[Part 2] Bekerja di Instansi Pemerintah

Bekerja di Instansi Pemerintah memiliki cakupan pekerjaan yang sangat luas, kadangkala pegawai dituntut untuk bekerja tidak sesuai dengan kepakarannya, sehingga dipaksa untuk mampu di bidang yang ditugaskannya. Seperti apa sih pekerjaan di Kantor Pemerintah itu?

Baca juga Part-1nya: Bagaimana Sih Berkarir Sebagai PNS?

Jenis pekerjaan di Kantor Pemerintah sangatlah luas tergantung pada Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) yang diamanatkan pada kantor tersebut. Kantor yang menjalankan suatu TUPOKSI tertentu biasanya disebut dengan SATUAN KERJA (SATUAN KERJA). Ada yang berlokasi di kantor pusat ataupun berada di daerah, namun secara garis besar komposisi kelengkapan organisasi di dalamnya hampir sama.

Untuk memudahkan dalam menjelaskan tentang pembagian tugas di suatu kantor pemerintah, saya coba mengambil contoh organisasi di SATKER yang berada di daerah. Sebagai contoh:

  • Direktorat Pajak memiliki kantor pajak di hampir seluruh kota yang ada di Indonesia untuk melakukan pendataan dan pemungutan pajak kepadaa seluruh warganegara yang memiliki kewajiban untuk membayar pajak.
  • Balai Standardisasi berada di Bawah Badan Standardisasi berada di beberapa kota karena sesuai dengan kebutuhan terhadap pembinaan industry yang ada di wilayah tersebut.

Suatu SATKER akan dikepalai oleh seorang Kepala dengan pangkat tergantung dari eseloninsasinya. Tugas kepala satker adalah memastikan bahwa tugas dan fungsi yang diberikan pada SATKER dapat berjalan dengan baik. Kepala SATKER juga diberi tugas sebagai Kuasa Pengguna Anggaran yang memiliki hak untuk membelanjakan anggaran yang ada, selain itu dia juga bertugas sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian yang menilai kinerja bawahannya, mengajukan usulan kenaikan Pangkat dsb.

Kepala SATKER dibantu oleh seorang KEPALA BAGIAN (KABAG) Tata Usaha (TU) bila kantor tersebut adalah SATKER Eselon 2, atau dibantu oleh KASUBAG TU bila dia SATKER Eselon 3. Kasubag TU sebagai unit pendukung namun memiliki banyak sekali tugas agar kantor dapat berjalan dengan Baik seperti Tugas Perencanaan, Kepegawaian, Umum, Kearsipan, Pelaporan, Keuangan hingga Kehumasan. Untuk melaksanakan tugas tersebut maka Kasubag TU akan dibantu oleh koordinator masing-masing tugas. Berikut ini penjelasan detilnya:

PERENCANAAN dan PELAPORAN

Pegawai yang bekerja mengurusi perencanaan biasanya berasal dari berbagai latar pendidikan, bukan hanya milik sarjana Perencanaan. Kompetensi utama yang harus dimiliki saat bekerja di bagian ini adalah kemampuan untuk membayangkan kegiatan apa yang harus dilakukan kantor dalam mencapai Sasran Kinerja Kantor. Selanjutnya seorang perencana harus memahami bahasa-bahasa program yang cukup rumit seperti Output, Outcome, Sasaran Strategis serta mampu membuat dokumen Rencana Strategis (RENSTRA), Rencana Kinerja (RENKIN), Perjanjian Kinerja, Rencana Bisnis dan Anggaran dan lain-lainnya.

Siklus bekerja seorang perencana diawali dari menyusun RENSTRA 5 tahunan, lalu RENKIN tahunan, lalu menyusun matrik satuan 3B, menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB). Setelah itu memasukan nya dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang berisikan rencana kerja dan anggaran yang dibutuhkan. Untuk menginput DIPA dan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAK) biasanya akan dibantu oleh seorang operator karena saat mengisi DIPA harus menyesuaikan dengan Jenis-jenis akun yang tersedia. Setelah itu akan dilakukan penelaahan oleh Inspektorat dan selanjutnya dievaluasi oleh Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan hingga akhirnya sah untuk direalisasikan pada tahun anggaran.

