Alasan Memilih Manajemen Keuangan

Bingung mau fokus ke bidang manajemen yang mana? Memilih manajemen keuangan bisa jadi langkah awal sukses kamu.

Saya pernah bimbang ketika harus memilih salah satu di antara dua: manajemen keuangan atau manajemen pemasaran. Pada akhirnya saya memilih manajemen pemasaran, tapi sebelumnya saya galau dengan manajemen keuangan. Saya saat itu berpikir bahwa penting sekali mempelajari manajemen keuangan, dan tidak semua orang mampu mengajarkan manajemen keuangan dengan baik.

Ibarat mengendarai mobil atau motor, maka manajemen keuangan adalah kemampuan kamu untuk membaca panel yang berisi speedometer, jumlah bensin yang tersisa, tingkat perputara mesin, dan lain sebagainya. Hanya mampu menjalankan bisnis (memproduksi, lalu mempromosikan, kemudian menjual) saja tidak cukup tanpa pemahaman “apa yang sebenarnya terjadi dengan keuangan perusahaan/bisnis kita”. Ini mirip dengan bisa berkendara tapi tidak tahu kapan bensin akan habis dan harus masuk stasiun pom bensin. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Apakah untung dari bisnis kita benar-benar ada? Atau sekedar uang yang masuk > uang keluar?
  • Apakah likuiditas kita cukup untuk menjalankan perusahaan paling tidak selama 3 bulan ke depan? Jangan-jangan uang kontan kita habis untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya mendesak (misal: gaji karyawan di bulan ini).
  • Berapa rupiah inventory yang kita miliki? Apa risikonya bila inventory tersebut tidak segera terjual? Dan berapa cepat kita bisa menjualnya?
  • Dst.

Sekarang, saya coba ingat-ingat kembali mengapa saya pernah tertarik dengan manajemen keuangan. Dan kalau kamu memiliki poin-poin yang sama seperti yang saya uraikan di bawah ini, mungkin akan membantu kamu dalam memprioritaskan manajemen keuangan dibandingkan dengan konsentrasi-konsentrasi yang lain di jurusan manajemen:

Tertarik dengan hal-hal berbau investasi dan pasar modal. Saya biasa menggolongkan investasi menjadi 2 kelompok, yaitu investasi konservatif dan investasi di instrumen finansial. Yang pertama, identik dengan emas (salah satunya yang berbentuk perhiasan) dan tanah (atau properti). Masih masuk dalam kelompok pertama, tapi konservatif dan perlu kerja keras, adalah investasi pada sektor riil. Termasuk beralih menjadi full-time entrepreneur. Yang kedua, adalah surat utang (termasuk sukuk), dan saham (dari pasar saham). Kombinasi surat utang dan saham, yang biasa kita kenal dengan sebutan “reksa dana” juga termasuk kategori kedua.

Feel challenging banget kalau merasa belum paham dan ingin bisa “menguasai” hal-hal berbau duit. Kalau minat kamu di keuangan yang seperti ini dan kamu ingin memiliki kemampuan untuk menguasainya, maka kamu cocok di manajemen keuangan. Ketika kamu seringkali tertantang untuk menguasai suatu permasalahan keuangan. ini berarti kamu sudah passion di financial management.

Suka ngutak-ngatik angka, tapi bukan seperti matematika yang terlalu science. Manajemen keuangan tidak sama dengan menurunkan suatu rumus diferensial dan integral pada kalkulus ketika kita mengambil kelas IPA di SMA dulu. Tidak serumit itu. Justru sederhana, tetapi ada (terlalu?) banyak yang sederhana. Intinya adalah kamu suka mengolah practical numbers. Yaitu rumus-rumus yang sederhana. Indikator-indikator sederhana yang bisa sangat mereleksikan kinerja suatu bisnis, dan hal-hal semacam itu.

Contoh indikator sederhana misalnya pada industri ritel adalah inventory turnover. Artinya adalah seberapa cepat inventory tersebut berubah menjadi rupiah. Saya kira bukti bahwa kamu suka ngutak-ngatik practical numbers ini adalah ketika kamu suka membaca neraca (balance sheet), laporan laba-rugi (income statement) dan laporan dari manajemen.

Manajemen risiko. Bisnis itu kental dengan risiko yang terukur. Kalau kita tidak bisa mengukur risikonya, lebih baik jangan terjun di bisnis itu. Dan justru di situlah seninya berbisnis: bagaimana kita mengukur dan melakukan treatment terhadap risiko tersebut dengan lebih baik daripada kompetitor kita melakukannya. Bagaimana cara mengukur risiko? Semua dasar-dasarnya di ajarkan di konsentrasi manajemen keuangan.

Jadi sudah saya paparkan beberapa alasan memilih manajemen keuangan. Tentu saja itu belum semua. Mungkin kamu punya alasan berbeda yang mendorong kamu memilih manajemen keuangan instead of konsentrasi-konsentrasi yang lain. Sekarang kita coba bahas profesi apa saja yang ada di bidang keuangan.

