Marketing to Youth

Marketing to youth jangan hanya ke Generation Y (Milennial) saja, tetapi sasar juga Generation Z (Centennials).

how marketing to youth will enlighten your business
Marketing to youth will enlighten your business.

Marketing to Youth kini sekarang ini bukan lagi hanya difokuskan ke Gen Y (Milennial) saja. Sebab Milennial tidak lagi semuda dulu, hehe. Milennial sudah berkarir, menikah, berkeluarga, bahkan anak-anak dari keluarga milennial sudah ada yang bersekolah SD.

Youth yang juga harus difokuskan adalah Generation Z (Centennials). Berikut adalah komparasi antara kedua segmen market yang sama-sama “Youth” tersebut.

Generation YGeneration Z
Best version of MeAuthentic Me
“Feeling good” factorProduct utility
Success = statusSuccess = happiness

Lebih lanjut, mari membedah perbedaan antar dua generasi tersebut; khususnya yang kontradiktif (bukan kontraproduktif) satu sama lain.

Gen Y

Gen Y adalah generasi yang memamerkan “best version of me”, memberi bobot lebih pada “feeling good” dan menjadikan status sebagai tolok ukur kesuksesan.

Best Version of Me

Milennials memandang dunia hanya perlu melihat versi terbaik dari diri mereka saja. Dengan kata lain, segala hal-hal buruk harus disembunyikan rapat-rapat. Social media dianggap sebagai “Etalase” yakni tempat memajang hal-hal baik –bahkan terbaik– dari dirinya.

Feeling Good Factor

Milennials memberikan penilaian dan bobot lebih pada hal-hal yang membuat mereka “feeling good” di depan orang lain.

Success = Status

Sehingga, tolok ukur kesuksesan mereka adalah pencapaian status sosial maupun ekonomi di mata orang lain.

Gen Z

Centennials adalah generasi yang “kurang peduli” apa kata masyarakat. Mereka adalah generasi yang autentik, fokus pada desain dan utilitas produk, serta menjadikan kebahagiaan sebagai tolok ukur kesuksesan.

Authentic Me

Jika ada best version of me, maka ada pula worse version of me. Yang hebat dari Gen Z adalah tidak memusingkan bad things tersebut. Because from the best and worse version of me, there is the authentic version of me.

Product Utility

Utility tidak hanya functionality ya, tetapi juga design. Produk atau layanan yang didesain dengan baik tidak harus cantik secara visual; melainkan membuat proses yang harus dilalui oleh user menjadi lebih streamline. Sehingga terasa mudah dan cepat.

Success = Happiness

Sebagaimana sudah dibahas dalam Marketing to Gen Z, bahwa segmen ini mengalami setidaknya 3 krisis dalam hidupnya, yaitu krisis ekonomi 1998, krisis ekonomi 2008, dan pandemi Covid-19, maka definisi sukses itu tidak muluk-muluk. Selama sudah bisa bahagia (happy), maka di situlah sukses sudah tercapai.

No wonder, kalau ada generasi yang senewen ketika Gen Z ini healing ke sana ke mari, hehe.

BACA JUGA: Marketing to Gen Z.

Kesimpulannya adalah penting untuk selalu relevan terhadap target market. Karena market itu sifatnya dinamis; selalu bergerak. Generasi yang satu tidak pernah persis sama dengan generasi sebelumnya. Meskipun ada persamaan, tetap selalu ada perbedaannya. So, Marketing to Youth is always be a dynamic process.

Dan terhadap perbedaan-perbedaan tersebut, tugas kita sebagai marketer adalah meng-adjust diri, tim, dan institusi kita untuk selalu relevan dengan market.

Referensi

  • From Y to Z #marketeers #analisis https://www.youtube.com/watch?v=u6nWFovUWUQ

Contoh Digital Marketing yang Sukses

Daripada berlelah-lelah melakukan eksperimen digital marketing demi menemukan cara terbaik, mari kita belajar dari beberapa contoh strategi digital marketing yang sukses.

Contoh digital marketing yang sukses:

1. Spotify: Menawarkan Pengalaman Pengguna yang Berbeda

Saat ini, Spotify adalah salah satu perusahaan global paling terkenal di planet ini. Tapi bagaimana merek Swedia ini bisa menaklukkan dunia?

Ada banyak layanan musik streaming, tetapi yang membuat Spotify unik adalah fokusnya membantu pengguna menemukan konten baru. Secara teknologi, hal ini dimungkinkan berkat adanya Machine Learning (ML) maupun Artificial Intelligence (AI).

Spotify berusaha berbeda dengan platform streaming musik biasa dan sebagai gantinya menawarkan pengalaman pengguna yang benar-benar baru kepada pendengar.

Misalnya, selain filter khas berdasarkan genre, Spotify juga memungkinkan pengguna untuk memilih musik berdasarkan suasana hati mereka, apakah Anda ingin berolahraga, tidur, atau bahkan membutuhkan beberapa lagu untuk dinyanyikan di kamar mandi.

Ini membantu pengguna menemukan lagu yang tidak pernah terpikir oleh mereka dan pada gilirannya, memperkuat hubungan mereka dengan merek. Mereka juga menjadi yang terdepan dalam menggunakan kecerdasan buatan untuk menyusun daftar putar secara khusus berdasarkan kebiasaan pengguna mereka, seperti Release Radar dan Discover Weekly.

Culture Eats Strategy for Breakfast

Peter Drucker

Untuk budaya, perusahaan Spotify membangun culture-nya lewat Spotify Model. Ini adalah Agile methodology yang dikustomisasi menurut Spotify sendiri. Jadi, instead of terpaku pada dokumentasi yang mendukung agile method, Spotify memilih membangun tim yang lincah lewat Squads, Tribes, Chapters, Guilds, dan Trio. Selengkapnya bisa dibaca di artikel Atlassian di link di atas.

2. Go-Jek, Kreatifitas Kampanye dengan Dukungan Finansial yang Kuat

Go-Jek berawal dari sebuah call center dengan 20 orang driver. Kini, Go-Jek adalah startup digital dengan lebih dari 2 juta mitra driver.

