Belajar Copywriting, Supaya Jualan Makin Laris

Belajar copywriting itu penting banget. Implementasinya bisa di mana-mana: facebook, instagram, tokopedia, shopee dan content writing.

Copywriting adalah teknik menulis bertujuan untuk memasarkan dan menjual sesuatu, pada medium dengan kapasitas terbatas. Dengan kata lain, belajar copywriting adalah mempelajari teknik menulis dalam pembuatan iklan.

FYI, di agensi pembuat iklan, posisi penulis tersebut diberi nama copywriter.

Bagaimana cara membuat copywriting?

1. Pahami kebutuhan audiens

Pelajari karakteristik hadirin konsumen (para pembaca, atau yang menjadi target iklan) tersebut. Framework-nya bisa terdiri dari demografi, psikografi, dan (yang lebih membumi) kebiasaan (behavior).

  • Demografi: usia, tempat tinggal, jenis kelamin, dst.
  • Psikografi: ingin tampil keren, ingin menekuni passion, peran sebagai sandwich generation, dll.
  • Kebiasaan: menggunakan mobile app, aktif di social media, ikut komunitas, dll.

Ada namanya kebutuhan yang harus dipenuhi. Misal, haus itu butuh minum.

Ada juga keinginan yang pemenuhannya bisa oleh satu atau beberapa merek. Misal, ingin minum kopi, teh, dan sebagainya.

Setelah karakteristik konsumen, kenali dahulu beberapa jenis manfaat yang bisa ditransfer dari seller kepada buyer.

2. Pelajari Produk Atau Layanan Anda.

  • Pahami keunggulan: yang membuat lebih baik daripada brand kompetitor.
  • Mengerti keunikannya: yang membuat beda dari kompetitor.

Manfaat Fungsional, Emosional (termasuk self-expression), Spiritual.

  • Manfaat fungsional adalah manfaat yang didasarkan pada atribut produk yang menyediakan penggunaan fungsional pada pelanggan.
  • Manfaat emosional memberi pelanggan perasaan positif ketika mereka membeli atau menggunakan merek tertentu. Manfaat yang satu ini membuat pembeli/pengguna merasakan pengalaman yang lebih kaya atau lebih dalam tatkala membeli atau menggunakan merek tersebut.
    • Ada satu lagi yang disebut self-expression benefit, yaitu manfaat yang memberikan kesempatan pada penggunanya untuk mengkomunikasikan citra dirinya. Self-expression benefit meningkatkan hubungan antara merek dan pelanggan dengan berfokus pada sesuatu yang terkait dengan kepribadiannya. Manfaat mengekspresikan diri fokus pada tindakan menggunakan produk.
  • Manfaat spiritual adalah perasaan lebih dekat kepada Tuhan (termasuk perasaan mendapat pahala) tatkala membeli, menggunakan, atau berinteraksi dengan suatu merek tertentu.

Ibarat belanja bahan pokok di pasar tradisional, semua menawarkan manfaat fungsional yang relatif sama. Namun beberapa pedagang di pasar, membangun hubungan personal yang lebih akrab dengan pelanggan. Ini adalah salah satu teknik memberikan manfaat emosional.

Contoh manfaat spiritual: perasaan lebih dekat kepada Tuhan yang dirasakan ketika membayar zakat. Dalam hal lembaga zakat, manfaat semacam ini yang wajib dikomunikasikan.

Copywriting harus melibatkan EMOSI. Karena 80% penjualan, melibatkan emosi. Sudah terlalu umum (generic) bila hanya menawarkan manfaat fungsional semata. Harus dikombinasikan dengan manfaat emosional.

3. Tentukan Headline yang Memikat, Lead yang Menarik

Headline cepat perubahannya karena menggunakan kata-kata yang sedang trending. Caranya mudah, kumpulkan 10 iklan dalam 1-3 bulan terakhir. Perhatikan kata-kata apa yang digunakan. Nah, ambil dan gunakan sedikit di antaranya.

4. Tulis Copy yang Berkualitas.

  • Tunjukkan bahwa kita paham masalah pembeli.
  • Fokus ke keunggulan atau keunikan produk/brand yang kita bawa
  • Bahwa brand adalah “pahlawan” dalam menangani masalah tersebut.

5. Akhiri dengan Call To Action (CTA)

Tutup dengan kata-kata yang “memerintah” audiens. Misal beli sekarang, ayo tunggu apalagi, dst.

Media copywriting

Medium untuk menempatkan copywriting bisa di mana saja. Dua yang cukup sering di era digital sekarang ini adalah Facebook dan Instagram.

Belajar Copywriting Facebook

Salah satu tekniknya adalah menuangkan kerentanan (vulnerability) kita di facebook. Lalu menutupnya dengan suatu kalimat penawaran.

