Panduan Lengkap Digital Marketing

Marketing tidak cukup dilakukan secara konvensional. Tahun 2021 ini, marketing harus secara digital dan tentu saja: online.

Digital marketing adalah upaya pemasaran dan/atau penjualan secara digital dan online di internet.

Meliputi apa saja digital marketing itu? Search engine, social media, content management, marketplace, dan lain sebagainya.

Mari bedah lebih dalam. Search engine ada SEO dan SEM. Social media ada yang free ada juga paid (fb ads, ig ads, twitter ads, dst). Marketplace ada tokopedia, shopee, blibli, bukalapak, dlsb. Btw, di marketplace juga ada SEO nya lho.

Managing content meliputi tapi tidak terbatas pada content planning (di antaranya adalah keyword research) dan content optimisation.

Apakah bisa dikerjakan sendiri? Jelas bisa. Karena kompetensi sebenarnya tidak sulit untuk dikuasai. Ilmunya tersebar di internet, pakarnya ada, kesempatan untuk mencoba dan mengeksplorasi juga sangat mungkin.

Tantangan belajar secara otodidak adalah ilmunya berkembang terus. Search engine, social media, marketplace semua mengembangkan diri terus menerus demi memberikan hasil dan user experience yang terbaik kepada para penggunanya. Jadi, kita wajib kuat mempelajari dan menerapkan satu atau bahkan semuanya.

Selain belajar secara otodidak, kita juga mungkin mengambil kursus. Kini semakin banyak penyedia kursusnya. Harganya pun semakin terjangkau.

Kursus Digital Marketing

Pasca kursus, kita harus tetap update dengan perkembangan ilmu. Cara paling mudah, murah, dan humanis adalah dengan bergabung dengan komunitas terdekat di kotamu.

Bisa jadi, tidak ada berupa satu komunitas untuk semua kelompok ilmu digital marketing. Tetapi sesuai dengan mediumnya. Misalnya, komunitas SEO, komunitas FB Ads, dst.

Digital Marketing Agency

Bagaimana jika tidak mampu belajar secara otodidak, terus juga gak pas bayar kursus, apakah ada pihak yang bersedia melakukannya? Ada, sebutannya adalah digital marketing agency.

Digital marketing agency adalah ahensi yang memberikan jasa digital marketing. Semakin ke sini, masing-masing agency berupaya fokus ke satu atau sedikit channel digital marketing serta berusaha memiliki positioning yang unik.

SEO

Lima kriteria produk/usaha yang cocok dipasarkan dengan teknik-teknik SEO.

Kunjungi halaman Bisnis Berbasis SEO.

Membuat Konten Marketing

Strategi Content Marketing penting dibuat supaya konten Anda koheren di seluruh medium digital marketing.

Copywriting adalah teknik penulisan (kata, kalimat, paragraf) untuk mempengaruhi konsumen agar mau membeli dari kita.

Kunjungi halaman Teknik Copywriting.

Belajar Copywriting juga penting banget. Sebab akan diimplementasikan di mana-mana: social media ( facebook, instagram, dll), e-commerce (tokopedia, shopee, dll), dan content writing.

Kunjungi halaman Belajar Copywriting.

Video marketing semakin marak. Penggunaannya juga di berbagai platform social media. Harus masuk dari sekarang supaya tidak ketinggalan.

Kunjungi halaman Video Marketing.

Marketing through Podcast

Sekarang podcast semakin lazim digunakan dalam digital marketing. Podcast adalah medium berbagi anxiety and desire (kegelisahan dan hasrat) yang bisa relate banget untuk pendengarnya. Dikemas dengan format wawancara, Podcast jadi mirip radio, tetapi lebih segmented dan feel-nya dapat banget.

Kunjungi halaman Interview 101.

Mobile app terbanyak ke-2 yang diunduh selama 2019. Dan no.1 untuk Juli 2020. Sudah waktunya menimbang kapan mulai melakukan TikTok Marketing.

Kunjungi halaman TikTok Marketing.

Masih banyak yang asal-asalan dalam menggunakan hashtag. Di post kali ini, saya coba elaborasi bagaimana seharusnya hashtag digunakan untuk branding dan targeting.

