RajaKomen.com membantu menaikkan Engagement Rate (ER) Media Sosial Kamu

Algoritma Instagram telah menjebak para online marketer di masa lalu dan tren itu tampaknya akan berlanjut pada tahun 2021. Statistik Instagram terbaru memberi tahu kami bahwa organic engagement telah turun sebesar 1,60% dari tahun 2020.

Menurut sebuah studi tahunan oleh RivalIQ, tingkat keterlibatan standar industri 2021 (berdasarkan total pengikut) di Instagram adalah 0,92% dan ketika kami melihat lebih dekat hanya pada industri influencer, rata-ratanya adalah 1,42%.

Apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan keterlibatan follower di Instagram pada tahun 2021? Berikut ini adalah enam cara yang bisa kamu eksplorasi lebih lanjut, dan satu cara menguji dan menganalisis macam-macam konten instagram. sebelas cara

Delapan Cara Meningkatkan Keterlibatan Follower Instagram di Tahun 2021:

  1. Temukan waktu terbaik bagi kamu untuk memposting.
  2. Mulai percakapan dengan follower via stiker Instagram Stories.
  3. Buat konten yang “dapat disimpan” untuk feed kamu..
  4. Bagikan data yang akan disukai audiens kamu.
  5. Tulis teks deskripsi yang lebih panjang.
  6. Bersikap terbuka tentang merek dan bisnis kamu.
  7. Test dan analisis jenis konten baru secara teratur
  8. Menggunakan jasa komentar instagram

Test dan Analisis Jenis Konten Baru secara Teratur

Berikut adalah beberapa yang bisa dicoba: foto/gambar, behind the scene (BTS), repost konten lain, konten edukasi, konten milik influencer yang kita sajikan dengan perspektif kita, kalimat motivasi, mengikuti konten yang sedang tren, dan konten hasil kolaborasi dengan follower.

Menggunakan Jasa Komentar Instagram

Sekarang ini sudah ada jasa komentar di media sosial. Khusus Cara promosi di Instagram , ada website Rajakomen.com. Bisnis online ini adalah perusahaan periklanan untuk membantu pengusaha online di Indonesia. Kami telah mengeluarkan beberapa alat bantu untuk promosi produk/jasa dari pengusaha Indonesia yang ingin memperluas target market di dunia online.


Media sosial seperti Instagram memang berkembang terus. Strategi Instagram Marketing kita pun harus terus diperbaharui. Tidak ada salahnya mengalokasikan sebagian anggaran, selain untuk membuat konten, juga untuk mempromosikan suatu post.

Baca juga tulisan terkait ya:

Pengalaman Mengurus Akta Kematian di Kelurahan Sungai Nangka Kota Balikpapan

Dokumen terkait yang dibutuhkan dalam mengurus pembuatan Akta Kematian, serta manfaat dokumen Akta Kematian.

Setelah bermenye-menye tentang almarhum, meski masih terkenang dengan segala kebaikan beliau, dan tentu tidak ingin move on ya, maka izinkan saya menuliskan proses dan deliverable dalam menyiapkan dokumen Akta Kematian ya.

Pada dasarnya, Akta Kematian adalah dokumen dari negara yang menyatakan bahwa seseorang sudah meninggal dunia.

Ibarat kata, untuk urusan kenegaraan semisal waris, tanah/properti, kendaraan mobil/motor, maka harus didasarkan pada dokumen negara juga. Apakah seseorang yang sudah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter di rumah sakit, lantas juga MD menurut negara? Belum tentu. Oleh sebab itulah kita wajib mengurus Akta Kematian ini.

Yang merilis Akta Kematian adalah kelurahan.

Namun, karena proses administrasi di negara kita ini berbasis kewilayahan, maka harus dimulai dari RT/RW tempat kita tinggal terlebih dahulu. Idealnya, segala yang terjadi di wilayah non-formal tersebut diketahui oleh RT/RW (lahir, meninggal, dsb). No wonder, harus “diantar” dengan Surat Pengantar dulu dari RT/RW ke Kelurahan, yaitu wilayah formal terkecil menurut negara.