Dengan kekuatan finansial dan kreatifitas, memampukan (to enable) Go-Jek untuk unggul dalam digital marketing.

Sebagai startup yang berawal dari ride hailing, food delivery, dan fintech, Go-Jek selalu terdepan dalam mengedukasi masyarakat agar mengadopsi kebiasaan baru yang ‘ramah’ teknologi. Kampanye-kampanye mereka identik dengan edukasi pasar, di antaranya adalah: #pesandarirumah #kasihlebihan #udahwaktunya, dan lain sebagainya.

Iklan Go-Jek Cari Kebaikan menang penghargaan.

3. Jenius, Masuk di Waktu yang Tepat dan Segmen yang Baru

Dalam laporan tahunan BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional), konsep Jenius ada 3, yaitu Simple, Smart, and Safe.

  • Simple (Sederhana). Akses kehidupan keuangan dalam satu sentuhan. Kelola keuangan hidup dalam 3 langkah. Tabungan, pembayaran, dan transaksi terhubung semua dalam satu aplikasi digital.
  • Smart (Cerdas). Dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan preferensi nasabah. Terhubung secara cerdas dengan ekosistem perbankan Indonesia. Berkembang seiring dengan pertumbuhan hidup nasabah.
  • Safe (Aman). Didukung oleh BTPN, diatur oleh OJK, dan dijamin oleh LPS. Dijamin dengan enkripsi dan teknologi terbaru. otentikasi tingkat kedua untuk ketenangan pikiran.

Jenius dari BTPN adalah pemain pertama di kategori digital banking. Menemukan momentumnya di era disrupsi digital dan disrupsi milennial ini, Jenius memuncaki kepemilikan aset bank digital dengan angka Rp183,17 triliun sebagaimana dalam infografis dari lokadata berikut ini.

https://lokadata.id/artikel/infografik-inilah-14-bank-digital-indonesia-versi-ojk per 15 Juni 2021

Tantangan Jenius hari ini adalah mengatasi peristiwa-peristiwa yang menyebabkan merek Jenius menjadi rusak. Di antaranya adalah penggunaan rekening Jenius untuk penipuan (banyak terjadi karena membuat rekening bank digital tidak perlu ke kantor cabang), dan hal-hal merusak sejenisnya.

4. Netflix, Algoritma yang Disukai Penonton

Sejarah Netflix berawal dari jasa menyewakan VCD-DVD. Ketika teknologi berubah menjadi digital, dengan sigap mereka memasukinya. Secara momentum dan start, langkah Netflix sudah tepat.

Apalagi pada masa pandemik ini mengharuskan kita di rumah, banyak yang menghabiskan waktu dengan menonton film maupun TV series. Pilihan film dan series yang disajikan oleh Netflix, khususnya yang word-of-mouth (WOM) maupun yang memenangkan penghargaan – tergolong lengkap.

Tidak hanya Film barat saja tetapi K-Drama dan Anime (animasi dari Jepang) pun tersedia sehingga membuat banyak peminat kedunya memilih ‘hijrah’ ke Netflix sebagai layanan streaming andalan mereka.

Baca: Sistem Rekomendasi Netflix.

Netflix tidak hanya memiliki algoritma untuk mencari film/serial yang diminati orang, tapi juga untuk membantu moviemaker (baik film maupun series) dalam membuat film yang sesuai dengan minat para subscriber Netflix. Alhasil, setiap konten di Netflix diminati banyak orang meski sistem ini membuat beberapa film jadi terlihat membosankan.

Menjadi tugas Netflix sendiri untuk ‘meramu’ sajian kepada pemirsa, agar lebih sering berhasil menyajikan hiburan namun di saat yang sama tidak menyediakan hiburan yang membosankan dan mudah ditebak jalan ceritanya.


Masing-masing merek yang disebut dalam contoh digital marketing yang sukses di atas, memiliki strategi dan keberuntungannya. Meskipun keberuntungan tidak mudah ditiru, tetapi strategi bisa digugu.

BACA JUGA: Strategi Pemasaran.

Strategi Pemasaran

Mengapa perlu strategi pemasaran.

Konsep Strategi Pemasaran

Kita berbisnis tidak boleh tubruk sana, tabrak sini, belajar kemudian. Harus ada strateginya. Alias rencana bisnis yang dieksekusi dengan cermat dan konsisten.

Berikut ini adalah beberapa Strategi Pemasaran yang jelas bisa Anda terapkan untuk bisnis Anda:

Branding

branding bukan soal identity, logo, ataupun desain. Branding adalah persepsi yang tertinggal tentang produk/layanan/perusahaan kita yang menjadi alasan pelanggan untuk kembali bertransaksi dengan kita. Brand adalah “jalan pintas” bagi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian.

4Ps atau 7Ps

Salah satu teori pemasaran paling sederhana yang selalu dipakai adalah 4Ps (product, price, place, promotion). Sementara untuk 7P adalah 4Ps yang ditambah People, Process, dan Physical Evidence. Ini adalah pendekatan untuk menajamkan penawaran (offering) kita kepada pasar yang kita targetkan.

Product. Dari sisi marketing, yang diurus adalah product lifecycle-nya. Bagaimana caranya supaya merek produk tersebut tetap tumbuh dan bertahan di dalam benak customer. Baik dari cara berkomunikasinya, maupun strategi distribusi dan ketersediaannya.

Eksekusi Strategi Pemasaran: Channel

Berikut ini adalah beberapa saluran pemasaran yang bisa digunakan untuk mempromosikan produk dan layanan dari bisnis Anda:

Social Media

Pertama, gunakan jenis Social Media yang tepat. Untuk para profesional atau perusahaan, pakai Linkedin. Yang banyak dipakai di seluruh dunia adalah Facebook dan Instagram. Twitter is okay tapi ada segmen pasarnya tersendiri. Yang bertumbuh signifikan dalam setahun terakhir adalah TikTok.

Pilih Channel Social Media yang sesuai dengan pasar yang ditargetkan

Influencer

Bekerja sama dengan para influencer.

Kita harus tahu terlebih dahulu bahwa influencer terdiri dari 4 macam menurut jumlah follower dan skala pengaruh.