Bagian Perencana kadang bergabung dengan bagian Pelaporan. Untuk pelaporan sendiri beberapa yang harus dibuat adalah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP)  Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) dan juga Monev sesuai PP39. Laporan ada yang dibuat per triwulan, semester atau tahunan. Biasanya akan ada undangan dari kantor pusat untuk melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja baik semesteran ataupun tahunan.

KEPEGAWAIAN

Bagian kepegawaian biasanya diisi oleh lulusan jurusan Psikologi namun tidak menutup kemungkinan dari jurusan jurusan lainnya. Beberapa tugas yang dikerjakan oleh bagian kepegawaian di antaranya adalah

mengurus kenaikan pangkat dan jabatan,

  • mengurus daftar gaji,
  • membuat peta jabatan dan matriks kompetensi,
  • menyusun kegiatan pengembangan pegawai,
  • mengecek tingkat kedisiplinan pegawai,
  • membuat berkas administrasi bila ada pegawai bermasalah, ataupun ada pegawai yang ingin mutasi serta
  • berbagai tugas lainnya yang menyangkut urusan kepegawaian.

Bagian kepegawaian memiliki tingkat kesibukan yang relatif, bila di unit daerah dengan pegawai yang sedikit maka tugasnya tidak terlalu berat namun bila jumlah pegawai banyak serta ada beragam permasalahan maka bagian kepegawaian akan cukup melelahkan.

KEUANGAN

Biasanya diisi oleh jurusan ekonomi dan akuntansi, namun tidak menutup kemungkinan dari berbagai macam jurusan lainnya. Tugas utamanya adalah mengelola uang masuk (bendahara penerimaan) bagi satker yang mengelola Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), mengelola uang keluar (Bendahara Pengeluaran), mengelola barang persediaan, mengelola asset/Barang Milik Negara (BMN), membuat laporan keuangan. Kadang kala bendahara diisi oleh pegawai yang tidak memiliki background keuangan, yang penting dia jujur dan teliti. Sedangkan untuk petugas yang membuat laporan keuangan mayoritas adalah dari jurusan akuntasi dan ekonomi. Nah kunci mendapatkan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bagi suatu instansi pemerintah adalah rapih dalam membuat laporan keuangan ini serta melampirkan bukti/data dukung yang tertelusur.

Bagian keuangan akan banyak berinteraksi dengan SATKER lainnya seperti dengan biro keuangan, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk mengurus pencairan anggaran, Kanwil Anggaran untuk melakukan revisi anggaran, Kantor pajak untuk membayar pajak, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk mengurus pendataan aset, penghapusan aset, penggunaan aset untuk kegiatan non tupoks dsb, serta bagian keuangan di Sekretariat untuk penyusunan laporan tingkat Eselon 1.  

UMUM

Mengurus pemeliharaan barang dan peralatan yang ada di kantor termasuk juga bangunan fisik, memastikan semua lampu menyala, genset siap sedia, mobil sudah diservice dengan bensin terisi di dalamnya. Kamar mandi bersih tersedia sabun di wastafel, halaman tertata rapih tidak ada sampah berserakan, dinding tidak kusam dsb. Untuk background pendidikan bisa dari jurusan manapun asalkan sanggup mengkoordinir tenaga kebersihan dan juga keamanan.

HUMAS

Bertugas mempublikasikan kegiatan kantor kepada masyarakat luas, membuat konten-konten berita, mengisi website sesuai dengan panduan terkait persyaratan minimal yang telah ditentukan. Menerima aduan dari masyarakat, menyampaikannya kepada pihak terkait lalu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh pelanggan.