Salah satu yang diantarkan adalah “Surat Keterangan Meninggal Dunia” yang bisa dikeluarkan oleh dokter di Rumah Sakit. Itu kalau MD di RS. Bagaimana jika MD ketika berkendara di jalan raya? Yang bisa merilis surat sejenis adalah kepolisian (mungkin Polantas, ya). Jika tidak keduanya, setidaknya ada surat sejenis dari wilayah tempat tinggal. Representasi negara dalam hal ini adalah Puskesmas. Jadi, dokter di Puskesmas perlu melakukan visum dan merilis surat tersebut. Saya kira, ini dilakukan kalau almarhum meninggal di rumah dan tidak dibawa ke rumah sakit.

Persyaratan Dokumen

Dokumen terkait yang dibutuhkan:

  • Surat Keterangan Meninggal Dunia
  • Kartu Keluarga (KK) almarhum
  • KTP almarhum
  • Form permohonan yang sudah diisi pemohon berikut fotokopi KTP pemohon
  • Pemohon juga membuat Surat Pernyataan bahwa sebelumnya, almarhum tidak pernah dibuatkan Akta Kematian
  • Dua saksi (nama dan tandatangan) berikut fotokopi KTP-nya

Syukur alhamdulillah, pengurusan tersebut semakin dimudahkan karena bisa dilakukan secara digital. Cukup dengan mengambil gambar (memfoto) dokumen-dokumen tersebut lalu mengunggahnya (upload) ke laman capil.balikpapan.go.id/layanan.

Manfaat Akta Kematian

Memangnya, dokumen Akta Kematian bisa dipakai untuk apa saja?

Finding Your Writing Voice

To develop further your career as a writer, you shall have a writing voice. Either in form of writing style or perspective, you must have it. This simple post reminds us to focus more on important writing voice.

Depending on who you ask, the writer’s voice can be:

  • A. Your style of writing
  • B. Your perspective
  • C. Your tone in writing
  • D. All of the above that you bring it consistently

Importance of Writing Voice

Why we as writer shall have own ‘writing voice’? As part of marketing and Branding. It means we develop our followers and community that love our works/crafts.

A writer’s voice is a stamp on your writing that makes your work personal and recognizable, so much so that your audience can identify a sample of writing as yours without ever seeing your name.

Having a voice of our own is analogous to be a media. As we already know the universal truth, that every media has its own ‘voice’. Whenever we create content for that ‘media institution’ we must follow their style or their uniqueness.

What about you? As yourself is a ‘walking media’, do you have any writing voice?

Having a writing voice is also a way to survive. It means you struggle to develop your fans of pieces of works and at the same time distinguish yourself different from other writers.

How To Have Writing Voice

As simple (or complicated) as to keep writing, that’s why I start and continue this blog. To push me to write consistently even though no one to read it.

I used to give it the tagline ‘authentic marketing’. As I love and always think about marketing. It is such a promise of what I would like to deliver by my writing.

It turns out that ‘simplify complexity ‘ is more appropriate at the moment. Due to not only marketing, but things like ‘parenting’ and ‘freelance’ are complex as well. And I love to research further to break it into smaller pieces and rewriting it becoming more simple to ‘be bited’ by reader.

