannya.

Memasarkan Produk non-Branded

Tantangan tertinggi dari menjual produk-produk ini adalah ketatnya persaingan dengan produk-produk branded. Namanya produk sudah dikenali oleh pelanggan, maka tugas kita menjadi ganda untuk memperkenalkan produk tersebut ke outlet-outlet.

Selain bersaing dengan produk branded, teman-teman juga akan bersaing dengan sesama sales motoris freelance yang menjual produk sejenis.

Tapi teman-teman tidak perlu gentar. Percayalah pada dua hal:

  1. Bahwa rezeki setiap orang tidak akan tertukar
  2. Bahwa akan banyak outlet yang berbeda antara kita dan pesaing sesama sales motoris

Yup. Asal kita mau berusaha, Tuhan kita pasti akan memberikan jalan. Meskipun kita bersaing dengan sesama motoris freelance, tapi percayalah bahwa akan lebih banyak outlet yang berbeda ketimbang outlet yang sama antara kita dengan sales motoris lain yang produknya serupa meskipun dalam satu rute yang sama, lho.

Kembali lagi ke perkara produk. Bagian dari ikhtiar adalah mengoptimasi kombinasi produk apa yang paling tepat untuk menjadi ‘portfolio’ teman-teman.

Kombinasi Produk

Kombinasikan antara produk yang fast-moving (cepat laku) dengan produk bermarjin tebal. Perhatikan juga mana saja kategori yang tidak dijual oleh kompetitor sales motoris teman-teman.

Contoh komposisinya sebagai berikut.

  • Jajanan sekira 60% dari total nilai barang yang saya bawa
  • Alat tulis kantor dan lain-lain (termasuk pulpen, buku, tissue, peniti, korek gas) sebanyak kira-kira 25% dari total nilai barang yang saya bawa
  • Alat-alat listrik (lampu LED, bohlam, neon, baterai remote dan lain-lain) sekira senilai 15% dari total barang

Komposisi produk seperti itulah yang bisa menjadi patokan bagi teman-teman.

Tips Menjadi Sales Motoris yang Handal

Tentukan Rute yang Tepat

Bagi motoris freelance, menentukan rute yang bagus adalah wajib. Biasanya perusahaan sudah menentukan area kanvas motoris. Tapi ada kondisi kedua, yaitu pengembangan wilayah.

Berikut ini rute terbaik bagi motoris.

Gang sempit dan jalanan rusak

Salesman canvas mobil dan Taking Order (TO) tidak bisa mengkaver area dengan jalanan sempit atau rusak. Maka sales motoris yang harus mengkavernya.

Pegunungan atau wilayah yang jauh dari pasar dan toko grosir

Pada wilayah seperti itu, pemilik warung selalu menantikan kehadiran motoris. Karena sulitnya akses dan mahalnya ongkos jika mereka harus belanja ke pasar atau toko grosir terdekat.

Cover Hanya Outlet Kecil Saja

Karena pada umumnya, perusahaan menetapkan harga jual produk motoris lebih mahal dari harga jual salesman TO.

Tujuan perusahaan mengadakan armada motoris adalah untuk distribusi produk-produk baru. Jadi, pengenalan harganya pun dengan harga semi-retail.

Aktif Menawarkan Produk, tapi Sopan dan Tidak Memaksa

Kalau memaksa, malah hubungan salesman dengan pemilik outlet akan memburuk. Penjualan malah bertambah sulit.

Tepat Memilih Hari dan Konsisten pada Hari Kunjungan

Memilih hari kunjungan harus kalian lakukan dengan tepat pada awal kalian masuk ke rute tersebut.

Contohnya begini. Teman-teman sudah menentukan rute A untuk hari Senin. Tapi ternyata hari Senin rute A padat salesman dari produk lain, maka sebaiknya kalian ganti hari kunjungan.

Berangkat Lebih Awal

Kenali kapan outlet punya uang untuk membayar. Apakah setelah hari agak siang (karena pagi belum ada yang belanja). Atau justru outlet sudah menyiapkan modal untuk belanja di pagi hari.

Mengajak Bercanda Pemilik Warung

Bercanda bagian dari membangung hubungan, namun bercanda juga tetap ada batasannya. Tidak semua pemilik warung suka bercanda.