  • Nano: 1.000 – 10.000
  • Micro: 10.001 – 100.000
  • Macro: 100.001 – 1.000.000
  • Mega: Lebih dari 1.000.000
Ilustrai Nano, Micro, Macro, dan Mega Influencers. https://sociabuzz.com/agency

Begini cara bekerja sama dengan influencer: klasifikasikan menjadi dua tujuan: awareness dan engagement yang berujung sales. Awal-awal bangun awareness, kalau sudah dapat perhatian pasar yang ditargetkan, lanjut dengan engagement supaya terjadi penjualan.

Google Bisnisku

Ini adalah layanan berbasis lokasi di peta oleh Google. Wajib juga dimanfaatkan, khususnya untuk tipe bisnis yang dikunjungi oleh customer-nya. Caranya relatif gampang. Pin titiknya di Google Map, lalu lengkapi profilnya. Selanjutnya secara berkala mengundang pelanggan untuk memberikan rating dan review. Bisa juga memancing pelanggan untuk menilai dan mengomentari dengan iming-iming bonus, hadiah atau diskon.

Content Marketing

Penggunaan content untuk pemasaran. Bisa berupa artikel atau post di social media. Terasa lebih organik serta lebih riil (bahkan mungkin bisa lebih murah) kalau kita berhasil mengajak para kontributor untuk terlibat. Ini namanya User Generated Content (UGC). Mungkin dengan iming-iming tertentu ya. Misalnya Give Away (GA).

Untuk tahun 2022, diprediksi bahwa short video akan lebih intensif dan booming. Persaingan dalam distribusinya akan terjadi di kanal-kanal YouTube Short, Instagram Reels, dan TikTok.

Baca juga: Video Marketing.

Search Engine

Bisnis yang Cocok Menggunakan SEO.

Paid Marketing

Yang saya klasifikan sebagai “berbayar” di sini adalah membayar platform search engine dan social media yang sudah disebut di atas. Di antaranya IG ads, FB ads, Twitter ads, Google AdWords. Jadi organic content yang sudah dibuat, diamplifikasi lebih lanjut lewat iklan.

Event Marketing

Menurut urutan lini masa, pemasaran berbasis internet (Internet Marketing) sebenarnya baru hadir baru-baru ini. Kurang lebih 15 tahun terakhir. Jauh sebelumnya, saluran pemasaran yang pertama hadir adalah membuat event di titik-titik keramaian.

Di masa yang sangat tradisional, memancing perhatian dilakukan di pasar (yaitu suatu titik keramaian). Sekarang, titik keramaian ada di mall, sekolah, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Jadi di sanalah kita perlu mengadakan event marketing berupa open table, buka booth, dan sebagainya. Tentu saja harus ada “pemanis” berupa potongan harga (diskon), bonus bila belanja hingga kuota tertentu, free product, dan lain sebagainya.

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Karena marketing itu tidak bisa hanya mengandalkan satu channel saja, dan harus menggunakan beberapa channel, maka meramu saluran-saluran tersebut menjadi satu strategi pemasaran yang terintegrasi adalah seni dari marketing itu sendiri.

Mana channel yang mau kita prioritaskan sumber daya kita di sana, mana channel yang frekuensinya perlu kita tingkatkan, mana channel yang paling sukses membuat konsumen memperhatikan produk kita, dan lain sebagainya.

Bisa lihat juga di Investopedia.

Posisi Digital Marketing yang Bisa Kamu Pilih

Digital Marketing sedang tumbuh pesat. Ini bukan tren sesaat, melainkan sudah menjadi suatu gelombang marketing yang baru. Artikel kali akan membahas alasan memilih bidang ini, apa saja tugas dan jabatan di bidang ini, serta kisaran gaji digital marketer.

Posisi Digital Marketing adalah individu yang menjalankan berbagai aktifitas pemasaran (marketing) yang mengoptimalkan penggunaan internet dan teknologi digital berbasis online, seperti aplikasi mobile, peramban (browser) dan social media yang bisa dibuka di personal computer (desktop/laptop), tablet, atau smartphone guna mempromosikan produk dan layanan.

DM tidak sebatas digital business ya. Artinya, DM sangat mungkin terhubung dengan bisnis luring (offline). Istilah kerennya O2O (Online-To-Offline). Alias dengan teknik-teknik online (which is digital marketing) membuat keramaian di toko fisik yang ujung-ujungnya diharapkan dapat meningkatkan transaksi.

Baca juga: Mengapa Memilih Marketing

Itu berarti posisi digital marketing memiliki fungsi dan peran dalam mengeksekusi satu atau beberapa channel digital marketing, sebagaimana yang saya sebutkan di bawah ini:

Channel Digital Marketing

Setidaknya saluran-saluran DM terdiri dari search engine marketing dan social media marketing, dan email marketing.

Baca juga: 6 Saluran Internet Marketing yang Harus Anda Ketahui.

Search engine marketing ada yang gratis, biasa disebut SEO (Search Engine Optimisation). Ada juga yang berbayar, yaitu Paid Search.

Baca juga: Search-Engine-friendly Content.

Sedangkan social media marketing, terbagi-bagi atas channel social media itu sendiri. Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin, hingga yang belakangan naik daun: TikTok. Di antara semuanya, ada yang dilakukan mengandalkan kreatifitas si digital marketer itu sendiri, ada juga yang menggunakan iklan, semisal Fb Ads dan IG Ads.

Baca juga: TikTok Marketing: It’s Just The Beginning.

Tugas Digital Marketer

Tugas digital marketer meliputi pengembangan brand agar lebih dikenal oleh netizen (warga internet), di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Melakukan riset kepada konsumen maupun kompetitor
  • Membaca data di dashboard, menganalisis dan membuat laporan
  • Membuat konten. Bisa dikerjakan sendiri, bersama agensi, atau mempekerjakan freelancer.

Tentu saja tugas-tugas harian yang sudah disebut di atas belum semuanya. Bagaimana perusahaan tersebut beroperasi dan struktur organisasi perusahaan akan ikut menentukan nama jabatan dan tugas-tugas digital marketer.