10 Steps to Find Writing Voice

  1. Describe yourself in three adjectivesExample: snarky, fun, and flirty.
  2. Ask (and answer) the question: “Is this how I talk?”
  3. Imagine your ideal reader. Describe him in detail. Then, write to him, and only him. Example: My ideal reader is smart. He has a sense of humor, a short attention span, and is pretty savvy when it comes to technology and pop culture. He’s sarcastic and fun, but doesn’t like to waste time. And he loves pizza.
  4. Jot down at least five books, articles, or blogs you like to read. Spend some time examining them. How are they alike? How are they different? What about how they’re written intrigues you? Often what we admire is what we aspire to be. Example: Copyblogger, Chris Brogan, Seth Godin, Ernest Hemingway, and C.S. Lewis. I like these writers, because their writing is intelligent, pithy, and poignant.
  5. List your favorite artistic and cultural influences. Are you using these as references in your writing, or avoiding them, because you don’t think people would understand them. Example: I use some of my favorite bands’ music in my writing to teach deeper lessons.
  6. Ask other people: “What’s my voice? What do I sound like?” Take notes of the answers you get.
  7. Free-write. Just go nuts. Write in a way that’s most comfortable to you, without editing. Then go back and read it, asking yourself, “Do I publish stuff that sounds like this?”
  8. Read something you’ve recently written, and honestly ask yourself, “Is this something I would read?” If not, you must change your voice.
  9. Ask yourself: “Do I enjoy what I’m writing as I’m writing it?” If it feels like work, you may not be writing like yourself. (Caveat: Not every writer loves the act of writing, but it’s at least worth asking.)
  10. Pay attention to how you’re feeling. How do you feel before publishing? Afraid? Nervous? Worried? Good. You’re on the right track. If you’re completely calm, then you probably aren’t being vulnerable. Try writing something dangerous, something a little more you. Fear can be good. It motivates you to make your writing matter.

Writing is a never ending learning, I guess. The more you write, the better your writing will be. As your quantity increase, it shall make your qualities getting better.

Honing our writing skill means making perfect of our writing voice as well.

Baca juga:

Jenjang Karir Dunia Marketing

Semakin berkembangnya dunia digital membuat cakupan pekerjaan di dunia sales dan marketing sampai hari ini terus meluas, hingga ke ranah digital.

Sales dan marketing merupakan departemen andalan agar perusahaan bisa mendapat omzet yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan.

Objektif di sales dan marketing ada banyak dan tidak terbatas pada membangun basis pelanggan serta memperoleh pendapatan saja. Tidak heran banyak perusahaan terus mengembangkan departemen sales dan marketing mereka. Yang tidak terkecuali, merupakan kantor cabang dan/atau saluran (channel) penjualan.

Tidak heran, sales dan marketing punya peran yang signifikan bagi perusahaan. Tetapi seperti apa tahapan pekerjaan/jenjang karir di departemen sales dan marketing? Seperti apa pula tanggung jawabnya?

Tahap 1 – Entry-level job di industri marketing

Bagi seorang mahasiswa yang baru lulus kuliah, atau bagi mereka yang belum pernah punya pengalaman di industri marketing sebelumnya, untuk tahap awalnya mungkin bisa mencari posisi di tahap entry-level ini. Menariknya, ketika berada di tahap entry-level, kita bisa memilih pekerjaan yang sesuai dengan passion, karena bidangnya cukup luas. Beragamnya bidang di industri marketing bisa memudahkan kita untuk mengakomodir apa yang menjadi ketertarikan kita.

Baca Juga: Beberapa Posisi/Jabatan Pekerjaan Marketing

Misalnya, kalau senang menulis, kita bisa memilih pekerjaan sebagai Content Writer, atau kalau memang senang bekerja di lapangan, kita bisa mencoba bekerja sebagai koordinator event di suatu perusahaan. Kalau menyukai aktifitas mendesain visual promosi, bisa juga kita bergabung dengan departemen sales dan marketing sebagai Visual Designer.

Selain ketiga pekerjaan tersebut, berikut beberapa pekerjaan lain yang bisa dijalankan dalam industri marketing ini, di antaranya.

  • Account Executive
  • Social Media Coordinator
  • Project Coordinator
  • Marketing Coordinator
  • Public Relation Associate
  • Event Marketing Coordinator
  • Event Marketing Specialist
  • Marketing Specialist

Mungkin tugas-tugas yang dilakukan oleh pekerja di entry-level ini cukup beragam, tetapi biasanya lebih berhubungan untuk membantu dalam mengerjakan riset, customer service, dan tugas-tugas administratif.

Pekerjaan pada tahap entry-level ini mungkin masih terbilang mendasar dan lebih pada memahami bisnis yang dijalani, di mana bisa dijalani sambil mengasah soft skill yang penting bagi perkembangan karier jangka panjang mereka.