Kunjungi Halaman Hashtag Instagram.

Apakah membuat infografis itu harus bisa (visual) desain? Sebenarnya tidak. Tapi harus paham information architecture.

Kunjungi halaman Cara Membuat Infografis

Memahami perbedaan content writing, copywriting, dan content strategy serta bagaimana mengaplikasikannya dalam aktifitas content writing.

Copywriter, Content Writer, dan Content Strategist

Kiat melaksanakan proofreading yang efektif. Agar naskah kita bebas typo dan kesalahan lainnya, serta enak dibaca oleh para pembaca.

Kunjungi Halaman Effective Proofreading

Studi Kasus

Teknik-teknik promosi produk kuliner secara daring yang tepat sasaran.

Kunjungi Halaman Promosi Produk Kuliner.

Memilih Olahraga yang Tepat

Berolahraga jelas baik. Namun, memilih olahraga yang tepat adalah seni. Bisa berdasar usia, bisa juga berdasar faktor lain.

Berolahraga jelas baik. Itu tidak perlu dijelaskan di post ini. Namun, memilih olahraga yang tepat adalah seni. Bisa berdasar usia, bisa juga berdasar faktor lain. Mengapa usia jadi penentu? Karena kondisi tubuh pun berubah dari masa ke masa.

Yang perlu diwaspadai, olahraga yang tidak tepat malah bisa menyebabkan badan sakit, kelelahan, atau cedera.

Di suatu post, saya mengulas mengapa saya memilih olahraga lari.

Usia Anak dan Remaja

Usia anak dan remaja adalah waktu untuk bermain dan belajar berkolaborasi. Olahraga yang tepat adalah olahraga tim. Contohnya futsal dan basket. Di rentang usia ini, menanamkan kesadaran asyiknya berolahraga juga tidak kalah penting.

Anak remaja juga disarankan untuk melakukan olahraga yang bisa memaksimalkan tinggi badan seperti berenang, lompat tali, atau bermain basket.

Ada anak yang tidak suka olahraga yang bersifat kompetitif seperti bulu tangkis atau basket. Pasalnya, anak merasa tertekan harus menang.

Usia 30-an

Usia 30-an lebih pas disebut menjaga aset fisik, yaitu tubuh. Supaya enggak renta-renta amat ketika pasca pensiun nanti. Di antaranya olahraga kardiovaskular seperti berlari atau bersepeda. Perlu diingat, remaja 30-an tidak sama dengan remaja 20-an. Hehe.

Mulai rentang usia ini, ada yang menghindari olahraga tim karena kewajibannya untuk mengikuti irama permainan. Seperti di futsal, basket atau sepakbola. Daripada merasa tertekan karena harus cepat berada di posisi tertentu di lapangan permainan, lebih memilih olahraga individual yang kapan saja bisa mengatur kecepatan dengan nyaman.

Usia 40-an

Usia 40-an tubuh makin rendah kecepatan metabolisme-nya. Lemak makin terakumulasi sementara massa otot menurun. Latihan beban dan ketahanan malah semakin relevan di kelompok usia ini.

Yang perlu diingat, usia 30-an dan 40-an, adalah masa emas dalam bekerja atau melakukan kegiatan produktif. Kita akan cenderung sangat sibuk dan menghabiskan waktu bekerja di balik meja dengan postur tubuh yang buruk. Atau sebaliknya, terlalu banyak meeting di luar rumah dengan mengkonsumsi gula berlebihan.

Usia Pasca Pensiun

Masalah dengan usian 60-an atau mungkin dimulai sejak pensiun, adalah aktifitas fisik semakin berkurang. Tidak ada paksaan ke luar rumah (misal setiap hari ke kantor) malah mengunci kita di rumah. Jadi harus memaksakan diri untuk olahraga jalan pagi minimal 30 menit.

Jalan sendirian itu engga enak dan menurunkan motivasi. Maka, temukan teman jalan bersama. Supaya aktifitas ini tidak membosankan dan lebih tahan lama.