Jabatan Digital Marketing

Sangat mungkin juga, suatu perusahaan hanya berfokus ke saluran digital marketing tertentu. Misalnya, perusahaan yang bergerak di B2B (business-to-business) lebih fokus menggarap website dan SEO. Sementara, perusahaan yang bergerak di consumer lebih fokus di social media. Secara sekilas, berikut adalah beberapa jabatan digital marketer:

  • SEO specialist, hanya berfokus di SEO
  • Instagram specialist, garapannya terbatas di Instagram saja: membuat konten, menganalisis, dan melaporkan. Sangat mungkin bekerja sama dengan media lain di social media, termasuk di antaranya adalah kolaborasi dengan influencer. Analog dengan Facebook Specialist, maupun Linkedin specialist.
  • Digital strategist, merancang strategi, membagikan tugas-tugas digital marketing, melakukan fungsi pemantauan (monitoring), menganalisis, dan membuat laporan
  • Social media strategist, sama seperti digital strategist, tetapi terbatas di social media, namun meliputi social media yang sangat banyak: YouTube, facebook, dan instagram.

Gaji Digital Marketer

Digital Marketing bisa berawal dari angka UMR di kota atau provinsi kamu. Namun, posisi tertinggi ‘hanya’ selevel manager dengan gaji puluhan juta rupiah. Posisi Head of Digital Marketing, atau Digital Marketing Manager biasanya melapor kepada pejabat Sales and Marketing yang lebih luas cakupannya. Yaitu yang meliputi sales, merchandise, advertising, dan bidang marketing lainnya.

  • Internship Rp3 juta
  • Content Marketing Rp5 juta
  • Customer Care Social Media Rp5 juta
  • Copy Writer Rp7 juta
  • Digital Marketing Manager Rp20-35 juta

Tentu saja angka-angka tersebut hanya sebagai gambaran saja. Kisaran gajinya bisa didapat dari penyelenggara survei gaji. Untuk angka pasti, ada di masing-masing perusahaan, dan sangat bergantung pada negosiasi oleh si calon tenaga kerja itu sendiri.

Related Post:
– Bisnis yang Cocok Menggunakan SEO

RajaKomen.com membantu menaikkan Engagement Rate (ER) Media Sosial Kamu

Algoritma Instagram telah menjebak para online marketer di masa lalu dan tren itu tampaknya akan berlanjut pada tahun 2021. Statistik Instagram terbaru memberi tahu kami bahwa organic engagement telah turun sebesar 1,60% dari tahun 2020.

Menurut sebuah studi tahunan oleh RivalIQ, tingkat keterlibatan standar industri 2021 (berdasarkan total pengikut) di Instagram adalah 0,92% dan ketika kami melihat lebih dekat hanya pada industri influencer, rata-ratanya adalah 1,42%.

Apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan keterlibatan follower di Instagram pada tahun 2021? Berikut ini adalah enam cara yang bisa kamu eksplorasi lebih lanjut, dan satu cara menguji dan menganalisis macam-macam konten instagram. sebelas cara

Delapan Cara Meningkatkan Keterlibatan Follower Instagram di Tahun 2021:

  1. Temukan waktu terbaik bagi kamu untuk memposting.
  2. Mulai percakapan dengan follower via stiker Instagram Stories.
  3. Buat konten yang “dapat disimpan” untuk feed kamu..
  4. Bagikan data yang akan disukai audiens kamu.
  5. Tulis teks deskripsi yang lebih panjang.
  6. Bersikap terbuka tentang merek dan bisnis kamu.
  7. Test dan analisis jenis konten baru secara teratur
  8. Menggunakan jasa komentar instagram

Test dan Analisis Jenis Konten Baru secara Teratur

Berikut adalah beberapa yang bisa dicoba: foto/gambar, behind the scene (BTS), repost konten lain, konten edukasi, konten milik influencer yang kita sajikan dengan perspektif kita, kalimat motivasi, mengikuti konten yang sedang tren, dan konten hasil kolaborasi dengan follower.

Menggunakan Jasa Komentar Instagram

Sekarang ini sudah ada jasa komentar di media sosial. Khusus Cara promosi di Instagram , ada website Rajakomen.com. Bisnis online ini adalah perusahaan periklanan untuk membantu pengusaha online di Indonesia. Kami telah mengeluarkan beberapa alat bantu untuk promosi produk/jasa dari pengusaha Indonesia yang ingin memperluas target market di dunia online.


Media sosial seperti Instagram memang berkembang terus. Strategi Instagram Marketing kita pun harus terus diperbaharui. Tidak ada salahnya mengalokasikan sebagian anggaran, selain untuk membuat konten, juga untuk mempromosikan suatu post.

Baca juga tulisan terkait ya:

Jenjang Karir Dunia Marketing

Semakin berkembangnya dunia digital membuat cakupan pekerjaan di dunia sales dan marketing sampai hari ini terus meluas, hingga ke ranah digital.

Sales dan marketing merupakan departemen andalan agar perusahaan bisa mendapat omzet yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan.

Objektif di sales dan marketing ada banyak dan tidak terbatas pada membangun basis pelanggan serta memperoleh pendapatan saja. Tidak heran banyak perusahaan terus mengembangkan departemen sales dan marketing mereka. Yang tidak terkecuali, merupakan kantor cabang dan/atau saluran (channel) penjualan.

Tidak heran, sales dan marketing punya peran yang signifikan bagi perusahaan. Tetapi seperti apa tahapan pekerjaan/jenjang karir di departemen sales dan marketing? Seperti apa pula tanggung jawabnya?

Tahap 1 – Entry-level job di industri marketing

Bagi seorang mahasiswa yang baru lulus kuliah, atau bagi mereka yang belum pernah punya pengalaman di industri marketing sebelumnya, untuk tahap awalnya mungkin bisa mencari posisi di tahap entry-level ini. Menariknya, ketika berada di tahap entry-level, kita bisa memilih pekerjaan yang sesuai dengan passion, karena bidangnya cukup luas. Beragamnya bidang di industri marketing bisa memudahkan kita untuk mengakomodir apa yang menjadi ketertarikan kita.