Untuk pemilik warung yang suka bercanda, tentu candaan kita akan menambah keakraban.

Perbanyak Kunjungan

Kunjungi minimal 25 outlet, lebih bagus 30 outlet perhari. Jangan pulang sebelum tercapai 30 kunjungan.

Ingat! Aktif menawarkan tapi tidak memaksa. Cari warung sebanyak-banyaknya. Cara itu lebih baik daripada memaksa.

Jangan Milih-milih Pelanggan

Secara tidak sadar, kadang kita bersikap meremehkan outlet-outlet yang biasanya hanya membeli dalam nominal kecil.

Kecil memang. Tapi kalau ada 10 warung seperti itu? Berarti jadi besar jumlahnya.

Eliminasi Outlet yang Benar-benar Tidak Aktif

Katanya tidak boleh milih-milih pelanggan, tapi harus mengeliminir outlet lainnya?

Walaupun kita tidak boleh mengabaikan outlet-outlet kecil, tapi kita tetap harus selektif.

Ketika ada outlet yang sebelumnya pernah bertransaksi dengan kita, tapi pada 4 kali kunjungan berikutnya tidak pernah terjadi transaksi sama sekali, itu artinya outlet tersebut tidak aktif.

Jika outlet semacam ini tetap kita pertahankan, maka kita telah membuang banyak waktu.

Solusi untuk outlet yang seperti itu adalah menghapusnya dari daftar kunjungan.

Tapi ingat! Cari outlet pengganti yang lebih baik. Jangan berhenti mencari sebelum kalian mendapatkan gantinya.

Jalin Hubungan Baik dengan Salesman Produk Lain

Pada aktifitas kita sebagai motoris, di lapangan pasti kita akan bertemu salesman lain dari berbagai perusahaan. Ajaklah komunikasi mereka, karena dari mereka kita bisa sharing berbagai hal bermanfaat, misalnya:

Rute canvas yang bagus

Biasanya yang lokasinya agak menjorok ke dalam dari jalan umum.

Info produk baru yang dijual oleh salesman tersebut

Informasi seperti ini sangat berguna bagi teman-teman yang statusnya freelance, karena produk baru seperti itu berpotensi menghasilkan keuntungan yang “lumayan.”

Tentukan Langkah Selanjutnya

Poin ke-11 ini bukan tips menjadi sales motoris yang handal, tapi lanjutannya. Jika kalian telah berhasil menjalankan hal-hal di atas, tibalah saatnya kalian mengambil kesimpulan dan menentukan keputusan yang akan kalian ambil.

Ada 3 pilihan yang bisa kalian pilih:

Tetap bekerja di perusahaan tempat kalian bekerja sekarang

Jika pilihan ini yang kalian ambil, maka teruslah tingkatkan prestasi kalian. Lakukan riset langkah-langkah yang dapat lebih meningkatkan prestasi kalian di perusahaan.

Tetap sabar dan jangan patah semangat jika kalian belum mendapat promosi jabatan.

Yakinlah bahwa kerja keras kalian tidak akan sia-sia. Ingat juga! Semakin tinggi jabatan kalian, maka semakin besar pula tanggung jawab dan tekanannya.

Resign (keluar) dari perusahaan dan mulai merintis usaha sendiri

Sekecil apapun usaha kalian, kalian adalah boss. Sebaliknya, setinggi apapun jabatan kalian di perusahaan milik orang lain, kalian tetaplah karyawan.

Manfaatkan waktu kita kerja pada perusahaan lain untuk menimba ilmu dan menabung modal usaha.

Pindah Kerja

Jika kalian belum mampu untuk menjalankan dua hal di atas, maka kalian punya pilihan ketiga, yaitu pindah kerja.

Tapi ada hal yang harus kalian perhatikan, yaitu:

  • Pindah ke perusahaan lain jika kalian yakin akan lebih maju di tempat baru
  • Jangan keluar dari perusahaan jika alasannya adalah karena tekanan yang terlalu tinggi

Justru dengan tekanan yang tinggi itulah kita ditempa untuk menjadi pribadi yang hebat! Ingat juga bahwa akan selalu ada tekanan di setiap perusahaan.

  • Jangan keluar kerja sebelum mendapatkan pekerjaan baru

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.