Memilih Reksa Dana Terbaik di Bibit

Jual beli reksa dana semakin mudah dan menguntungkan. Mudah karena digital, dan menguntungkan berkat bibit robo adviser.

Memilih reksa dana sebagai instrumen investasi saya yang kedua, setelah emas.

Reksa dana yang bagus, apa ya?

Bagus tidaknya reksa dana, menurut saya kembali ke kecocokan dengan investornya itu sendiri dan tujuan keuangan yang hendak dicapai oleh instrumen investasi tersebut. Demikian pentingnya mengenali profil risiko sebelum berinvestasi ke berbagai macam instrumen investasi. Karena profil risiko ini selalu digunakan sebelum memilih suatu instrumen investasi.

Profil risiko ada tiga, yaitu rendah, moderat, dan tinggi. Sementara tujuan keuangan biasanya dibagi berdasar jangka waktunya, yaitu pendek, menengah, dan panjang. Pendek itu 2-3 tahun, menengah itu 3-5 tahun, panjang itu >5 tahun.

Bagaimana kalau ada kebutuhan uang dalam satu tahun ke depan? Mending jualan aja, hehe. Dengan jualan, maka marjin yang diperoleh bisa banyak. Tapi jualan kan tidak bisa konsisten dapat banyak terus, karena market itu sifatnya dinamis.

Reksa dana apa yang cocok untuk pemula?

Karena pemula identik dengan masih mempelajari instrumen investasi itu sendiri, maka menurut saya, reksa dana yang cocok untuk pemula adalah reksa dana dengan risiko rendah. Di antara 4 jenis RD, yaitu pasar uang, saham, pendapatan tetap, dan campuran, maka yang memiliki risiko terendah adalah RD pendapatan tetap.

BACA JUGA:  7 Prinsip Mengelola Keuangan Rumah Tangga

Start small aja. RD itu instrumen investasi yang bahkan bisa dimulai dengan Rp100.000,- saja. Jadi mulai dengan kecil saja, supaya seiring dengan semakin pahamnya kita akan produk-produk RD, maka kita bisa mendistribusikannya dengan baik; berapa yang untuk meng-“aman”-kan, berapa untuk mendulang untung, dan seterusnya.

Jawaban tersebut sekaligus juga untuk menjawab pertanyaan “Berapa minimal investasi di Reksa dana” ya.

Kenapa harus berinvestasi di reksa dana?

Menurut saya, RD itu memberikan alternatif investasi ke produk keuangan. Mengapa? Karena RD merupakan “racikan” dari para manajer investasi yang sudah menghitung dan memformulasikan beberapa produk investasi seperti saham dan obligasi untuk mendapatkan berbagai macam tingkat keamanan dan keuntungan. Jadi ada RD yang paling aman dan ada RD yang potensi return-nya paling besar. Tapi jangan take it for granted ya. Risiko berbanding lurus dengan gain-nya. Ingat ya secara umum ‘kan, high risk high gainlow risk low gain.

Kata saya mah ya, RD adalah bridging dari instrumen seperti emas atau properti (tanah/bangunan) menuju instrumen yang lebih berisiko seperti saham. Jadi ketika investasi emas dan properti sudah tercapai nominal nilainya, baru bergerak ke RD. Ketika RD sudah terpenuhi nominalnya, baru masuk ke saham. Ini benar bagi saya, belum tentu benar atau cocok bagi orang lain.

BACA JUGA:  Setelah Lebaran, Selanjutnya Apa?

Saran saya sih (mungkin ini bukan best practice juga ya, tetapi saya enjoy dengan metode ini), kombinasi yang berpotensi tetap cuan namun kita bisa tidur nyenyak adalah low risk 70% – middle risk 20% – high risk 10%.

Registrasi dan Beli RD di Aplikasi Bibit

Bibit adalah aplikasidigital untuk juali-beli reksa dana yang memudahkan para investor untuk melakukan investasi. Menurut saya, Bibit menjadi aplikasi digital yang unggul di bidangnya karena memiliki ‘Robo Advisor‘ yaitu robot yang memberikan saran kepada kita RD apa yang sebaiknya dibeli berdasarkan data-data yang sudah kita input sebelumnya, yaitu profil risiko, usia, dan keadaan finansial.

Registrasi dilakukan secara biasa seperti aplikasi mobile pada umumnya. Untuk verifikasi, kita pendaftar harus mengunggah foto KTP dan berswafoto sambil memegang KTP.

Saran saya, lakukan pembelian RD secara bertahap alias kontinyu. Istilahnya, ‘menabung di reksa dana’. Jadisembari mengeksplor aplikasi Bibit, kita juga mengeksplorasi ada RD apa yang terbaik saat itu untuk dibeli. Jangan hanya melihat performance-nya dalam setahun terakhir, tapi klik tab 3Y, 5Y dan 10 Y untuk mengetahui kinerjanya dalam 3, 5, bahkan 10 tahun terakhir. Disclaimer, ini cara saya ya. Kalau mengalami kerugian jangan menyalahkan saya ๐Ÿ˜

Namanya berinvestasi di instrumen keuangan, tidak boleh hanya register, beli, lalu lupakan. Harus dipantau terus pergerakan harganya. Jadi, buka tab ‘portfolio’ secara rutin minimal sepekan sekali untuk memonitor naik (dan turun) reksa dana yang kita koleksi.

BACA JUGA:  Pengalaman Belanja Online di IKEA

Keunggulan Aplikasi Bibit

Menurut saya, keunggulan aplikasi Bibit adalah:

  1. Interface cukup sederhana dengan informasi yang tetap lengkap mulai dari prospektus, fund fact sheet, grafik nilai investasi, expense ratio, dan data-data lainnya.
  2. โ€ŽProses registrasi dan pembayaran mudah. Sangat membantu bagi orang yang baru pertama kali belajar berinvestasi, terutama reksa dana.

Terus terang, saya belum pernah menggunakan aplikasi jual-beli reksa dana sejenis Bibit, Bareksa, IPOT ini. Saya tidak tahu berapa banyak RD yang dijual di Bareksa maupun IPOT. Sekilas, jumlah RD yang dijual di Bibit tidak terlalu banyak sampai saya pusing untuk memilih yang mana.

Punya pengalaman menarik tatkala beli-jual reksa dana di aplikasi bibit.id? silakan dibagikan di kolom komentar ya ๐Ÿ˜Š

Kalau kamu merasa tulisan ini ada manfatnya, silakan berpartisipasi lewat donasi via NihBuatJajan.com ya. Donasi dari kamu akan memberikan semangat untuk terus menulis artikel yang berguna bagi pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.