Baca Juga: Beberapa Posisi/Jabatan Pekerjaan Marketing

Misalnya, kalau senang menulis, kita bisa memilih pekerjaan sebagai Content Writer, atau kalau memang senang bekerja di lapangan, kita bisa mencoba bekerja sebagai koordinator event di suatu perusahaan. Kalau menyukai aktifitas mendesain visual promosi, bisa juga kita bergabung dengan departemen sales dan marketing sebagai Visual Designer.

Selain ketiga pekerjaan tersebut, berikut beberapa pekerjaan lain yang bisa dijalankan dalam industri marketing ini, di antaranya.

  • Account Executive
  • Social Media Coordinator
  • Project Coordinator
  • Marketing Coordinator
  • Public Relation Associate
  • Event Marketing Coordinator
  • Event Marketing Specialist
  • Marketing Specialist

Mungkin tugas-tugas yang dilakukan oleh pekerja di entry-level ini cukup beragam, tetapi biasanya lebih berhubungan untuk membantu dalam mengerjakan riset, customer service, dan tugas-tugas administratif.

Pekerjaan pada tahap entry-level ini mungkin masih terbilang mendasar dan lebih pada memahami bisnis yang dijalani, di mana bisa dijalani sambil mengasah soft skill yang penting bagi perkembangan karier jangka panjang mereka.

Tahap 2 – Marketing manager

Jenjang karier di dunia marketing selanjutnya lebih berkutat seputar manajemen. Tugas seorang Marketing Manager lebih pada membentuk, memelihara, dan mengevaluasi strategi marketing yang sedang atau akan dijalankan oleh brand. Karakter penting yang perlu dimiliki Marketing Manager yakni nilai kepemimpian, karena mereka perlu untuk memimpin eksekusi dari strategi marketing dan mempertahankan prosesnya, sambil tetap membina perkembangan para pekerja yang berada di tahap entry level.

Beberapa jabatan pada tahap ini antara lain,

  • Advertising Manager
  • Public Relations Manager
  • Promotions Manager
  • Brand Manager
  • Sales Manager
  • Social Media Manager
  • Community Manager
  • Product Marketing Manager
  • Content Manager
  • Media Planner

Sales Manager

Tergantung besaran tim dan produk/layanan yang dijual, Sales Manager biasanya mengelola suatu wilayah penjualan tertentu. Mulai dari daftar pembeli/pelanggan, total penjualan, total pembayaran –untuk barang-barang yang dijual secara mencicil, misalnya, jumlah barang di gudang, dan lain sebagainya.

Karena berbasis wilayah, Sales Manager ini bisa jadi diberi nama jabatan “Area Manager”.

Tahap 3- GM of Marketing

Tugas utama seorang Marketing Director biasanya terfokus pada strategi marketing. Setelah seorang director menerima riset dan report dari Marketing Manager mengenai kondisi pasar, data pelanggan dan aktivitas yang dilakukan para kompetitor, seorang Marketing Director nantinya akan menyesuaikan beragam kondisi tersebut dengan strategi yang dibangunnya, agar tujuan bisnis dapat diraih perusahaan. 

Dan tujuan dari strategi tersebut biasanya untuk meningkatkan ketertarikan pelanggan sehingga membuat mereka memiliki keinginan untuk menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.

Jabatan yang umumnya bisa diraih pada tahap ini adalah,

  • GM of Marketing Research
  • GM of Consumer
  • GM of Corporate
  • GM of Public Relation

Tahap 4 – VP of Marketing

Peranan seorang Director Marketing membutuhkan gabungan kemampuan kepemimpinan, teknis dan juga bisnis. Director Marketing juga seringkali bertindak sebagai juru bicara dari perusahaan. Selain itu tugas lain dari Director of Marketing, mereka juga butuh bekerja dengan orang-orang dari departemen lain untuk mengikis jarak antar departemen serta memperkuat ikatannya. Seorang Director juga perlu mencari tahu bagaimana caranya supaya produk atau jasa yang ditawarkan brand bisa menjadi lebih baik lagi. 

Biasanya ada dua jabatan penting yang dipegang seseorang yang berada di tahap ini,

  • VP of Marketing
  • VP of Sales

Tahap 5 – Chief Marketing Officer

Chief Marketing Officer merupakan posisi puncak di departemen sales and marketing. Ketika seseorang sudah berada di posisi ini, tanggung jawab mereka mencakup pada semua lini marketing perusahaan, termasuk mengembangkan dan merencakan strategi, serta mengawasi setiap eksekusi dari inisiatif sales and marketing yang berjalan.

CMO itu ekuivalen dengan Sales and Marketing Director (Direktur Pemasaran dan Penjualan).

CMO akan melaporkan semua pekerjaannya pada Chief Executive Officer (CEO) dan bertanggung jawab pada ROI dari seluruh kegiatan marketing yang dijalankan perusahaan.

Beberapa tahapan di atas mungkin merupakan jenjang karier di dunia marketing yang umum diketahui. Namun, masih banyak pula bidang marketing lain yang sebenarnya bisa ditekuni seperti Strategic Marketing Consultant (fokus di riset, konsultasi, dan pelatihan) serta Marketing Agency (produksi iklan, event, public relation, dsb).

Sales Pipeline

Sales Pipeline membantu rekan-rekan yang bergerak di bidang penjualan guna mengelola target konsumen secara efisien. Tidak membuang sumber daya penjualan dengan sia-sia. Bahkan tidak berlama-lama dengan konsumen yang belum akan membeli dalam waktu dekat.

Saya pernah mengulang soal Cara Membuat Sales Plan sebelumnya.

Setelah Sales Plan, yuk kita lebih detail membahas Sales Pipeline. Berikut ini adalah diagramnya:

source: activecampaign.com

Diagram Sales Pipeline membantu pekerjaan para penjaja (salesman) kita menjadi lebih efektif. Lewat diagram tersebut, kita jadi memahami status target konsumen kita dan upaya apa yang bisa kita lakukan berikutnya. Ada hal-hal yang bisa kita lakukan guna menaikkan (upgrade) statusnya. Namun, bisa jadi kita juga tidak perlu melakukan apa-apa selain memberikan jeda dulu sebelum menghubungi target konsumen tersebut lagi.