Di kelompok usia ini, manusia rentan kehilangan fungsi kognitifnya. Aliran darah yang lancar dan bergizi menuju otak akan mencegah kerusakan sel otak. Jadi penting juga untuk tetap bergerak dan bersosialisasi. Yang sering saya lihat di film Barat, adalah komunitas menari para lansia. Saya belum pernah tahu ya kalau di Indonesia.

Belajar Copywriting

Belajar copywriting itu penting banget. Implementasinya bisa di mana-mana: facebook, instagram, tokopedia, shopee dan content writing.

Copywriting adalah teknik menulis bertujuan untuk memasarkan dan menjual sesuatu, pada medium dengan kapasitas terbatas. Dengan kata lain, belajar copywriting adalah mempelajari teknik menulis dalam pembuatan iklan.

FYI, di agensi pembuat iklan, posisi penulis tersebut diberi nama copywriter.

Medium untuk menempatkan copywriting bisa di mana saja. Dua yang cukup sering di era digital sekarang ini adalah Facebook dan Instagram.

Belajar Copywriting Facebook

Salah satu tekniknya adalah menuangkan kerentanan (vulnerability) kita di facebook. Lalu menutupnya dengan suatu kalimat penawaran.

Contohnya adalah kerentanan kita untuk terkena radang tenggorokan, sariawan, dan penyakit sejenisnya. Kita tutup dengan konklusi penawaran untuk menggunakan produk sejenis vitamin C, misalnya. Supaya kerentanan kita tidak terealisasi menjadi penyakit.

Tentu saja polanya tidak harus seperti itu. Algoritma Facebook menuntut kita untuk nge-post sesering mungkin (facebook menghendaki engagement kita yang tinggi). Jadi, rutin nge-post, meskipun kontennya tidak melulu kerentanan+solusi. Alias tidak harus selalu jualan.

Teknik Copywriting Instagram

Terbatas hanya 2.200 karakter.

Di Instagram tuh ada yang “bercerita” lewat gambar (minim teks), ada pula yang memberikan cerita (mengandung karakter + plot) pada gambar yang sudah ada.

Ada juga metode PPB dari Brian Dean.

P – Preview: beri tahu pengguna apa yang akan mereka dapatkan dari Anda.
P – Promise: ceritakan bagaimana si “apa” itu akan menyelesaikan masalah pengguna/pembeli.
B – Bridge: gunakan frase transisi untuk membangun jembatan logis ke CTA (Call to Action) Anda.

Contoh – Produk Vitamin C.

Preview: manfaat vit C adalah bla, bla.
Promise: bagaimana menggunakan si vit C. Kapan digunakan, aturan pakai bagaimana, dst.
Bridge: Apabila anda sedang merasa tidak enak badan, gunakan vit C sesuai dosis. Jangan diabaikan perasaan tidak enak badan tersebut, jangan juga minum vit C berlebihan.

Belajar Copywriting Marketplace

Kuncinya ada 3: penempatan produk di kategori yang tepat, pemberian judul, dan pengisian deskripsi.

Misalnya, “mainan anak perempuan” diletakkan di kategori “mainan anak”, saja, maka hasilnya akan lebih buruk daripada disimpan di kategori “mainan anak perempuan”.

Baik di Tokopedia maupun Shopee, fokus memberikan “Judul” yang mengandung keywords yang dicari oleh pengguna. Ini pentingnya melakukan riset produk dan kata-kata yang digunakan ya. Produk yang sama, bisa saja ditawarkan di toko lain dengan judul berbeda. Misalnya “baju olahraga muslimah” adalah produk yang sama dengan judul “kaos olahraga wanita”.

Contoh lain: “daster ibu-ibu” atau “ibu daster” tetap dibaca sebagai “daster ibu”.

Di samping itu, kolo Deskripsi harus diisi selengkap dan sedetil mungkin. Selain informasi yang benar-benar berasal dari produk itu sendiri, bisa juga diinspirasi oleh kata-kata kunci terkait. Insipirasinya dari mana? Bisa dari kata kunci yang disarankan oleh ubersuggest.

Mengapa demikian? Karena mesin pencari di marketplace bekerja dengan cara yang relatif sama dengan Google, yaitu: crawling, indexing, dan ranking. Kapan-kapan kita bahas ini ya.