Contohnya adalah kerentanan kita untuk terkena radang tenggorokan, sariawan, dan penyakit sejenisnya. Kita tutup dengan konklusi penawaran untuk menggunakan produk sejenis vitamin C, misalnya. Supaya kerentanan kita tidak terealisasi menjadi penyakit.

Tentu saja polanya tidak harus seperti itu. Algoritma Facebook menuntut kita untuk nge-post sesering mungkin (facebook menghendaki engagement kita yang tinggi). Jadi, rutin nge-post, meskipun kontennya tidak melulu kerentanan+solusi. Alias tidak harus selalu jualan.

Teknik Copywriting Instagram

Terbatas hanya 2.200 karakter.

Di Instagram tuh ada yang “bercerita” lewat gambar (minim teks), ada pula yang memberikan cerita (mengandung karakter + plot) pada gambar yang sudah ada.

Ada juga metode PPB dari Brian Dean.

P – Preview: beri tahu calon pembeli apa yang akan mereka dapatkan dari Anda.
P – Promise: ceritakan bagaimana si “apa” itu akan menyelesaikan masalah pengguna/pembeli.
B – Bridge: gunakan frase transisi untuk membangun jembatan logis ke CTA (Call to Action) Anda.

Contoh – Produk Vitamin C.

Preview: manfaat vit C adalah bla, bla.
Promise: bagaimana menggunakan si vit C. Kapan digunakan, aturan pakai bagaimana, dst.
Bridge: Apabila anda sedang merasa tidak enak badan, gunakan vit C sesuai dosis. Jangan diabaikan perasaan tidak enak badan tersebut, jangan juga minum vit C berlebihan.

Belajar Copywriting Marketplace

Kuncinya ada 3: penempatan produk di kategori yang tepat, pemberian judul, dan pengisian deskripsi.

Misalnya, “mainan anak perempuan” diletakkan di kategori “mainan anak”, saja, maka hasilnya akan lebih buruk daripada disimpan di kategori “mainan anak perempuan”.

Baik di Tokopedia maupun Shopee, fokus memberikan “Judul” yang mengandung keywords yang dicari oleh pengguna. Ini pentingnya melakukan riset produk dan kata-kata yang digunakan ya. Produk yang sama, bisa saja ditawarkan di toko lain dengan judul berbeda. Misalnya “baju olahraga muslimah” adalah produk yang sama dengan judul “kaos olahraga wanita”.

Contoh lain: “daster ibu-ibu” atau “ibu daster” tetap dibaca sebagai “daster ibu”.

Di samping itu, kolo Deskripsi harus diisi selengkap dan sedetil mungkin. Selain informasi yang benar-benar berasal dari produk itu sendiri, bisa juga diinspirasi oleh kata-kata kunci terkait. Insipirasinya dari mana? Bisa dari kata kunci yang disarankan oleh ubersuggest.

Mengapa demikian? Karena mesin pencari di marketplace bekerja dengan cara yang relatif sama dengan Google, yaitu: crawling, indexing, dan ranking. Kapan-kapan kita bahas ini ya.

SEO Copywriting for Content Writer

Beda Copywriter dengan Content Writer. Kalau Copywriter fokus pada wording untuk pemasaran, maka Content Writer fokus memberikan manfaat berupa konten yang panjang dan lengkap isinya kepada pengguna. Yang pada akhirnya, kita berharap kesetiaan pengguna pada merek produk atau layanan kita.

Salah satu caranya adalah mengimplementasikan teknik-teknik SEO dan copywriting ke dalam tulisan-tulisan yang dibuat. Teknik SEO membantu tulisan kita mencapai peringkat puncak di SERP (Search Engine Result Page). Copywriting membuat produk/jasa kita jadi market-able lewat tulisan.

Sebagai pengguna WordPress, saya menginstal plugin Yoast SEO. Dan berusaha memenuhi parameter-parameter yang diberikan oleh plugin tersebut dalam tiap konten yang saya buat. Di antaranya adalah:

  • Text length
  • Outbound and internal link
  • Key phrase in introduction, title, and slug
  • Key phrase length and density
  • Key phrase in meta description
  • Meta description length
  • SEO title width

Dapat disimpulkan bahwa belajar copywriting itu penting. Dengan mengimplementasikan copywriting, membantu kita untuk memberikan informasi dan pengalaman yang lebih baik bagi pembaca. Copywriting bisa diimplementasikan di status facebook, caption Instagram, judul dan deskripsi produk marketplace, hingga konten artikel yang panjang dengan pembahasan mendalam.

5 Comments

Leave a ReplyCancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Exit mobile version