Contact

Contact adalah kontak yang bisa dihubungi.

Qualification

adalah proses kita dalam mengklasifikasikan contact berdasar kriteria kita. Alat filter yang bisa kita gunakan di antaranya adalah BANT framework. Budget (anggaran), Authority (autoritas), Need (kebutuhan), dan Time (waktu). Kapan-kapan kita akan membahas ini lebih detail ya. Sementara itu, bisa ke SalesOdyssey dulu.

Meeting

Bagi target konsumen yang paling potensial, bisa kita ajukan pertemuan. Bertemu langsung tentu paling baik, tetapi bisa juga kita melakukan pembicaraan via telepon terlebih dahulu. Tujuan pertemuan yang paling hakiki adalah mengetahui kebutuhan/masalah yang ingin target konsumen solusikan. Tapi bila belum sampai ke sana, tidak ada salahnya membangun silaturahmi.

Proposal

Kalau sudah dapat needs atau problem yang ingin disolusikan, barulah kita datang dengan dokumen penawaran yang biasa disebut proposal. Ada proposal teknis, ada proposal (penawaran) harga.

Closing

Di sinilah moment of truth dalam berjualan. Setelah pendekatan dan penawaran dari kita, apakah kebenarannya akan terungkap: sudikah dia membeli dari kita.

Retention

Tahap mempertahankan konsumen yang sudah beli, untuk membeli lagi dari kita. Bisa dengan diskon, hadiah yang menarik, atau upaya-upaya retensi yang lain. Paling utama adalah memberikan pelayanan (service) yang paling optimal.

Pembagian waktu bagi Salesman

Mengapa harus direncanakan dan diatur sedemikian rupa? Karena pekerjaan salesman tidak hanya menjual, tetapi juga mengelola hal-hal yang berkaitan dengan proses inti tersebut. Di antaranya ada administrasi, perjalanan, pembahasan strategi via meeting, dll.

Pembagian waktu berikut ini tidak saklek, tetapi sudah cukup general untuk menjadi panduan bagi teman-teman penjaja.

  • Administrasi pagi (sekitar 5%, sekitar 24 menit)
  • Perjalanan (10%-20%, tergantung jarak, kurang lebih 1,5 jam)
  • Penjualan (25%-50%, in total 2-4 jam)
  • Makan siang (10%, 48 menit, biasanya alokasi ishoma adalah 1jam ya)
  • Internal meeting (10%, 48 menit, sekitar30-60 menit internal meeting, biasanya di pagi hari)
  • Administrasi sore (15%, sekitar 72 menit, alias 1 jam lebih, untuk pencatatan, pelaporan, dan sebagainya)

Ada juga industri yang salesman-nya tidak harus keluar meninggalkan kantor setiap hari. Namun aktifitasnya relatif seputar customer relationship. Di antaranya adalah menelepon calon pembeli maupun pelanggan tetap.


Referensi Gambar dari ActiveCampaign, sebuah penyedia jasa marketing automation. Pemain lokal jasa ini ada Qontak.

Complete Guide of Digital Marketing

Digital marketing term covers online selling, search engines, social media, content management, and so on. This guide elaborates all abovementioned terms under big umbrella named ‘Digital Marketing’.

Digital marketing is a digital and online marketing and/or sales effort on the internet.

What does digital marketing cover? Search engines, social media, content management, marketplaces, and so on.

Let’s go deeper. Search engines have SEO and SEM. There are free social media and also paid (fb ads, ig ads, twitter ads, etc.). There are marketplaces tokopedia, shopee, blibli, Bukalapak, etc. Btw, there is SEO in the marketplace too, you know.

Managing content includes but is not limited to content planning (including keyword research) and content optimization.

Can you do it yourself? Obviously you can. Because real competence is not difficult to master. The knowledge is spread on the internet, the experts are there, the opportunity to try and explore is also very possible.

The challenge of self-taught learning is that knowledge continues to develop. Search engines, social media, marketplaces all develop themselves continuously in order to provide the best results and user experience to their users. So, we must be strong in learning and applying one or even all of them.

Apart from being self-taught, we might also take courses. Now more and more course providers. The price is even more affordable.

Digital Marketing Course

After the course, we have to keep up to date with the development of science. The easiest, cheapest, and humane way is to join the closest community in your city.

It could be that there is no one community for all digital marketing science groups. But according to the medium. For example, the SEO community, the FB Ads community, and so on.

Digital Marketing Agency

What if you are not able to learn self-taught, and you don’t pay for the course, is there anyone willing to do it? Yes, it’s called a digital marketing agency.

Digital marketing agency is an agency that provides digital marketing services. Getting here, each agency is trying to focus on one or a few digital marketing channels and trying to have a unique positioning.

SEO

Five criteria for a product/business that is suitable for marketing with SEO techniques.

​​Visit Business-based SEO page.

Creating Marketing Content

It is important to make a content marketing strategy so that your content is coherent across all digital marketing mediums.

Copywriting is a writing technique (words, sentences, paragraphs) to influence consumers to buy from us.

​​Visit Copywriting Techniques page.

Learning Copywriting is also very important. Because it will be implemented everywhere: social media (Facebook, Instagram, etc.), e-commerce (tokopedia, shopee, etc.), and content writing.

​​Visit Learn Copywriting page.

Video marketing is on the rise. Its use is also on various social media platforms. You have to sign in from now on so you don’t miss it.

​​Visit the page Video Marketing .

Marketing through Podcasts

Podcasts are increasingly being used in digital marketing today. Podcasts are a medium for sharing your anxiety and desire that you can really relate to the listener for. Packaged with an interview format, Podcast looks like radio, but is more segmented and has a really good feeling.

​​Visit Interview 101 page

The 2nd most downloaded mobile app in 2019. And # 1 for July 2020. It’s time to consider when to start doing TikTok Marketing.

​​Visit TikTok Marketing page.

There are still many who are careless in using hashtags. In this post, I try to elaborate on how hashtags should be used for branding and targeting.

​​Visit Instagram hashtags page.