SEO Copywriting for Content Writer

Beda Copywriter dengan Content Writer. Kalau Copywriter fokus pada wording untuk pemasaran, maka Content Writer fokus memberikan manfaat berupa konten yang panjang dan lengkap isinya kepada pengguna. Yang pada akhirnya, kita berharap kesetiaan pengguna pada merek produk atau layanan kita.

Salah satu caranya adalah mengimplementasikan teknik-teknik SEO dan copywriting ke dalam tulisan-tulisan yang dibuat. Teknik SEO membantu tulisan kita mencapai peringkat puncak di SERP (Search Engine Result Page).

Sebagai pengguna WordPress, saya menginstal plugin Yoast SEO. Dan berusaha memenuhi parameter-parameter yang diberikan oleh plugin tersebut dalam tiap konten yang saya buat. Di antaranya adalah:

  • Text length
  • Outbound and internal link
  • Key phrase in introduction, title, and slug
  • Key phrase length and density
  • Key phrase in meta description
  • Meta description length
  • SEO title width

Freelance Writer

Dua bidang freelance writer yang saya tahu cukup populer adalah media fesyen dan gaya hidup (lifestyle).

Fashion content writer

As we know, fesyen adalah etalase untuk menampilkan siapa diri kita dan di mana posisi sosial ekonomi kita. Media fesyen berperan penting dan dirujuk oleh para konsumen yang memberikan perhatian lebih pada apa dan bagaimana mereka berpakaian.

Kurang lebih selama setahun, saya pernah menjadi kontributor di media online fesyen, yaitu modest.id. Koleksi tulisan saya bisa dilihat di sini.

Lifestyle content writer

Istilah ‘gaya hidup’ mengacu pada perilaku manusia yang timbul akibat modernisasi. Mulai dari entertainment (seperti musik, olahraga, games), travelling (baik destinasi maupun transportasinya), kuliner, serta kendaraan (mobil, motor) . Bahkan fesyen bisa masuk dalam lifestyle, tergantung bagaimana menggolongkannya.

Travelling content writer

Kategori travelling pun sudah beberapa tahun terakhir menjadi primadona untuk dibuatkan kontennya. Terutama sejak keberadaan Online Travel Agent (OTA) seperti Traveloka, Agoda, Pegipegi, Booking.com, Tiket.com, dll.


Dapat disimpulkan bahwa belajar copywriting itu penting. Dengan mengimplementasikan copywriting, membantu kita untuk memberikan informasi dan pengalaman yang lebih baik bagi pembaca. Copywriting bisa diimplementasikan di status facebook, caption Instagram, judul dan deskripsi produk marketplace, hingga konten artikel yang panjang dengan pembahasan mendalam.

Video Marketing

Video marketing semakin marak. Penggunaannya juga di berbagai platform social media. Harus masuk dari sekarang supaya tidak ketinggalan.

Mestinya video marketing itu dibahas dengan video ya. Namun, saya itu penggemar berat teks. Saya suka bermain dengan kata-kata.

Although I believe in SEO dan long content, gak ada salahnya juga kita bahas pemasaran via gambar gerak bersuara.

Kenyataannya, setelah era gambar dan teks, kini audiens memilih untuk menonton lebih banyak video saja.

Kombinasi gambar bergerak dan audio menghemat waktu para audiens; yang untuk teks saja, sekarang ini lebih suka skimming daripada membaca seksama.

Gambar berasal dari https://www.askmedigi.com/video-marketing-statistics-2020/

Data dan Fakta

Menurut majalah Forbes tahun 2017:

  • Menambahkan video dalam email marketing terbukti bisa menaikkan CTR hingga 300%.
  • Menyematkan video pada lading page bisa menaikkan konversi sebanyak 80%.
  • 64% konsumen menjadi semakin tertarik membeli produk secara online setelah menonton video.
  • Konsumsi YouTube lewat mobile berkembang hingga 100% setiap tahun.