Jenis-jenis Profesi di Bidang Keuangan

Berikut ini adalah beberapa jenis dan contoh profesi di bidang keuangan yang bisa Anda jadikan referensi.

Konsultan Keuangan

Namanya konsultan, biasanya layanannya ada tiga, yaitu riset, konsultasi, maupun pelatihan. Riset maksudnya adalah melakukan riset yang hasilnya akan dibayar oleh klien. Deliverables-nya berupa report. Konsultasi artinya menjawab pertanyaan klien sehingga klien merasa lebih paham atas problem yang sedang digelutinya. Bahkan bisa sampai pada klien meminta rekomendasi solusi atas permasalahan yang ada. Pelatihan tentu saja berarti memberikan pelatihan kepada para klien yang membutuhkan. Biasanya, pelatihan dikemas dalam modul-modul tertentu untuk kasus-kasus tertentu pada industri yang spesifik.

Financial Planner

Salah satu profesi di konsultan keuangan yang sedang naik daun adalah financial planner. Tugasnya adalah memberikan laporan berupa perencanaan (plan) mengenai strategi keuangan apa yang harus dilakukan oleh klien dalam menjawab problem hari ini guna mencapai tujuan-tujuan keuangan di masa depan. Profesi ini di Indonesia, rasanya pertama kali dibawa oleh Aidil Akbar dari Amerika Serikat. Kalau pemain lokal yang sudah sejak awal mengawali industri ini adalah Safir Senduk. Kaum hawa yang populer dalam bidang ini adalah Prita Ghozie.

Konsultan Pajak

Dinamisnya peraturan perpajakan di suatu negara, yang diberlakukan kepada wajib pajak perorangan maupun badan, menuntut adanya suatu profesi konsultan pajak. Sesuai namanya, konsultan ini fokus di bidang pajak semata. Perannya lebih pada bertanya dan memahami situasi klien, sehingga bisa memberikan rekomendasi mengenai pengelolaan keuangan dengan pembayaran pajak yang lebih optimal kepada negara.

Staf Pembukuan

Seseorang staf pembukuan bertugas untuk memeriksa apakah suatu transaksi keuangan benar terjadi (dan berupa apa dokumen pendukungnya), mencatat transaksi dengan akurat, dan membuat laporan keuangannya berupa neraca dan laporan laba rugi.

Profesi sebagai staf pembukuan memiliki cakupan yang lebih luas seperti menangani rekening perusahaan, menerima uang masuk, dan mengeluarkan uang. Di perusahaan, penerimaan dan pengeluaran uang dilakukan oleh staf pembukuan yang berbeda orang.

Akuntan

Akuntan adalah auditor eksternal. Adapun tugas seorang akuntan publik adalah melakukan audit. Terminologi akuntan ini bisa juga sebagai konsultan, yakni seorang ahli yang memberikan rekomendasi strategi keuangan kepada kliennya. Tidak boleh seorang akuntan melakukan audit sekaligus memberikan rekomendasi kepada kliennya; karena akan konflik kepentingan (conflict of interest).

Umumnya dikenal sebagai akuntan eksternal di mana mereka tidak terikat perusahaan tertentu dan memberikan jasanya dengan pembayaran tertentu. Lingkup kerja akuntan publik meliputi pemeriksaan terhadap jasa keuangan, penyusunan sistem manajemen atau konsultasi manajemen. Akuntan publik ini biasanya mendirikan kantor akuntan secara pribadi setelah terlebih dahulu mendapatkan izin dari Kantor Departemen Keuangan.

Akuntan Internal

Adalah akuntan yang bekerja pada perusahaan secara dependen yang juga disebut dengan akuntan manajemen atau perusahaan. Tugas yang dilakukan oleh akuntan intern mencakup sistem akuntansi, membuat laporan keuangan untuk pimpinan perusahaan, menyusun anggaran keuangan dan menangani permasalahan pajak.

Pendidik

Tugas sebagai akuntan pendidik adalah bertanggung jawab pada pendidikan akuntansi, penelitian dan pengembangan akuntansi. Selain itu, mereka biasanya juga berprofesi sebagai dosen atau pengajar di sekolah menengah atau perguruan tinggi.


Semoga sedikit uraian tersebut dapat membantu kamu memilih konsentrasi yang tepat untuk kamu saat ini dan karir kamu ke depan.

Related Post:
Pilih Manajemen Keuangan atau Manajemen Pemasaran
Alasan Memilih Prodi Manajemen


Kalau kamu merasa tulisan ini ada manfatnya, silakan berpartisipasi lewat donasi via NihBuatJajan.com ya. Donasi dari kamu akan memberikan semangat untuk terus menulis artikel yang berguna bagi pembaca.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Exit mobile version