Does making an infographic have to be (visual) design? Actually no. But you have to understand information architecture.

​​Visit How to Make Infographics page.

Understand the differences in content writing, copywriting, and content strategy and how to apply them in content writing activities.

​​ Copywriter, Content Writer, and Content Strategist

Tips for effective proofreading. So that our script is free of typos and other mistakes, and is easy to read by readers.

Visit Effective Proofreading Page

Case Studies

Online culinary product promotion techniques that are right on target.

Visit Culinary Product Promotion page.

Panduan Lengkap Digital Marketing

Marketing tidak cukup dilakukan secara konvensional. Tahun 2021 ini, marketing harus secara digital dan tentu saja: online.

English version.

Digital marketing adalah upaya pemasaran dan/atau penjualan secara digital dan online di internet.

Meliputi apa saja digital marketing itu? Search engine, social media, content management, marketplace, dan lain sebagainya.

Mari bedah lebih dalam. Search engine ada SEO dan SEM. Social media ada yang free ada juga paid (fb ads, ig ads, twitter ads, dst). Marketplace ada tokopedia, shopee, blibli, bukalapak, dlsb. Btw, di marketplace juga ada SEO nya lho.

Managing content meliputi tapi tidak terbatas pada content planning (di antaranya adalah keyword research) dan content optimisation.

Apakah bisa dikerjakan sendiri? Jelas bisa. Karena kompetensi sebenarnya tidak sulit untuk dikuasai. Ilmunya tersebar di internet, pakarnya ada, kesempatan untuk mencoba dan mengeksplorasi juga sangat mungkin.

Tantangan belajar secara otodidak adalah ilmunya berkembang terus. Search engine, social media, marketplace semua mengembangkan diri terus menerus demi memberikan hasil dan user experience yang terbaik kepada para penggunanya. Jadi, kita wajib kuat mempelajari dan menerapkan satu atau bahkan semuanya.

Selain belajar secara otodidak, kita juga mungkin mengambil kursus. Kini semakin banyak penyedia kursusnya. Harganya pun semakin terjangkau.

Kursus Digital Marketing

Pasca kursus, kita harus tetap update dengan perkembangan ilmu. Cara paling mudah, murah, dan humanis adalah dengan bergabung dengan komunitas terdekat di kotamu.

Bisa jadi, tidak ada berupa satu komunitas untuk semua kelompok ilmu digital marketing. Tetapi sesuai dengan mediumnya. Misalnya, komunitas SEO, komunitas FB Ads, dst.

Digital Marketing Agency

Bagaimana jika tidak mampu belajar secara otodidak, terus juga gak pas bayar kursus, apakah ada pihak yang bersedia melakukannya? Ada, sebutannya adalah digital marketing agency.

Digital marketing agency adalah ahensi yang memberikan jasa digital marketing. Semakin ke sini, masing-masing agency berupaya fokus ke satu atau sedikit channel digital marketing serta berusaha memiliki positioning yang unik.

SEO

Lima kriteria produk/usaha yang cocok dipasarkan dengan teknik-teknik SEO.

Kunjungi halaman Bisnis Berbasis SEO.

Membuat Konten Marketing

Strategi Content Marketing penting dibuat supaya konten Anda koheren di seluruh medium digital marketing.

Copywriting adalah teknik penulisan (kata, kalimat, paragraf) untuk mempengaruhi konsumen agar mau membeli dari kita.

Kunjungi halaman Teknik Copywriting.

Belajar Copywriting juga penting banget. Sebab akan diimplementasikan di mana-mana: social media ( facebook, instagram, dll), e-commerce (tokopedia, shopee, dll), dan content writing.

Kunjungi halaman Belajar Copywriting.

Video marketing semakin marak. Penggunaannya juga di berbagai platform social media. Harus masuk dari sekarang supaya tidak ketinggalan.

Kunjungi halaman Video Marketing.

Marketing through Podcast

Sekarang podcast semakin lazim digunakan dalam digital marketing. Podcast adalah medium berbagi anxiety and desire (kegelisahan dan hasrat) yang bisa relate banget untuk pendengarnya. Dikemas dengan format wawancara, Podcast jadi mirip radio, tetapi lebih segmented dan feel-nya dapat banget.

Kunjungi halaman Interview 101.

Mobile app terbanyak ke-2 yang diunduh selama 2019. Dan no.1 untuk Juli 2020. Sudah waktunya menimbang kapan mulai melakukan TikTok Marketing.

Kunjungi halaman TikTok Marketing.

Masih banyak yang asal-asalan dalam menggunakan hashtag. Di post kali ini, saya coba elaborasi bagaimana seharusnya hashtag digunakan untuk branding dan targeting.

Kunjungi Halaman Hashtag Instagram.

Apakah membuat infografis itu harus bisa (visual) desain? Sebenarnya tidak. Tapi harus paham information architecture.

Kunjungi halaman Cara Membuat Infografis

Memahami perbedaan content writing, copywriting, dan content strategy serta bagaimana mengaplikasikannya dalam aktifitas content writing.

Copywriter, Content Writer, dan Content Strategist

Kiat melaksanakan proofreading yang efektif. Agar naskah kita bebas typo dan kesalahan lainnya, serta enak dibaca oleh para pembaca.

Kunjungi Halaman Effective Proofreading

Studi Kasus

Teknik-teknik promosi produk kuliner secara daring yang tepat sasaran.

Kunjungi Halaman Promosi Produk Kuliner.

Video Marketing

Video marketing semakin marak. Penggunaannya juga di berbagai platform social media. Harus masuk dari sekarang supaya tidak ketinggalan.

Mestinya video marketing itu dibahas dengan video ya. Namun, saya itu penggemar berat teks. Saya suka bermain dengan kata-kata.

Although I believe in SEO dan long content, gak ada salahnya juga kita bahas pemasaran via gambar gerak bersuara.

Kenyataannya, setelah era gambar dan teks, kini audiens memilih untuk menonton lebih banyak video saja.

Kombinasi gambar bergerak dan audio menghemat waktu para audiens; yang untuk teks saja, sekarang ini lebih suka skimming daripada membaca seksama.