Menurut riset yang dilakukan oleh HubSpot Research,

  • 54% konsumen ingin melihat video dari brand yang mereka dukung dibandingkan dengan bentuk konten email newsletter (46%) atau gambar (41%),
  • konten video adalah yang paling berkesan bagi pasar (43%) dibandingkan dengan teks (18%) dan gambar (36%).
  • konsumen dan pelanggan sebenarnya lebih memilih video yang “autentik” (meskipun kualitasnya lebih rendah) daripada video berkualitas tinggi yang kelewat artifisial dan tidak autentik.

Video marketing tuh bisa dilakukan via YouTube, Tiktok, maupun Instagram (Stories, IGTV), dan berbagai social media lainnya.

YouTube

Seiring dengan bertumbuhnya penonton YouTube, maka men-drive user ke website kita juga membutuhkan video sebagai konten iklan. Selain itu, membesarnya porsi video yang ditonton, maka engagement pun bergeser ke bentuk-bentuk video. Sepengamatan saya, Facebook pun memberikan atensi berbeda terhadap video yang diiklankan. Makin mantap lha engagement-nya.

Bila Anda membuat website, hostingnya bisa diakali supaya tidak berat dengan cara menaruh link (embedded) di web Anda. Videonya sendiri tetap di-hosted di Youtube.

Selain yang benar-benar disimpan di Youtube, ada juga video marketing yang sifatnya temporer. Di IG, kita kenal sebagai Stories. Lucunya, kini semua juga punya ya. Facebook ada, WhatsApp, Twitter, bahkan Linkedin juga ada.

Salah satu yang menyebabkan video marketing makin marak adalah attention span yang sekarang ini sudah pendek banget. Membaca teks terasa lama, makanya skimming saja. Nonton video, kalau tidak menarik banget, akhirnya di-skip-skip juga.

Video dalam Buyer Journey

Berikut beberapa contoh bagaimana video bisa berperan dalam perjalanan seorang pembeli, dari tidak tahu, membeli, sampai dengan berlangganan:

  • Advertising Video
  • Marketing Campaign Video (e.g. customer stories)
  • Company Profile Video
  • Documentation Video (e.g. onboarding, knowledge management, how to)
  • Events Video
  • Infographics Video
  • Product Knowledge Video
  • Short Films
  • Social Media Teaser Video
  • TVC
  • YouTube Advertising Video

Terdapat berbagai pilihan untuk merilis video marketing Anda. Platform dipilih berdasar riset, lho. Yaitu riset yang menyatakan di social media yang manakah, target audiens kita paling banyak berada. Dengan merilis video di platform yang tepat, kemungkinan untuk mendapatkan konsumen lebih besar.

87% online marketer kekinian pun sudah jamak mengggunakan konten video dalam strategi pemasaran digitalnya, lho.

Produksi Video Marketing

Sudah beberapa kali saya jadi “otak” dalam pembuatan video marketing. Sama seperti produksi konten yang lain, kita wajib start dari riset. Baik riset mempelajari kontennya, maupun riset terhadap fase buyer journey yang dikehendaki (fase perkenalankah, fase berlangganankah, dst).

Script dan Storyboard

Bikin naskah (script) dan storyboard, supaya proses produksinya efisien dan hasilnya enggak kacau. Di script, semua teks harus lengkap. Baik yang diucapkan oleh pemerannya, yang dinarasikan oleh naratornya (yaitu voice over), maupun teks-teks pendukung semisal terjemahannya (subtitle).

Sedangkan storyboard adalah naskah dalam versi yang lebih visual. Jadi detil-detilnya kelihatan jelas. Ini penting juga untuk tim logistik menyiapkan segala perlengkapan terkait (pakaian, furnitur, dan set-set lainnya).

Baik script maupun storyboard harus mencirikan adanya tokoh/karakter, masalah yang ditemui, lalu plot (alur cerita) hingga solusinya berhasil membantu si tokoh menuntaskan masalah tersebut atau mencapai tujuannya.

Produksi tidak perlu dijelaskan ya. Intinya lebih ke pengambilan gambar. Durasi pengambilan gambar sebaiknya diperpanjang. Jadi ada jeda yang lega untuk memudahkan penyuntingan. Baik pemotongan maupun penyambungannya.