Tahap 2 – Marketing manager

Jenjang karier di dunia marketing selanjutnya lebih berkutat seputar manajemen. Tugas seorang Marketing Manager lebih pada membentuk, memelihara, dan mengevaluasi strategi marketing yang sedang atau akan dijalankan oleh brand. Karakter penting yang perlu dimiliki Marketing Manager yakni nilai kepemimpian, karena mereka perlu untuk memimpin eksekusi dari strategi marketing dan mempertahankan prosesnya, sambil tetap membina perkembangan para pekerja yang berada di tahap entry level.

Beberapa jabatan pada tahap ini antara lain,

  • Advertising Manager
  • Public Relations Manager
  • Promotions Manager
  • Brand Manager
  • Sales Manager
  • Social Media Manager
  • Community Manager
  • Product Marketing Manager
  • Content Manager
  • Media Planner

Sales Manager

Tergantung besaran tim dan produk/layanan yang dijual, Sales Manager biasanya mengelola suatu wilayah penjualan tertentu. Mulai dari daftar pembeli/pelanggan, total penjualan, total pembayaran –untuk barang-barang yang dijual secara mencicil, misalnya, jumlah barang di gudang, dan lain sebagainya.

Karena berbasis wilayah, Sales Manager ini bisa jadi diberi nama jabatan “Area Manager”.

Tahap 3- GM of Marketing

Tugas utama seorang Marketing Director biasanya terfokus pada strategi marketing. Setelah seorang director menerima riset dan report dari Marketing Manager mengenai kondisi pasar, data pelanggan dan aktivitas yang dilakukan para kompetitor, seorang Marketing Director nantinya akan menyesuaikan beragam kondisi tersebut dengan strategi yang dibangunnya, agar tujuan bisnis dapat diraih perusahaan. 

Dan tujuan dari strategi tersebut biasanya untuk meningkatkan ketertarikan pelanggan sehingga membuat mereka memiliki keinginan untuk menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.

Jabatan yang umumnya bisa diraih pada tahap ini adalah,

  • GM of Marketing Research
  • GM of Consumer
  • GM of Corporate
  • GM of Public Relation

Tahap 4 – VP of Marketing

Peranan seorang Director Marketing membutuhkan gabungan kemampuan kepemimpinan, teknis dan juga bisnis. Director Marketing juga seringkali bertindak sebagai juru bicara dari perusahaan. Selain itu tugas lain dari Director of Marketing, mereka juga butuh bekerja dengan orang-orang dari departemen lain untuk mengikis jarak antar departemen serta memperkuat ikatannya. Seorang Director juga perlu mencari tahu bagaimana caranya supaya produk atau jasa yang ditawarkan brand bisa menjadi lebih baik lagi. 

Biasanya ada dua jabatan penting yang dipegang seseorang yang berada di tahap ini,

  • VP of Marketing
  • VP of Sales

Tahap 5 – Chief Marketing Officer

Chief Marketing Officer merupakan posisi puncak di departemen sales and marketing. Ketika seseorang sudah berada di posisi ini, tanggung jawab mereka mencakup pada semua lini marketing perusahaan, termasuk mengembangkan dan merencakan strategi, serta mengawasi setiap eksekusi dari inisiatif sales and marketing yang berjalan.

CMO itu ekuivalen dengan Sales and Marketing Director (Direktur Pemasaran dan Penjualan).

CMO akan melaporkan semua pekerjaannya pada Chief Executive Officer (CEO) dan bertanggung jawab pada ROI dari seluruh kegiatan marketing yang dijalankan perusahaan.

Beberapa tahapan di atas mungkin merupakan jenjang karier di dunia marketing yang umum diketahui. Namun, masih banyak pula bidang marketing lain yang sebenarnya bisa ditekuni seperti Strategic Marketing Consultant (fokus di riset, konsultasi, dan pelatihan) serta Marketing Agency (produksi iklan, event, public relation, dsb).