Gambar berasal dari https://www.askmedigi.com/video-marketing-statistics-2020/

Data dan Fakta

Menurut majalah Forbes tahun 2017:

  • Menambahkan video dalam email marketing terbukti bisa menaikkan CTR hingga 300%.
  • Menyematkan video pada lading page bisa menaikkan konversi sebanyak 80%.
  • 64% konsumen menjadi semakin tertarik membeli produk secara online setelah menonton video.
  • Konsumsi YouTube lewat mobile berkembang hingga 100% setiap tahun.

Menurut riset yang dilakukan oleh HubSpot Research,

  • 54% konsumen ingin melihat video dari brand yang mereka dukung dibandingkan dengan bentuk konten email newsletter (46%) atau gambar (41%),
  • konten video adalah yang paling berkesan bagi pasar (43%) dibandingkan dengan teks (18%) dan gambar (36%).
  • konsumen dan pelanggan sebenarnya lebih memilih video yang “autentik” (meskipun kualitasnya lebih rendah) daripada video berkualitas tinggi yang kelewat artifisial dan tidak autentik.

Video marketing tuh bisa dilakukan via YouTube, Tiktok, maupun Instagram (Stories, IGTV), dan berbagai social media lainnya.

YouTube

Seiring dengan bertumbuhnya penonton YouTube, maka men-drive user ke website kita juga membutuhkan video sebagai konten iklan. Selain itu, membesarnya porsi video yang ditonton, maka engagement pun bergeser ke bentuk-bentuk video. Sepengamatan saya, Facebook pun memberikan atensi berbeda terhadap video yang diiklankan. Makin mantap lha engagement-nya.

Bila Anda membuat website, hostingnya bisa diakali supaya tidak berat dengan cara menaruh link (embedded) di web Anda. Videonya sendiri tetap di-hosted di Youtube.

Selain yang benar-benar disimpan di Youtube, ada juga video marketing yang sifatnya temporer. Di IG, kita kenal sebagai Stories. Lucunya, kini semua juga punya ya. Facebook ada, WhatsApp, Twitter, bahkan Linkedin juga ada.

Salah satu yang menyebabkan video marketing makin marak adalah attention span yang sekarang ini sudah pendek banget. Membaca teks terasa lama, makanya skimming saja. Nonton video, kalau tidak menarik banget, akhirnya di-skip-skip juga.

Video dalam Buyer Journey

Berikut beberapa contoh bagaimana video bisa berperan dalam perjalanan seorang pembeli, dari tidak tahu, membeli, sampai dengan berlangganan:

  • Advertising Video
  • Marketing Campaign Video (e.g. customer stories)
  • Company Profile Video
  • Documentation Video (e.g. onboarding, knowledge management, how to)
  • Events Video
  • Infographics Video
  • Product Knowledge Video
  • Short Films
  • Social Media Teaser Video
  • TVC
  • YouTube Advertising Video

Terdapat berbagai pilihan untuk merilis video marketing Anda. Platform dipilih berdasar riset, lho. Yaitu riset yang menyatakan di social media yang manakah, target audiens kita paling banyak berada. Dengan merilis video di platform yang tepat, kemungkinan untuk mendapatkan konsumen lebih besar.

87% online marketer kekinian pun sudah jamak mengggunakan konten video dalam strategi pemasaran digitalnya, lho.

Produksi Video Marketing

Sudah beberapa kali saya jadi “otak” dalam pembuatan video marketing. Sama seperti produksi konten yang lain, kita wajib start dari riset. Baik riset mempelajari kontennya, maupun riset terhadap fase buyer journey yang dikehendaki (fase perkenalankah, fase berlangganankah, dst).

Script dan Storyboard

Bikin naskah (script) dan storyboard, supaya proses produksinya efisien dan hasilnya enggak kacau. Di script, semua teks harus lengkap. Baik yang diucapkan oleh pemerannya, yang dinarasikan oleh naratornya (yaitu voice over), maupun teks-teks pendukung semisal terjemahannya (subtitle).

Sedangkan storyboard adalah naskah dalam versi yang lebih visual. Jadi detil-detilnya kelihatan jelas. Ini penting juga untuk tim logistik menyiapkan segala perlengkapan terkait (pakaian, furnitur, dan set-set lainnya).

Baik script maupun storyboard harus mencirikan adanya tokoh/karakter, masalah yang ditemui, lalu plot (alur cerita) hingga solusinya berhasil membantu si tokoh menuntaskan masalah tersebut atau mencapai tujuannya.

Produksi tidak perlu dijelaskan ya. Intinya lebih ke pengambilan gambar. Durasi pengambilan gambar sebaiknya diperpanjang. Jadi ada jeda yang lega untuk memudahkan penyuntingan. Baik pemotongan maupun penyambungannya.

Penyuntingan Video Marketing

Lalu masuk ke tahap penyuntingan (editing). Tidak hanya menjahit gambar bergerak dan audio (baik human maupun non human) menjadi satu. Namun juga memastikan kerapihannya. Kerapihan ini yang pekerjaan ‘tukang’ banget. Dan biasanya hanya yang sehari-hari mengerjakannya yang hasilnya bagus, a.k.a Video Editor.

FYI, Peralatannya Makin Terjangkau

Pembuatan video, sebenarnya tidak pernah semudah ini. Teknologi serendah smartphone di tahun 2021 pun sudah menghasilkan video resolusi tinggi. Setidaknya, tetap akan tajam bila dilihat di smartphone juga.

Pencahayaan (lighting) juga semakin terjangkau peralatannya. Bukan standardnya yang menurun. Tetapi spesifikasinya pun semakin beragam. Studio berukuran kecil makin mudah dibuat. Yang mahal-mahal dan canggih pastinya tetap ada.

Aplikasi digital untuk menyunting video juga sudah tersedia secara online. Tidak perlu mengunduh dan menginstal. Semua bisa dikerjakan dari peramban. Salah satu contohnya adalah animoto.com.

Simpulan

Yang belum, coba segera dimulai.

Yang sudah, coba pertajam skill-mu.

Yang sudah tajam, rutinkan rilis di social media.


Baca juga tulisan lain saya soal DIGITAL MARKETING.