Fungsional

Pekerjaan utama di kantor pemerintahan saat ini berada di pundak para pejabat fungsional yang dibagi-bagi berdasarkan pada TUPOKSI yang diemban. Contohnya sebagai berikut:

  • Unit Layanan Pengujian maka akan ada beberapa kelompok Jabatan fungsional seperti Penguji Mutu Barang, Teknisi Litkayasa.
  • Balai Diklat akan memiliki widyaiswara sebagai tusi utamanya,
  • Kantor pajak memiliki fungsional penyuluh pajak, pemeriksa pajak dsb.
  • Balai Veteriner di bawah kementerian Pertanian yang memiliki tugas mengawasi kesehatan binatang ternak, maka akan diisi dokter hewan sebagai pegawai fungsionalnya.

Selain pekerjaan supporting yang diemban oleh Kasubag TU, Pekerjaan rutin yang dilakukan oleh  Suatu SATKER adalah melayani masyarakat baik itu layanan berbayar ataupun gratis karena sudah menjadi penugasan. Melaksanakan kunjungan Lapangan untuk mengambil sampel, memantau pelaksanaan peraturan, memberikan pelayanan di kantor kepada pelanggan, memberikan penyuluhan pajak, melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dsb.

Kompetensi dan Karir

Sekarang bagaimana pola karirnya, dan kompetensi apa yang harus dimiliki agar dapat survive bekerja di Instansi Pemerintah? Saat masuk menjadi CPNS biasanya akan dilakukan rotasi tiap waktu tertetu pada berbagai bagian agar dapat belajar di setiap bagian dan memahami tusi dan pola kerja yang ada. Setelah menjadi PNS maka akan ditempatkan sesuai dengan bidangnya ataupun kebutuhan organisasi.

Pegawai yang rajin dan pintar biasanya akan menjadi andalan pimpinan sehingga akan lebih banyak tugas yang diberikan kepada dia. Tugasnya banyak namun biasanya bukan terkait dengan tupoksi utamanya semisalkan adalah menyiapkan bahan pidato dan presentasi pimpinan, membuat konsep surat balasan untuk pihak terkait, mendampingi perjalanan dinas, mengkonfigurasi komputer, membantu mengerjakan thesis pimpinan hehe, memperbaiki wifi kantor, mencetak surat  atau bahkan sekedar menjadi teman ngobrol. Nah yang rajin dan pandai ini, kalau dulu akan cepat mendapatkan promosi ke eselon 4 namun seiring hilangnya berbagai jabatan eselon, dekat ataupun tidak dekat dengan pimpinan tidak terlalu berpengaruh terhadap karir pegawai.

Pegawai idaman di lingkungan PNS itu adalah pegawai yang mampu mengkonsep acara/program, menyusun rincian kegiatan, membuat RAB, mencari vendor/rekanan untuk melaksanakan kegiatan tersebut, Mengontak para narasumber dari berbagai instansi, menyusun laporan pertanggung jawaban serta administrasinya sesuai dengan peraturan yang ada. Bila saat berkuliah sudah berpengalaman dalam organisasi kampus dan sering mengadakan event kegiatan sebagai panitia bahkan menjadi ketua maka akan mudah beradaptasi saat bekerja sebagai PNS.

Hal utama lain agar dapat menjadi PNS unggul adalah mampu bekerja sepenuh hati secara ikhlas demi mengabdi pada nusa dan bangsa, hormat pada senior, mengayomi junior dan ramah pada rekan seusia dan tentu saja harus serta rajin membaca berbagai macam peraturan, petunjuk teknis, panduan panduan saat akan mengerjakan sesuatu. Kesuksesan di lingkungan kantor pemerintah bukan sekedar ramai dan tercapainya output ataupun outcame tapi juga dilengkapi dengan administrasi yang rapih sesuai dengan regulasi yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Verified by MonsterInsights