Penyuntingan Video Marketing

Lalu masuk ke tahap penyuntingan (editing). Tidak hanya menjahit gambar bergerak dan audio (baik human maupun non human) menjadi satu. Namun juga memastikan kerapihannya. Kerapihan ini yang pekerjaan ‘tukang’ banget. Dan biasanya hanya yang sehari-hari mengerjakannya yang hasilnya bagus, a.k.a Video Editor.

FYI, Peralatannya Makin Terjangkau

Pembuatan video, sebenarnya tidak pernah semudah ini. Teknologi serendah smartphone di tahun 2021 pun sudah menghasilkan video resolusi tinggi. Setidaknya, tetap akan tajam bila dilihat di smartphone juga.

Pencahayaan (lighting) juga semakin terjangkau peralatannya. Bukan standardnya yang menurun. Tetapi spesifikasinya pun semakin beragam. Studio berukuran kecil makin mudah dibuat. Yang mahal-mahal dan canggih pastinya tetap ada.

Aplikasi digital untuk menyunting video juga sudah tersedia secara online. Tidak perlu mengunduh dan menginstal. Semua bisa dikerjakan dari peramban. Salah satu contohnya adalah animoto.com.

Simpulan

Yang belum, coba segera dimulai.

Yang sudah, coba pertajam skill-mu.

Yang sudah tajam, rutinkan rilis di social media.


Baca juga tulisan lain saya soal DIGITAL MARKETING.

Domain, CMS, dan Hosting

Pahami perbedaan domain, engine dan hosting. Supaya tidak bingung dan bisa mengoptimalkan ketiganya untuk blog atau website kamu.

Saya coba menuangkan ke dalam tulisan ini karena pertanyaan seputar Domain dan Hosting rupanya tidak ada habisnya di antara para blogger.

Dua analogi yang biasa dipakai:

  • Plat mobil dan mesin mobil
  • Kotak pos dan rumah

Sejauh pembahasan seputar WordPress dan Blogspot, kedua analogi tersebut tidak apa-apa dipakai.

Dengan domain dianalogikan seperti plat mobil atau kotak pos. Sedangkan hosting adalah mesin mobilnya, atau rumahnya.

Sebelum lanjut, kita wajib ketahui dua hal ini mengenai keduanya:

  • Di WP, ada wordpress.com (sebuah hosting) dan wordpress.org (sebuah engine). Ketika nge-host di wordpress.com, kita juga ditawarkan layanan untuk beli dan pasang domain, kok. Harga domainnya bagaimana? Sangat mahal dibanding kita beli di Indonesia.
  • Di blogspot, ada hosting dan engine-nya juga. Blogger nama engine-nya kalo gak salah.
  • Perbandingan WordPress (.org dan .com) dengan Blogger sudah dibahas kakak Reisha ya.

CMS

Ketika teman-teman blogger mulai menanyakan platform lain, katakanlah medium.com, atau Kompasiana, atau tumblr, di sinilah kita perlu mengenalkan “Engine”.

Engine atau disebut CMS (Content Management System) sebenarnya sudah ada sejak awal. Sesuai namanya, ini adalah aplikasi digital untuk mengelola (to manage) konten.

Berhubung CMS dan hosting di WP maupun Blogspot bisa dikatakan sudah menjadi satu, maka Engine ini kurang disebut dan dibahas. Padahal ya sudah ada sejak awal.

Sebagai pengguna WP, izinkan saya promosi WP ya.

Selain ada versi gratis, WordPress juga relatif murah; terutama bagi blogger. Dibandingkan dengan CMS yang banyak digunakan di pasar korporat, semisal: Sitefinity atau Sitecore.

WordPress juga relatif modular. Ibarat lego, dia terdiri dari building blocks kecil-kecil yang bisa dipasangkan dan disambungkan satu sama lain. Kekuatan dari merek WP adalah plugins yang mudah ditempel dan tinggal dikonfigurasi dengan sistem WP utamanya. Plugins ini banyak dari pihak ketiga. Yang tentu sudah mendalami kebutuhan para penggunanya.

Contoh adalah plugin Elementor. Plugin ini bisa digunakan untuk mendesain Landing Page. Yakni, suatu halaman tempat user “mendarat”.

Hosting

Terus hosting yang dianalogikan dengan mobil atau rumah ini apa?

Kalau sebelum zaman internet, kita menyimpan semua data di dalam hardisk di dalam personal computer (PC) kan? Di mana, kalau kita ingin memindahkan ke laptop/desktop lain, via flashdisk.

Nah di zaman internet yang serba terhubung, kita tidak perlu menjadikan PC kita sebagai komputer server (penyedia). PC kita sebagai pengguna saja. Siapa penyedianya? Ya jasa hosting tersebut.

Jadi, semua data konten kita, maupun CMS yang menjadi aplikasi digitalnya, disimpan di hosting tersebut. Biasanya para penyedia hosting menggunakan aplikasi CPanel (suatu portal digital) untuk memudahkan user bermanuver ke sana ke mari.

Contoh jasa hosting: idcloudhost, niagahoster, rumahweb, qwords, dan lain sebagainya.

Kalau mau berbaik hati membeli via affiliate saya dan mendukung blog ini, bisa ke link afiliasi ya.

Penyedia jasa hosting, selalu menyediakan jasa domain juga. Belinya bisa jadi satu, bisa terpisah juga.

Ingin mempelajari lebih detail soal hosting? Bisa ke penasihat hosting aja.

Domain

Beberapa minggu lalu, saya tidak bisa transfer domain ke penyedia hosting yang berbeda, karena ternyata kalau mau pindah itu, setidaknya punya cadangan usia sebanyak 90 hari ke depan. Padahal, inginnya mempermudah pembayaran dengan membeli jasa domain+hosting di pedagang yang sama.

Akhirnya hosting sudah aktif setelah transfer, tetapi domainnya belum bisa ditransfer. Akhirnya perpanjang di tempat lama, deh. Supaya ikhwanalim.com-nya bisa diakses oleh teman-teman sekalian. Jadi, hosting dan domain saya saat ini, berasal dari penyedia yang berbeda.

FYI, biasanya kan sewa domain tuh setahun, ya.

Nah, domain yang sering dianalogikan dengan plat mobil atau kotak pos ini ibarat muka-nya suatu hosting. Sekaligus menjadi cara singkat untuk menuju si interface (antarmuka) yang namanya blog kita.

Kenapa cara singkat? Karena kalau ingat domain/URL-nya kan tinggal ketik aja di browser (peramban) fave kita. Dengan kata lain, domain juga untuk branding kita. Punya (dan memelihara) domain adalah bagian dari personal branding ya, tho?

Bagaimana implementasi domain sebagai personal branding? Saya kutip dari kakak Reisha lagi ya:

… dulu domain itu pilihannya dikit bgt, .com, .net, .org, .gov gt2, dan dulu tergantung peruntukan. Misal .com utk bisnis, .org utk organisasi.

.gov tuh hanya untuk situs pemerintah (yang tentu saja harus dibuktikan ke-pemerintah-annya ke si penyedia hosting). Domain .id divalidasi dengan no KTP. Untuk keperluan perusahaan, juga ada beberapa dokumen perusahaan yang diperlukan.

Tp skrg2 domain udah banyak bgt. .club .fun .design .site .blog, macam2 bgt.

Iya. Utk branding jg bs. Misal nih si budi designer. Bs aja dia bikin web portfolio budidesign.com, tp budi.design tampak lbh ok

Kesimpulan.

Cari domain, CMS dan hosting yang cocok relatif mudah, kok. Meski mungkin harus bermanuver ke berbagai jasa hosting dulu. Biasanya untuk cari yang lagi diskon, hehe. Gapapa. Manuvernya satu tahun sekali.

Di sisi lain, transfer hosting/domain juga engga susah-susah banget. Yang susah adalah konsisten “mengamankan” semua konten kita demi jaga-jaga kalau migrasi dari satu jasa hosting ke jasa hosting yang lain gagal berbuah keberhasilan.

Ada pengalaman lain perihal domain, engine atau hosting? Boleh banget dibagikan di kolom komentar.

Baca juga tulisan lain saya perihal Blogging/Writing ya. Terima kasih.